Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Dialog Kebangsaan FKUB Kota Bekasi Dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045

iklan banner AlQuran 30 Juz

FKUB Bekasi Gelar Dialog Kebangsaan, Marwah Zaitun: Pemuda Lintas Agama Garda Terdepan Jaga Persatuan

kandidat-kandidat.com | Jumat, 22 Mei 2026, 19:45 WIBNMR/DR

Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai Dialog Kebangsaan Tokoh dan Pemuda Lintas Agama yang digelar FKUB Kota Bekasi. Dalam forum tersebut, Marwah Zaitun menegaskan bahwa ancaman terbesar bangsa hari ini bukan cuma kemiskinan atau pengangguran, tetapi juga hoaks dan provokasi digital yang bisa mengadu domba masyarakat bila generasi muda kehilangan akal sehat dan semangat toleransi.

 — KOTA BEKASI | FKUB Kota Bekasi menggelar Dialog Kebangsaan Tokoh dan Pemuda Lintas Agama dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045 sebagai upaya memperkuat persatuan, toleransi, serta kolaborasi antar elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan masa depan bangsa.

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat kebersamaan itu dihadiri Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan, Ketua MUI Kota Bekasi KH Saifudin Siroj, Kabid KESBAOK Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bekasi Hj. Marwah Zaitun, SPd., MPd., tokoh lintas agama dari unsur Katholik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu, perwakilan Muhammadiyah Kota Bekasi, PCNU Kota Bekasi, PERSIS, BAZNAS Kota Bekasi, organisasi kepemudaan, hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.


Dalam wawancaranya, Marwah Zaitun menegaskan bahwa tokoh agama dan generasi muda lintas iman memiliki posisi strategis sebagai penjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Menurutnya, menyongsong Indonesia Emas 2045 bukan hanya soal pembangunan ekonomi dan kemajuan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana bangsa ini mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman yang semakin kompleks.

Tokoh dan pemuda lintas agama adalah garda terdepan dalam merawat wawasan kebangsaan dan memperkuat moderasi beragama. Mereka menjadi agen perubahan yang mampu menjembatani keberagaman agar tidak berkembang menjadi perpecahan di tengah masyarakat,” ujar Marwah.

Ia menjelaskan, terdapat empat pilar utama yang menjadi fondasi dalam memperkuat moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta kemampuan mengakomodasi budaya lokal.


Keempat nilai tersebut, kata dia, harus terus ditanamkan terutama kepada generasi muda agar mampu menghadapi derasnya arus informasi dan dinamika sosial di era digital.

Pemuda hari ini bukan hanya pewaris bangsa, tetapi juga penentu arah masa depan Indonesia. Karena itu, mereka harus menjadi teladan toleransi dan perekat sosial di lingkungan masing-masing,” katanya.

Marwah juga menyoroti pentingnya peran pemuda lintas agama dalam menangkal penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga provokasi yang berpotensi memicu konflik sosial.

Menurutnya, media sosial saat ini kerap menjadi ruang subur penyebaran radikalisme apabila tidak diimbangi dengan literasi kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila yang kuat.


Pemuda harus menjadi filter informasi dan penangkal hoaks. Narasi yang dibangun harus narasi persatuan, bukan perpecahan,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong generasi muda untuk aktif menginisiasi berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok.

Baginya, kerja-kerja kolaboratif seperti bakti sosial, dialog antar iman, hingga kegiatan kemasyarakatan menjadi ruang nyata untuk memperkuat solidaritas kebangsaan.


Dialog konstruktif seperti ini penting agar potensi konflik sosial bisa dicegah sejak dini melalui komunikasi yang sehat dan saling menghargai,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Marwah Zaitun juga menyampaikan apresiasi kepada FKUB Kota Bekasi yang secara konsisten menghadirkan ruang kolaborasi antar umat beragama di Kota Bekasi.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bekasi melalui Badan Kesbangpol akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang memperkuat persatuan dan penghormatan terhadap keberagaman di kota yang heterogen tersebut.

Kesbangpol selalu mendukung dan mengapresiasi setiap kegiatan yang diselenggarakan FKUB. Ini bagian dari upaya bersama menjaga kerukunan, harmonisasi, dan kenyamanan Kota Bekasi,” ucapnya.


Ia menambahkan, keberadaan forum-forum seperti FKUB Kota Bekasi, komunitas pemuda lintas agama, hingga program moderasi beragama menjadi wadah strategis dalam memperkuat semangat kebangsaan dan cinta tanah air.

Marwah berharap dialog kebangsaan tersebut tidak berhenti sebatas seremoni, melainkan mampu melahirkan gerakan nyata lintas generasi dan lintas agama demi menjaga Kota Bekasi tetap damai, harmonis, dan nyaman dihuni seluruh masyarakat.

Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi keberagaman, kerukunan, dan harmonisasi di Kota Bekasi. Karena kerukunan adalah modal utama menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. [■]

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama