Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Referendum Bikin Heboh, Sherly Pilih “Jurus Damai”: Beda Boleh, Pecah Jangan!

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Sherly Tjoanda Mengingatkan Warga Malut Agar Tak Mudah Terpancing Isu Yang Bisa Mengganggu Keamanan dan Persatuan

kandidat-kandidat.com | Senin, 17/Agt/2026, 12:57 WIBNMR/DR

Isu referendum yang mencuat di sejumlah wilayah ikut membuat Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda angkat suara. Alih-alih ikut panas, Sherly justru mengajak warga “mending adem” dan tidak mudah terpancing provokasi yang bisa mengusik keamanan serta persatuan Indonesia.
 
 — MALUKU UTARA | Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyerukan masyarakat menjaga persatuan, keamanan, dan keharmonisan di tengah mencuatnya isu referendum di sejumlah wilayah, termasuk Maluku Utara. Ia meminta warga tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah maupun keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Seruan itu disampaikan Sherly seusai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, Senin, 17 Agustus 2026.


Bagi Sherly, peringatan kemerdekaan tidak semestinya berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan merupakan bagian dari perjalanan bangsa untuk membangun negara yang berdaulat, adil, dan makmur.


“Harapannya, semoga Indonesia semakin makmur, warganya sejahtera, serta kondisi ekonomi dan keamanan selalu aman dan stabil di seluruh pelosok Indonesia,” kata Sherly kepada wartawan.


Di tengah situasi tersebut, Sherly menyinggung munculnya isu referendum di sejumlah daerah. Ia menilai perbedaan yang ada di tengah masyarakat tidak seharusnya menjadi alasan untuk mempertajam perpecahan.

Menurut dia, keberagaman merupakan bagian dari fondasi kehidupan berbangsa yang harus dijaga bersama.

Sherly mengatakan pandangan tersebut sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya menjaga persatuan nasional. Indonesia, kata dia, dibangun di atas prinsip Bhinneka Tunggal Ika, yang menempatkan perbedaan sebagai bagian dari kehidupan bangsa tanpa menghilangkan persatuan.

“Kita dipersatukan di bawah Bhinneka Tunggal Ika. Kita berbeda dalam agama, tetapi memiliki satu bahasa dan satu tanah air,” ujar Sherly.

Karena itu, Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara tersebut meminta masyarakat menyikapi berbagai isu secara bijak dan tidak mudah terseret provokasi.



Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan serta hubungan harmonis antar warga, terutama ketika daerah menghadapi isu yang dapat memicu ketegangan sosial dan politik.

“Kita harus menjaga keamanan dan keharmonisan antarsesama warga negara Indonesia,” kata dia.

Menurut Sherly, menjaga persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam memastikan keberagaman tidak berubah menjadi sumber konflik.

Peringatan kemerdekaan, kata dia, seharusnya menjadi momentum untuk memperbarui komitmen bersama dalam menjaga persatuan Indonesia di tengah perbedaan yang ada. [■]

Reporter: RS/Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
banner kontak BekasiOL banner GEKRAFS dokcan iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama