Sempat Anjlok ke Peringkat 7, Bekasi Mulai Bangkit? Natal ASN Perdana Usai 5 Tahun Jadi Sinyal Kuat Kota Toleran
Dihadiri Wawali dan Diapresiasi Dirut PTMP, David Hendradjid Rahardja; Perayaan Natal ASN di Balai Kota Disebut Momentum Strategis Perbaikan Iklim Toleransi. Setelah peringkat Kota Bekasi merosot dari posisi 3 ke peringkat 7 Kota Toleransi Nasional pada 2025, angin perubahan mulai terasa di awal 2026.
— KOTA BEKASI | Perayaan Natal Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bekasi yang kembali digelar setelah hampir lima tahun vakum dinilai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan indikator penting kebangkitan semangat inklusivitas dan toleransi di lingkungan pemerintahan.Momentum ini bahkan dinilai berpotensi menjadi titik balik perbaikan status toleransi Kota Bekasi ke depan.
Baca juga: Peringkat Toleransi Turun ke-7, Pemkot Rayakan Natal ASN: Sinyal Perbaikan?
Kehadiran langsung Wakil Walikota Bekasi Abdul Harris Bobihoe dalam acara tersebut dipandang sebagai pesan simbolik kuat dari pimpinan daerah bahwa ruang keberagaman kembali dibuka secara setara di jantung birokrasi.
Dalam konteks itulah, kepada Kandidat2 menyampaikan pesan lewat WhatsAppnya, Direktur Utama PT Mitra Patriot (PTMP) Perseroda, David Hendradjid Rahardja beri apresiasi penuh kepada Walikota Bekasi dan jajaran Pemkot, khususnya atas kehadiran Wawali Abdul Harris Bobihoe dalam perayaan Natal ASN tersebut.
David Hendradjid Rahardja (tengah) di tengah Natal bersama Wawali Harris Bobihoe
Berdasarkan rekaman pernyataannya, Sabtu (10/1/2026) David menilai langkah ini sebagai praktik nyata toleransi, bukan sekadar jargon, serta mencerminkan keberpihakan pemerintah daerah dalam merawat harmoni sosial dan kebhinekaan di Kota Bekasi.
Ia juga memandang bahwa kehadiran pimpinan daerah dalam perayaan keagamaan ASN lintas iman merupakan contoh kepemimpinan yang memberi rasa aman, penghargaan, dan pengakuan yang setara bagi seluruh aparatur dan warga.
Baca juga: Wawali Bobihoe : Kita Keluarga Besar Wujudkan Kota Nyaman Dan Ikut Sejahterakan Masyarakat
Sikap ini dinilai sejalan dengan upaya membangun ekosistem kota yang inklusif, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap penilaian indeks toleransi kota secara nasional.
Sejalan dengan itu, dalam sambutannya, Wawali Abdul Harris Bobihoe menegaskan bahwa ASN adalah satu keluarga besar dengan tujuan yang sama: melayani masyarakat secara tulus dan mewujudkan Kota Bekasi yang nyaman serta sejahtera.
Narasi “keluarga besar ASN” inilah yang kini dibaca publik sebagai fondasi sosial penting untuk mengembalikan citra Bekasi sebagai kota yang ramah terhadap perbedaan.
Dengan kombinasi kebijakan simbolik, kehadiran pimpinan daerah, dan dukungan BUMD strategis seperti PTMP, perayaan Natal ASN ini dinilai layak dibaca sebagai tren positif awal 2026—sebuah sinyal bahwa peringkat toleransi Kota Bekasi bukan tidak mungkin kembali merangkak naik setelah sempat terpuruk. [■]



Posting Komentar
Silakan beri komentar yang baik dan sopan