MUI Kota Bekasi Perkuat Dakwah Digital, Bekali Puluhan Dai Menjawab Tantangan Era Media Sosial
kandidat-kandidat.com | Selasa, 28 Juli 2026, 12:42 WIB | NMR/DR
— KOTA BEKASI| Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dalam upaya memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.
Mimbar masjid kini bukan lagi satu-satunya medan dakwah. Menyadari generasi muda lebih banyak "berjamaah" di TikTok, Instagram, YouTube hingga Facebook, MUI Kota Bekasi mulai mengubah strategi. Puluhan dai dan ustazah dibekali ilmu dakwah digital agar tak kalah cepat dengan derasnya arus konten yang membanjiri media sosial.
— KOTA BEKASI| Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dalam upaya memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.Melalui Pelatihan Dakwah Digital yang digelar di Aula MUI Kota Bekasi, Selasa (28/7/2026), puluhan dai, ustadz dan ustadzah dibekali kemampuan memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah yang lebih efektif, kreatif, dan menjangkau generasi muda.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kota Bekasi tersebut sekaligus dirangkaikan dengan syukuran sederhana memperingati Hari Lahir MUI ke-51, sebagai momentum memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah daerah, serta berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dalam membangun kehidupan keagamaan di Kota Bekasi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sekitar 50 peserta yang terdiri dari dai, ustaz, dan ustazah mengikuti pelatihan dengan antusias.
Mereka mendapatkan materi mengenai strategi berdakwah di ruang digital, mulai dari pemanfaatan media sosial, teknik penyusunan konten yang menarik, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung penyebaran pesan-pesan keislaman yang moderat dan mencerahkan.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diperkenalkan langsung pada praktik penggunaan berbagai platform digital agar mampu menghasilkan konten dakwah yang relevan dengan karakter masyarakat modern.
Ketua panitia sekaligus narasumber menjelaskan, transformasi metode dakwah menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa dihindari.
Jika selama ini dakwah identik dengan ceramah di masjid, majelis taklim, atau mimbar pengajian, kini penyampaian pesan keagamaan juga harus hadir di ruang digital yang setiap hari diakses jutaan masyarakat.
"Para dai harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Dakwah hari ini tidak cukup hanya dilakukan secara konvensional, tetapi juga harus hadir di media sosial agar pesan-pesan Islam yang menyejukkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas," ujarnya.
Menurutnya, sasaran utama dakwah digital adalah kelompok usia produktif, terutama remaja dan generasi muda berusia 17 hingga 35 tahun, yang kesehariannya tidak lepas dari telepon pintar dan media sosial.
"Yang menjadi sasaran kita adalah mereka yang memegang gadget, yang setiap hari menggunakan media sosial. Mereka inilah yang menjadi target utama dakwah karena di saat yang sama juga menjadi sasaran derasnya berbagai pengaruh budaya luar yang masuk melalui internet," ungkap salah seorang peserta pelatihan, ustadz Ismail Ibrahim. langsung kepada Bekasi-OL, Selasa, 28/7/2026 pagi.
MUI Kota Bekasi menilai, derasnya arus informasi di dunia maya membawa dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, teknologi membuka peluang besar untuk menyebarkan nilai-nilai Islam secara lebih luas dan cepat. Namun di sisi lain, internet juga menjadi ruang subur bagi penyebaran pemahaman keagamaan yang belum tentu memiliki landasan keilmuan yang benar.
Fenomena maraknya konten agama tanpa sanad keilmuan yang jelas, disertai derasnya pengaruh budaya populer global yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Islam, menjadi tantangan serius yang harus dijawab melalui penguatan literasi digital para dai / pendakwah.
Karena itu, MUI Kota Bekasi mendorong para pendakwah agar mampu menghadirkan konten-konten yang edukatif, santun, menyejukkan, dan mudah dipahami masyarakat, sehingga media sosial tidak hanya dipenuhi informasi yang bersifat sensasional, tetapi juga menjadi ruang penyebaran ilmu dan akhlak.
Momentum Hari Lahir MUI ke-51 juga dimanfaatkan untuk mempertegas komitmen organisasi dalam mempererat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bekasi, lembaga pendidikan, serta seluruh elemen umat Islam. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan moral masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Melalui pelatihan ini, MUI Kota Bekasi berharap lahir generasi dai yang tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, menguasai teknologi komunikasi digital, serta menjadi pelopor penyebaran dakwah Islam yang moderat, damai, dan rahmatan lil 'alamin di ruang publik digital. [■]
Tags
Artificial Intelligence
Dakwah
KH. Saifuddin Siroj
Kota Bekasi
Media Sosial
MUI
MUI Kota Bekasi




