Wawancara Kandidat2 Mendadak Panas, Isu Pistol & Hercules Jadi Sorotan Publik Hingga Desakan Bubarkan GRIB Jaya
kandidat-kandidat.com | Sabtu, 23 Mei 2026, 13:07 WIB | NMR/DR
— BANDUNG | Pemerhati politik dan kebangsaan, Ustadz M Rizal Fadillah, melontarkan kritik keras terhadap tindakan yang diduga dilakukan oleh Rosario de Marshall alias Hercules terkait polemik yang menyeret nama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Suasana politik nasional kembali panas-dingin kayak AC warung kopi. M Rizal Fadillah dalam wawancara bersama Kandidat2 melontarkan kritik pedas terhadap Hercules dan GRIB. Dari istilah “jubah kekuasaan” sampai sindiran soal gaya mafia, publik auto ramai: ini diskusi politik atau casting film action lokal?
— BANDUNG | Pemerhati politik dan kebangsaan, Ustadz M Rizal Fadillah, melontarkan kritik keras terhadap tindakan yang diduga dilakukan oleh Rosario de Marshall alias Hercules terkait polemik yang menyeret nama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.Dalam wawancara khusus, Rizal menilai tindakan intimidatif yang disebut terjadi terhadap keluarga Ahmad Bahar sebagai ancaman serius bagi negara hukum dan demokrasi.
Berikut petikan wawancara Kandidat2 bersama narasumber Ustadz Rizal Fadillah:
Kandidat2:
Ustadz Rizal, bagaimana Anda melihat polemik yang kini melibatkan Hercules dan organisasi GRIB Jaya?
Ustadz Rizal Fadillah:
Saya melihat persoalan ini bukan sekadar konflik personal. Ini sudah menyentuh aspek hukum, moral, bahkan ketatanegaraan.
Ketika ada dugaan intimidasi, ancaman, hingga penggunaan senjata untuk menakut-nakuti warga, maka negara tidak boleh diam.
Kandidat2:
Anda dalam tulisan opini menggunakan analogi Hercules dalam mitologi Yunani. Apa maksudnya?
Ustadz Rizal Fadillah:
Dalam kisah Yunani, Hercules itu sosok kuat, tetapi akhirnya hancur oleh kesombongan dan racun yang melekat pada dirinya sendiri.
Saya meminjam analogi itu untuk menggambarkan bahwa kedekatan dengan kekuasaan bisa menjadi “jubah”, sementara rasa kebal hukum bisa menjadi “racun”.
Kalau seseorang merasa terlalu kuat dan tidak tersentuh hukum, itu berbahaya.
Kandidat2:
Polemik ini bermula dari isu yang menyeret nama Teddy Indra Wijaya dan Presiden Prabowo. Bagaimana Anda memandang hal tersebut?
Ustadz Rizal Fadillah:
Yang saya soroti bukan isu personalnya, melainkan respons yang muncul setelahnya.
Ketika kritik atau tudingan dibalas dengan tekanan dan intimidasi, publik tentu akan bertanya-tanya.
Dalam negara demokrasi, klarifikasi itu harus dilakukan secara elegan, bukan dengan cara-cara yang menimbulkan ketakutan.
Kandidat2:
Bagaimana tanggapan Anda terkait dugaan intimidasi terhadap Ilma Sani Fitriana, putri Ahmad Bahar?
Ustadz Rizal Fadillah:
Kalau benar terjadi seperti yang disampaikan kuasa hukum dan LBH, tentu itu sangat serius.
Ada dugaan ancaman verbal, tekanan psikologis, bahkan disebut adanya senjata api yang diperlihatkan. Itu tidak boleh dianggap sepele.
Saya mendukung langkah hukum agar semuanya terang-benderang.
Kandidat2:
Sejumlah elemen masyarakat sipil dan organisasi Islam juga ikut mengecam tindakan tersebut. Bagaimana menurut Anda?
Ustadz Rizal Fadillah:
Ya, karena masyarakat khawatir terhadap tumbuhnya budaya premanisme.
Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang memberi ruang pada gaya-gaya mafia.
Semua warga negara harus setara di depan hukum.
Kandidat2:
Dalam opini Anda, Anda bahkan menyebut GRIB Jaya layak dibubarkan. Apa dasar pandangan itu?
Ustadz Rizal Fadillah:
Saya melihat ada standar yang harus konsisten. Dulu ada organisasi yang dibubarkan dengan alasan dianggap melakukan kekerasan dan mengganggu ketertiban. Tentu Kita semua ingat dengan FPI yang dibubarkan pemerintah, bukan?
Maka kalau sekarang ada dugaan tindakan intimidasi dan kekerasan oleh kelompok lain, negara juga harus tegas. Prinsipnya jangan tebang pilih.
Kandidat2:
Apa harapan Anda kepada pemerintah dan aparat penegak hukum?
Ustadz Rizal Fadillah:
Saya berharap aparat bertindak profesional dan independen. Jangan sampai ada kesan perlindungan terhadap kelompok tertentu hanya karena dekat dengan kekuasaan.
Negara hukum harus hadir untuk melindungi masyarakat dan memastikan keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu.
Wawancara ini menjadi sorotan publik di tengah ramainya pembahasan mengenai dugaan intimidasi dan peran organisasi kemasyarakatan dalam ruang demokrasi Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Hercules maupun GRIB Jaya terkait tudingan yang disampaikan dalam wawancara tersebut. [■]
Tags
DPP GRIB Jaya
Herkules
Ormas GRIB Jaya
Prabowo Subianto
Seskab
Teddy Indra Wijaya
Ustadz Rizal Fadillah
