contoh iklan header
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Perjalanan Panjang dan Besar Berkeliling Dunia Segera Dimulai

Jelajahi Dunia dengan Berkendaraan Motor 
Menulis tentang Sosial Seni Budaya, Wisata Kuliner dan Politik


Bekasi, dobeldobel.com
Mana yang paling penting dalam hidup gue? Jelas sebagai seorang normal dan muslim gue jawab, Allah-lah segalanya buat gue, dengan nyontoh sama sang kekasih sejati Ilahi Robbi, baginda Rasulullah s.a.w. maka gue mbuletin tekad gue untuk berkelana berkeliling dunia. Dan langkah awal gue adalah mengelilingi pulau Jawa, terus ke pulau Bali (tempat leluhur keluarga istri gue), terus ke NTB baru terbang ke pulau Sulawesi dan pulau Papua. Setelah itu baru lah ke pulau Kalimantan dan terakhir menjelajahi pulau Sumatera dari Sumsel hingga Aceh.

Terlalu muluk? Nggak juga! Karena perjalanan nantinya gue mau lalui dengan berkendaraan roda dua. Ya dengan motor berkeliling nusantara dalam waktu kurang dari 12 bulan kemudian berkeliling dunia dalam waktu 5 tahun dengan morot eh motor.

Gak seperti yang dikuatirkan sama keluarga, seperti nyokap, anak dan istri gue. Semua persiapan udah gue pertimbangkan dan gue jadwalin dengan dukungan dari sponsor mulai dari teman, kolega bisnis serta mitra wartawan. Sebenarnya tadinya gue mau barengan dengan komunitas motor Tiger di Bekasi (BKTC, alias Bekasi Tiger Club) tapi berhubung motor Tiger gue yang ambrol (rusak parah) serta ditarik sama dealer Honda pasca kecelakaan di Purwokerto. Ya udah gue beli motor bekas Honda CB (kan sama juga tuh, masih sodaraan dengan Tiger, bahkan gue dengar kalo Honda CB 125 ini adalah kakek moyangnya Honda Tiger yang sekarang.... Ya udah lah apa boleh baut... yang penting ceritanya naik motor... titik Berdoa aja semoga Allah ngasih kemudahan dan rezeki lebih).

Sponsor pertama yang akan membantu gue, mungkin kolega bisnis dan beberap rekan di anggota Dewan khususnya DPRD Kota Bekasi dan beberapa anggota DPR RI yang dulu sewaktu mereka masih caleg sempat gue wawancarain dan gue tulis profilnya di jaringan situs blogs gue ini. Bukan maksudnya untuk minta balas jasa, tapi barangkali saja dengan niat untuk mengeksplorasi potensi budaya dan ekonomi daerah dari hasil perjalanan kembara gue berkeliling dunia ini membuka banyak wawasan gue secara pribadi tapi juga demi persatuan buat sesama manusia. Jieeehh! Gayanya bang Sidik Rizal... kayak kandidat presiden aja...!

By the way, wanyway busway, gue coba bikin lagu ngerap sambil nanti gue jalan di atas motor gue!

Banyak sumber inspirasi hari ini datang menghampiri,
dan gue tahu gue gak akan mau kreatifitas dikebiri,
gue coba bebas melepas ide bagai kaburnya biri-biri,
nggak ikutan orang ke kanan atau ke kiri.

Chorus:
(hehehehe gue coba pake ide kreatif Saykoji menulis cara freestyle,
kali aja nanti jadi rapper dadakan bisa hapal nyanyiin Copy My Style)

Dik Rizal jadi rapper semua orang pada nyebut
lebih baik begitu daripada gue mendadak dangdut?
Maunya gue badan nggak kurus tapi sedikit gendut
Biar kayak Saykoji, kliatan bulet tapi kok tetap tampilnya imut

Ternyata nggak gampang dan gue butuh sering latihan

biar jadi seniman yang mampu eksis tuk bertahan
dan  begitu ngetop nggak ngaku-ngaku jadi tuhan

sering mencela orang dan lupa sama awal tujuan

(hehehehe gue coba pake ide kreatif Saykoji menulis cara freestyle,
kali aja nanti jadi rapper dadakan bisa hapal nyanyiin Copy My Style)

---------------------------------------------------
Sebenarnya apa seh motivasi gue berkelana?Nah yang ini mesti gue jelasin biar nggak salh orang berfikir tentang niat gue yang cukup gila ini.
Bukan niat gue meninggalkan tanggung jawab. Nabi Muhammad sendiri dan para shahabat melakukan perjalanan dakwah dan mereka menyebutnya khuruj. Memang ada satu jama'ah yang menganut faham khuruj (berkelana atau keluar untuk da'wah) yakni Jama'ah Tabligh. Dulu pernah seh gue sempet ikutan, tapi gue belum sempat ke luar negeri sampe India, Pakistan apalagi Bangladesh.

Beda dalam proses mudah-mudahan ngak beda dalam niat mulia dan agungnya. Tanggung jawab buat keluarga gue tetap dong, itulah sebabnya gue butuh sponsor. Sebagai imbalan buat para sponsor pendukung, ya gue bikin tulisan reportase dari setiap perjalanan gue di situs blogs. Karena perjalanannya menggunakan kendaraan bermotor roda dua, maka pastinya gue bakalan banyak dapt peluang menjaring sponsor beragam merk motor (hehehehehe, bisa aja otak bisnis komersil gue ya... tapi ini bukan rencana, biar Allah saja lah yang ngatur semua). Termasuk laptop gue, mungkin aj nanti ada sponsor perusahan lokal laptop yang mau menyuplai kebutuhan laptop gue dengan gratis serta purna jual yang mendukung (lagi-lagi gue mau berhehehe). Terus sponsor HP yang ada fasilitas onlinenya. Kayaknya dulu gue pernah kerja sama distributor Nokia dan Apple Macintosh... Tapi ap dia masih marah gak ya ma gue, karena gue dulu pernah mengecewakan do'i dalam pekerjaaan gue sewaktu jadi Marketing Eksekutif usaha internet Meganet.

Ah udah lama, toh HP Motorola gue juga disita sama do'i.... mudah-mudahan dia maafin dan mau mengerti gue. Kalau ingat sang bos ini, gue jadi inget sudah berapa banyak orang-orang yang pernah gue kecewain. Nah kalau sudah kayak gini, gue jadi ngeri buat ngelanjutin rencana perjalnan ini... Abis gue mikir, ap mau mereka itu nanti mendukung gue atau paling ngak nanti mereka nggak akn mengungkapkan aib-aib gue... (Hualah gayanya kayak gue sok bakalan ngetop aja huahahha!!! Bukannya sok nasionalis, sombong mengangkat alis ---- inget lagunya Saykoji lagi tuh)!

Kembali ke laptop....pokok permasalahan, niat awal dan mendasar gue berkeliling adalah menulis tentang akar budaya, sosial dan ekonomi di semua daerah di Indonesia dan seluruh penjuru dunia untuk berbagi dengan sesama.  Itulah sebabnya kelankuliner.co.cc sebagi situs kuliner yang mengawali konsep menulis tapi tetap menghasilkan dan konsepnya lebih kepada advertorial yang saling menguntungkan buat narasumber, termasuk situs blogs dobeldobel.com yang bertajuk profil. Di situs jaringan profil itu gue juga bangun konsep tulisan advertorial promo yang saling menguntungkan. Narasumber teraktualisasikan di media online dan direkam di perpustakaaan nasional terbesar di dunia (Amerika Serikat sana dengan Library of Congress of USA) sehingga data mereka diabadikan untuk bisa dibuka dan diakses oleh anak cucu kita nanti seratus tahun kemudian. Terus sebagai imbal baliknya ya gue dibayr mereka. Cukup fair alias adil kan?

Nah berangkat dari situlah, makanya gue pikir inilah kesempatan gue berkelan sambil mencari nafkah dan tak melupakan tugas gue sebagi orangtua serta suami buat keluarga gue. Apalagi sebenarnya gue banyak sekali hutang yang mesti gue bayar buat nyokap gue tercinta dan keluarga. Karena dia udah banyak berkorban dan membiayai gue hingga gue jadi kayak sekarang ini. Bayangin mulai dari biaya sekolah dari SD hingga kuliah yang kalu gue total apa bisa gue bayar lunas? Belum air susunya serta kasih sayangnya yang tak pernah terbatas bukan hanya ke gue tapi seluruh anak-anknya. (loh apa hubungannya ama niat berkelan gue?)

Ya itu tadi, mungkin inilah cara gue untuk eksis dan bermanfat buat orang lain sambil mendapatkan nilai baik serta manfat dan sekalian mencari nafkah yang dihasilkan dari pekerjaan yang begitu gue cintai, yakni berkelan dan menulis serta menemui banyak orang untuk menyebarkan cinta kasih dan indahnya ketaatan kepada Allah SWT. (hehehehehe ini sebenarnya kata kunci dan kata ajaibnya)

Karena kasih sayang Allah lah maka gue mau membalasnya dengan pengorbanan gue saat berkelana dan ngarepin ridho-Nya dalam setiap tulisan reportase gue. Artinya biarpun gue nggak dapat sponsor yang berlebihan, asal anak istri dan keluarga gue udah terjamin, maka Pengembaraan berlanjut.

Yang juga perlu gue tegasin adalah gue lagi nggak mencari jatidiri, tapi inilah jatidiri gue yang sebenarnya. Mau menjadi sesuatu yang bermanfat buat sesama dengan pekerjaan yang gue cintai. (mudah-mudahan nggak terlalu idealis atau ketinggian ya bahasa kalbu gue ini???)

PErjalann gue rencanakan sebelum lebaran dengan sponsor utama mungkin Frestea dan pak Wahyu Saidi (Taman Resto), kemudian beberap kolega bisnis gue seperti Taman Kuliner, De Koeliner, Warunbg Kuliner, Daeng Tata, dan beberap anggota dewan serta sahabat-sahabat gue dan seorang teman lama di satu kedubes asing (dan sorry belum bisa gue ungkap, nunggu sinyal dan proposal gue masuk ke tangan dia).

So, the most important thing is determination, alias keseriusan gue memulai ini dengan melakukan segal persiapan yang diminta oleh para sponsor. Benefit yang bakalan mereka dapt setidaknya harus lebih besar daripada ap yang gue dapetin dari mereka, dengan begitu gue ngak perlu berhutang banyak kepada mereka. Cukup gue hanya berhutang sama Allah dan membayarnya dengan amal shaleh dengan berda'wah dan menyebarkan kasih sayang serta menyampaikannya kepadea setiap orang yang bisa gue temui.

Sidik Rizal - dobeldobel.com
Kandidat Calon Walikota Bekasi Heri Koswara

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Kandidat Calon Walikota Bekasi, Heri Koswara