Dari Rival Jadi Rekan Dakwah? Gus Shol Ajak Wakil Walikota Urunan Gerakkan Sahabat MUI Demi Membangun Umat
kandidat-kandidat.com | Sabtu, 14 Feb 2026, 11:58 WIB| NMR / DR
— KOTA BEKASI | Politisi sekaligus pengusaha, H. Sholihin atau akrab disapa Gus Shol, resmi didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina Sahabat MUI Kota Bekasi dalam deklarasi yang digelar di Islamic Center Bekasi, Sabtu (14/02/2026).
Namun ia juga mengakui, kontribusi yang bisa diberikannya saat ini masih terbatas, terutama untuk menggerakkan roda organisasi agar menjangkau masyarakat lebih luas.
Momen deklarasi Sahabat MUI berubah hangat ketika Gus Shol mengakui keterbatasan dukungan yang bisa ia gelontorkan sebagai Dewan Pembina. Alih-alih gengsi, ia justru mengajak mantan lawan politiknya ikut gotong royong membangun akhlak warga Bekasi yang selama ini dikenal religius.
— KOTA BEKASI | Politisi sekaligus pengusaha, H. Sholihin atau akrab disapa Gus Shol, resmi didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina Sahabat MUI Kota Bekasi dalam deklarasi yang digelar di Islamic Center Bekasi, Sabtu (14/02/2026).Dalam pernyataannya, Gus Shol tegaskan komitmennya membina umat melalui wadah Sahabat MUI.
“Selagi untuk kepentingan Kota Bekasi, saya siap membantu. Tapi saya juga menyadari, bantuan saya belum seberapa. Karena itu gerakan ini harus kita dorong bersama,” ujar Gus Shol.
Menariknya, dalam momentum deklarasi tersebut, ia turut mengajak Wakil Walikota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, untuk ikut membantu menguatkan gerakan dakwah dan pembinaan akhlak umat.
Padahal, sebelumnya keduanya pernah menjadi kompetitor dalam kontestasi Pilkada/Pilwalkot Bekasi 2024 lalu.
Menurut Gus Shol, perbedaan politik adalah hal yang selesai saat pesta demokrasi usai. Kini, yang dibutuhkan adalah kolaborasi demi kepentingan umat, khususnya warga Kota Bekasi yang dikenal dengan kultur religius dan julukan kota para santri.
“Saya juga berharap Pak Wakil Walikota bisa turut membantu. Dulu boleh kita berbeda pilihan, tapi sekarang saatnya bersama membangun dakwah dan akhlak umat Bekasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kehadiran Sahabat MUI bukan untuk menjadi tandingan Majelis Ulama Indonesia (MUI), melainkan memperkuat peran keumatan melalui kolaborasi (dengan banyak ormas non plat merah MUI).
“Sebetulnya tidak ada benturan. Ini kolaborasi saja. Mengawal MUI dan mengisi ruang-ruang yang mungkin masih kosong. Intinya kolaborasi,” tegasnya.
Salah satu fokus utama program Sahabat MUI, lanjutnya, adalah edukasi masyarakat agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba serta pengaruh negatif lain (red. seperti LGBT) yang merusak moral generasi muda.
“Untuk membina umat agar tidak terhubung dengan narkoba dan hal-hal yang merusak. Edukasi akan kita lakukan dari tingkat RT, RW, kelurahan sampai kecamatan,” katanya.
Dengan keterbatasan kemampuan yang diakuinya, Gus Shol berharap gerakan Sahabat MUI dapat menjadi ruang gotong royong lintas elemen—ulama, umaro, hingga tokoh politik—demi memperkuat dakwah serta menjaga karakter religius masyarakat Bekasi. [■]
Tags
Gus Shol
Gus Sholihin
Harris Bobihoe
MUI
MUI Kota Bekasi
Ormas
Ormas Plat Merah
Sahabat MUI
Wakil Walikota
Wakil Walikota Bekasi




