Selendang Bugis di Leher Munir & Atal: Akhir Perang Dingin Wartawan, Hendry Tumbang Tanpa Perlawanan

Lihat juga: Video Tayangan Kongres Persatuan PWI di Cikarang, Kabupaten Bekasi Hasilkan Ketum Baru Akhmad Munir
Di dalam gedung Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Komdigi Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memasuki babak paling menentukan: pemilihan ketua umum.
Sejak pagi, suasana tegang terasa. Dua nama kandidat utama—Akhmad Munir dan Hendry Ch. Bangun—menyita perhatian.
Keduanya membawa reputasi panjang dalam dunia jurnalistik. Munir, Direktur Utama LKBN ANTARA, kerap disebut sebagai sosok yang piawai meramu bahasa media menjadi komoditas yang kokoh.
Dari 39 provinsi yang memiliki hak suara, pertarungan berlangsung ketat. Sesekali, bisik-bisik soal peluang dan taktik manuver terdengar di lorong gedung.
Namun ketika kotak suara dibuka, peta berubah jelas. Munir melesat jauh. Dengan 52 suara, ia unggul telak dari Hendry yang hanya meraih 35 suara.
“Cak Munir menang,” ujar seorang peserta sambil menghela napas lega.
Tak hanya ketua umum, kongres juga memilih Ketua Dewan Kehormatan PWI. Pertarungan kali ini lebih sengit. Atal S. Depari akhirnya keluar sebagai pemenang dengan 44 suara, tipis di atas lawannya, Sihoni HT, yang meraih 42 suara.
Sebagai penanda kemenangan, Munir dan Atal dikalungi selendang sutra Bugis—ritual simbolis pergantian kepemimpinan yang menyiratkan harapan baru bagi PWI.
Dalam pidatonya, Munir menegaskan agenda utama kepemimpinannya: konsolidasi dan rekonsiliasi organisasi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Hendry Ch. Bangun dan Zulmansyah Sakedang yang turut menjaga agar kongres berjalan sebagai ajang pemersatu, serta kepada Kominfo, Kemenkumham, dan Dewan Pers yang memberi dukungan.
'
Dukungan dari daerah pun mengalir. Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, ucapkan selamat sekaligus menegaskan komitmen mendukung agenda penyatuan.
Dukungan dari daerah pun mengalir. Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, ucapkan selamat sekaligus menegaskan komitmen mendukung agenda penyatuan.
“Semoga amanah ini menjadi awal baru bagi PWI untuk semakin solid, menjaga marwah organisasi, dan memajukan pers Indonesia,” ujarnya.
Di sela acara, Pemimpin Redaksi Bekasi-Online.com, yang juga anggota PWI Bekasi Raya, H. Sidik Rizal, menyampaikan langsung kegelisahan praktis kepada Munir.
Ia meminta agar status keanggotaan PWI di Bekasi Raya dan Jawa Barat bisa diverifikasi kembali secara daring (online).
Munir menjawab lugas: persoalan itu akan segera dibereskan. “Nomor keanggotaan di manapun saat diakses dengan komputer akan muncul lengkap,” janji Cak Munir.
Ketua Dewan Kehormatan terpilih, Atal S. Depari, juga menyambut hangat. Saat disalami Sidik Rizal, ia memberikan isyarat salam balik kepada sang wartawan dengan ramah.
Kongres PWI yang berakhir pada 30 Agustus 2025 di Cikarang ini menandai babak baru. Setelah bertahun-tahun dilanda dualisme dan tarik menarik kepentingan, organisasi wartawan tertua di Indonesia itu diharapkan kembali solid.
Jalan panjang memang menanti, tapi setidaknya untuk kali ini, PWI pulang dari Cikarang dengan satu suara.
Sebagai catatan khusus, Kongres Persatuan PWI di Cikarang kali ini dihadiri perwakilan anggota PWI dari banyak provinsi, kabupaten dan kota, namun hanya dari PWI Bekasi Raya yang anggotanya terbanyak hadir hingga nyaris 70 orang. [■]


إرسال تعليق
Silakan beri komentar yang baik dan sopan