Bersihkan Mushala hingga Tolong Korban Kecelakaan, Kehadiran Aparat Dinilai Lebih dari Sekadar Pengamanan
Warga Mampang, Jakarta Selatan, mengaku menyaksikan langsung aksi sigap dan humanis personel Polda Metro Jaya saat siaga banjir, Jumat (13/2/2026). Di sela patroli, polisi membersihkan musala sekaligus menolong korban kecelakaan tunggal di Jalan PLN Duren 3, menghadirkan rasa aman sekaligus empati di tengah kekhawatiran warga akan banjir.
— JAKARTA | Di tengah kecemasan warga menghadapi ancaman banjir, kehadiran aparat kepolisian di lapangan tak hanya soal patroli dan pengamanan.Warga di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, mengaku menyaksikan langsung aksi sigap sekaligus humanis personel Polda Metro Jaya yang dinilai memberi rasa tenang di situasi darurat.
Peristiwa itu terjadi Jumat (13/2/2026) di Jalan PLN Duren 3, Mampang. Saat menjalankan tugas siaga banjir, anggota Direktorat Samapta menyempatkan diri membersihkan Mushala At Taqwa yang sebelumnya mereka survei kondisinya.
“Mushala kami jadi lebih bersih. Di saat warga lagi fokus amankan rumah dari banjir, bantuan seperti ini terasa banget,” ujar salah satu warga sekitar.
Namun aksi itu tak berhenti di sana. Dalam perjalanan menuju lokasi berikutnya, personel mendapati kecelakaan tunggal di ruas jalan yang sama.
Tanpa menunggu petugas lain datang, anggota langsung turun tangan memberikan pertolongan pertama.
Korban saat itu dalam kondisi sadar, mengalami luka lecet di bagian pipi kiri. Polisi segera membersihkan luka dan memberikan penanganan awal sebelum korban ditangani lebih lanjut oleh personel Samapta.
Direktur Samapta Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo, menegaskan bahwa tugas siaga banjir memang menuntut personel siap dalam berbagai situasi, termasuk kemanusiaan.
“Siaga banjir bukan hanya memastikan wilayah aman, tapi juga bagaimana anggota hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. Saat melihat ada kecelakaan, itu sudah menjadi kewajiban untuk segera memberikan pertolongan,” ujarnya.
Meski begitu, sejumlah warga berharap aksi-aksi humanis seperti ini tidak hanya muncul saat momentum bencana atau siaga banjir saja, melainkan menjadi pola pelayanan sehari-hari aparat di wilayah permukiman.
“Kalau bisa jangan pas banjir doang. Kehadiran polisi yang dekat sama warga itu yang bikin kita merasa dilindungi,” kata warga lainnya.
Bagi masyarakat Mampang, kejadian ini menjadi contoh bahwa di tengah situasi darurat, sinergi empati antara aparat dan warga bisa menghadirkan rasa aman yang lebih nyata. [■]



