Persipasi Ukir Treble Winner & Pertahankan Prestasi hingga Liga 3 Jabar Namun Coach Gomez Masih Perjuangkan KITAS nya?
kandidat-kandidat.com | Senin, 3 Agt 2026, 13:45 WIB | NMR/DR
— KOTA BEKASI | Dalam tiga musim terakhir, sepakbola Kota Bekasi mencatat capaian yang patut dibanggakan. Persipasi berhasil meraih medali emas cabang sepakbola Porprov Jawa Barat 2022, menjadi Juara Liga 3 Seri 1 Jawa Barat musim 2022/2023.
Keberhasilan Kota Bekasi mencetak sejarah di lapangan hijau ternyata belum sepenuhnya diikuti dengan keberanian membangun sistem pembinaan sepakbola yang bertumpu pada pelatih berkualitas internasional. Di balik euforia gelar juara, masih ada ironi yang dialami pelatih asal Brasil, Gomes Leandro Luciano
— KOTA BEKASI | Dalam tiga musim terakhir, sepakbola Kota Bekasi mencatat capaian yang patut dibanggakan. Persipasi berhasil meraih medali emas cabang sepakbola Porprov Jawa Barat 2022, menjadi Juara Liga 3 Seri 1 Jawa Barat musim 2022/2023.Kemudian kembali pertahankan gelarnya sebagai Juara Liga 3 Seri 1 Jawa Barat musim 2023/2024. Tiga prestasi tersebut bahkan disebut sebagai treble winner atau tiga gelar bergengsi dalam satu periode pembinaan.
Catatan redaksi: Sepak bola Kota Bekasi meraih Treble Winner pada tahun 2023 (yang puncaknya diraih pada bulan Februari 2023 setelah rangkaian kompetisi musim 2022/2023).
Detail Tiga Gelar Juara
Namun di balik keberhasilan itu, muncul pertanyaan yang layak ditelusuri. Apakah prestasi tersebut sudah cukup untuk membawa sepakbola Bekasi naik kelas hingga level profesional nasional, atau justru masih membutuhkan sentuhan pelatih berlisensi internasional?
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Kota Bekasi memiliki potensi besar sebagai salah satu lumbung talenta sepakbola Jawa Barat. Bahkan Persipasi kembali mampu mempertahankan gelarnya pada musim berikutnya dengan mengalahkan Persikas Subang 2-0 di final Liga 3 Seri 1 Jawa Barat 2023/2024.
Detail Tiga Gelar Juara
- Medali Emas: Tim sepak bola Kota Bekasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) / Porda Jawa Barat 2022.
- Juara Liga 3: Persipasi Kota Bekasi sebagai Juara Liga 3 Seri 1 Jawa Barat Musim 2022-2023.
- Juara Piala Soeratin U-17: Tim Laskar Patriot Junior Persipasi U-17 sebagai Juara Piala Soeratin U-17 Provinsi Jawa Barat.
Namun di balik keberhasilan itu, muncul pertanyaan yang layak ditelusuri. Apakah prestasi tersebut sudah cukup untuk membawa sepakbola Bekasi naik kelas hingga level profesional nasional, atau justru masih membutuhkan sentuhan pelatih berlisensi internasional?
Salah satu nama yang kini berada di Kota Bekasi adalah Coach Gomes Leandro Luciano, warga negara Brasil kelahiran Macaé, Rio de Janeiro, yang berdasarkan dokumen paspor masih berlaku hingga tahun 2034.
Berdasarkan dokumen yang diterima redaksi, Gomes juga mengantongi Lisensi PRO CBF Academy, lisensi kepelatihan tertinggi yang diterbitkan Konfederasi Sepakbola Brasil (CBF), dengan beban pendidikan mencapai 370 jam pelajaran.
Lisensi tersebut bukanlah sertifikat biasa. Brasil dikenal sebagai salah satu negara dengan tradisi pembinaan sepakbola terbaik di dunia. Banyak pelatih elite dunia lahir dari sistem pendidikan kepelatihan CBF.
Ironisnya, meski telah mendirikan akademi sepakbola di Kota Bekasi, Coach Gomes hingga kini belum memperoleh ruang yang memadai untuk berkontribusi lebih luas. Informasi yang dihimpun menyebutkan, berbagai upaya agar ia dapat melatih secara legal di Kota Bekasi masih terkendala administrasi keimigrasian dan ketenagakerjaan.
Padahal kebutuhan terhadap pelatih berkualitas bukan hanya dimiliki Persipasi. Klub profesional seperti FC Bekasi City, sekolah sepakbola, akademi usia dini, hingga pembinaan menuju Porprov Jawa Barat berikutnya membutuhkan peningkatan kualitas pelatih agar regenerasi pemain berjalan berkesinambungan.
Persoalan Bukan Kompetensi, Tetapi Legalitas
Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, serta regulasi terbaru mengenai visa dan izin tinggal, seorang pelatih asing yang bekerja di Indonesia wajib memperoleh sponsor dari lembaga Indonesia, memenuhi persetujuan penggunaan tenaga kerja asing, memperoleh visa kerja, kemudian ITAS atau KITAS kerja sebelum dapat menjalankan aktivitas profesionalnya.
Artinya, persoalan yang dihadapi Coach Gomes bukan semata-mata kemampuan teknis, melainkan mekanisme administratif yang membutuhkan dukungan institusi, baik klub, yayasan, akademi, maupun organisasi olahraga sebagai sponsor resmi.
Tanpa dukungan tersebut, pelatih dengan lisensi setinggi apa pun tidak dapat bekerja secara sah di Indonesia.
Perlu Keberpihakan Pembinaan
Di sinilah peran Pemerintah Kota Bekasi, Dispora, KONI, Askot PSSI maupun pemangku kepentingan olahraga menjadi penting.
Apabila Kota Bekasi ingin mempertahankan tradisi juara, bahkan menembus level Liga 2 maupun Liga 1 secara berkelanjutan, investasi terhadap kualitas pelatih seharusnya menjadi bagian dari strategi pembangunan olahraga.
Menghadirkan pelatih asing bukan berarti mengesampingkan pelatih lokal. Justru transfer pengetahuan, metodologi latihan modern, sport science, hingga pengembangan usia dini dapat menjadi nilai tambah bagi pelatih Indonesia.
Terlebih Coach Gomes diketahui telah membuka akademi sepakbola di Kota Bekasi dan menyatakan kesiapannya membina pemain-pemain muda.
Layak Mendapat Perhatian
Kini pertanyaannya bukan lagi apakah Kota Bekasi membutuhkan pelatih berkualitas internasional.
Pertanyaannya adalah, apakah pemerintah daerah dan organisasi olahraga siap memanfaatkan sumber daya yang sudah berada di depan mata?
Sebab sejarah menunjukkan, gelar juara memang dapat diraih oleh sebuah tim. Namun mempertahankan tradisi juara membutuhkan sistem pembinaan, manajemen yang profesional, dan sumber daya manusia terbaik, termasuk pelatih berlisensi internasional yang mampu mentransfer pengalaman kepada generasi sepakbola Kota Bekasi berikutnya.
Sementara ini sampai berita ini ditayangkan, tim redaksi masih mencoba menghubungi lewat kontak WhatsApp Arwani, S.E., M.M. (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga dan Sekum KONI Kota Bekasi).
Termasuk juga Agus Irianto, S.H. (Ketua Harian KONI Kota Bekasi) serta Plt. Ketua Askot PSSI, H. Kamaludin maupun Zaenuddin (Bang Jay) Sekretaris Askot PSSI Kota Bekasi, untuk klarifikasi atas situasi dan kondisi pelatih sepakbola asing dari Brasil yang tinggal di wilayah Kota Bekasi dan pernah mengangkat Persija menjadi juara Liga di tahun 2021 lalu. [■]



