Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Kunjungi Pabrik Tas PT BAK di Bekasi, Ketua KADIN Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Bukan Sekadar Produksi, KADIN Kota Bekasi Dorong Industri Bekasi Perkuat Jaringan Bisnis dan Kemitraan hingga Ekspor

kandidat-kandidat.com | Rabu, 21 Okt 2026, 13:26 WIB | EKO/NMR/DR

Kualitas produk dan keterampilan tenaga kerja lokal menjadi modal penting bagi industri Kota Bekasi untuk berkembang. Namun, agar pertumbuhan usaha berdampak lebih luas terhadap perekonomian daerah, kemampuan produksi perlu didukung jaringan bisnis dan kemitraan yang tepat.

— KOTA BEKASI | Ketua KADIN Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar mendorong penguatan industri lokal melalui kunjungan ke pabrik tas PT Bona Amiko Kreasi, Rabu (21/10/2026). Langkah ini diarahkan untuk memperluas jangkauan produk lokal sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi pengusaha, UMKM, dan tenaga kerja di Bekasi.

Kualitas produk dan keterampilan tenaga kerja lokal menjadi modal penting bagi industri Kota Bekasi untuk berkembang. Namun, agar pertumbuhan usaha berdampak lebih luas terhadap perekonomian daerah, kemampuan produksi perlu didukung jaringan bisnis dan kemitraan yang tepat.


Hal tersebut menjadi perhatian Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar yang akrab disapa Bang QRS ini.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya KADIN Kota Bekasi memperkuat daya saing industri lokal sekaligus mendorong agar produk buatan Bekasi mampu menjangkau pasar domestik dan ekspor.

Dalam kunjungan tersebut, QRS meninjau langsung proses produksi, mulai dari pemotongan bahan, penjahitan, hingga produk jadi. Ia menilai kualitas tas yang dihasilkan memiliki kemampuan untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

“Saya melihat sendiri bagaimana produk tas ini dikerjakan dengan rapi oleh tenaga kerja lokal yang terampil. Kualitasnya tidak kalah dengan produk luar. Ini bukti bahwa industri di Bekasi punya daya saing yang nyata,” ujar QRS.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi pelaku industri tidak selalu berkaitan dengan kemampuan menghasilkan produk berkualitas.

Keterbatasan akses terhadap pembeli dan jaringan bisnis juga dapat menghambat perkembangan usaha. Karena itu, KADIN Kota Bekasi diharapkan mampu menjembatani kebutuhan produsen dengan calon mitra yang sesuai.

“Tugas KADIN Kota Bekasi adalah membukakan pintu. Kami ingin menghubungkan pelaku usaha di Bekasi dengan jejaring pembeli, baik untuk pasar ekspor maupun kebutuhan dalam negeri seperti instansi, korporasi, dan event. Kalau pasarnya terbuka, produksi naik, dan yang merasakan dampaknya adalah tenaga kerja kita,” tambahnya.
 
Industri Tumbuh, UMKM dan Tenaga Kerja Ikut Berpeluang

Bagi perekonomian Kota Bekasi, berkembangnya industri manufaktur memiliki arti lebih luas daripada peningkatan penjualan sebuah perusahaan.


Aktivitas produksi dapat berkaitan dengan kebutuhan bahan baku, pengemasan, transportasi, distribusi, hingga jasa pendukung lainnya yang dapat menjadi ruang usaha bagi UMKM.

Apabila hubungan bisnis tersebut dibangun secara berkelanjutan, pelaku usaha kecil berpotensi terlibat dalam rantai pasok industri. Di sisi lain, peningkatan pesanan yang diikuti penambahan kapasitas produksi juga dapat membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

Namun, manfaat tersebut membutuhkan tindak lanjut yang konkret, mulai dari penjajakan kerja sama, pemetaan kebutuhan perusahaan, hingga penyesuaian kemampuan pemasok dengan standar dan volume permintaan industri.

Dalam konteks ini, keterlibatan KADIN menjadi penting untuk membantu mempertemukan kebutuhan dunia usaha sekaligus mendorong kolaborasi antara perusahaan besar dan pelaku UMKM.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem usaha lokal sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada satu sektor atau perusahaan.
 
KADIN Turun Langsung Menyerap Kebutuhan Pengusaha

QRS menyampaikan bahwa KADIN Kota Bekasi akan terus turun ke lapangan untuk mengenali potensi industri dan UMKM, serta memahami persoalan yang dihadapi pengusaha secara langsung.


Pendekatan ini diharapkan membuat program pembinaan dan kemitraan lebih sesuai dengan kebutuhan nyata pelaku usaha, baik terkait pengembangan bisnis, peningkatan kapasitas produksi, maupun hubungan dengan calon mitra.

“Kami tidak ingin KADIN hanya hadir di ruang rapat. Kami ingin hadir di pabrik, di bengkel produksi, di tempat pelaku usaha bekerja. Dari situ kita tahu apa yang mereka butuhkan dan bisa langsung kita tindak lanjuti,” tutupnya.

Kunjungan ke PT Bona Amiko Kreasi diharapkan menjadi awal kerja sama yang lebih konkret antara KADIN Kota Bekasi dan pelaku industri lokal.

Tindak lanjutnya dapat menjadi pijakan untuk memperkenalkan kemampuan produsen Bekasi kepada jaringan bisnis yang relevan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan UMKM.

Bagi warga Kota Bekasi, penguatan industri lokal diharapkan membawa manfaat nyata melalui keberlanjutan usaha, terbukanya kesempatan kerja, dan meningkatnya keterlibatan pelaku usaha kecil dalam aktivitas ekonomi daerah.

Dengan demikian, produk buatan Bekasi tidak hanya memiliki kesempatan untuk berkembang lebih luas, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat setempat. [■]

Reporter: EKO/NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/Kandidat2 
banner kontak BekasiOL Kejagung Geledah Pemkot Bekasi iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama