Berikut 21 Contoh Tulisan Materi Jokes Observational Comedy dari Komika Nasional dan Internasional
kandidat-kandidat.com | Selasa, 3 Feb 2026, 17:04 WIB| DikRiz
— JAKARTA | Berikut adalah 17 contoh tulisan materi jokes Observational Comedy (komedi observasi) — gabungan komika nasional (Bahasa Indonesia) dan internasional (Bahasa Inggris).https://whatsapp.com/channel/0029VangAzKCcW4kjDha1u1H
Observational comedy sendiri adalah gaya komedi yang menertawakan hal-hal keseharian yang “semua orang pernah ngalamin” sehingga mudah relate dan memicu tawa kolektif.
Beberapa contoh dari komika Nasional:
01. Raditya Dika
A. Premis: Chat pasangan
“Pacaran zaman sekarang tuh aneh…
Dikit-dikit nanya: ‘Kamu lagi apa?’
Gue jawab: ‘Lagi kerja.’
Dia bales: ‘Kok lama balesnya?’
Ya gimana… masa gue kerja sambil ngetik laporan…
‘Hormat saya, sekaligus sayang kamu.’”
Observasi: Pola komunikasi pasangan + tuntutan fast response.
01. Raditya Dika
B. Premis: Soal Diet
“Orang diet itu aneh…
Udah lari pagi 5 km…
Pulangnya… sarapan nasi uduk dobel.
Katanya buat ‘balikin energi’.
Energinya balik… lemaknya ikut balik.”
02. Pandji Pragiwaksono
A. Premis: Nasionalisme Receh
“Kita ini bangsa paling cinta tanah air.
Buktinya…
Tanah dikit langsung dijadiin kavling.”
Observasi: Fenomena banyaknya lahan kosong dibeli pengusaha pengembang dijadikan kavling perumahan.
Ini namanya materi dengan retorika observasi sosial keseharian.
02. Pandji Pragiwaksono
B. Premis: Nasionalisme sehari-hari
B. Premis: Nasionalisme sehari-hari
“Orang Indonesia itu kreatif.
Negara lain bikin lapangan kerja dari industri…
Kita?
Dari lampu merah aja bisa jadi 12 profesi.”
Observasi: Fenomena pengamen, badut, penjual tisu di traffic light.
Penelitian akademik juga mencatat materi Pandji banyak bertumpu pada retorika observasi sosial keseharian.
03. Ernest Prakasa
A. Premis: Grup WhatsApp Keluarga
“Grup WhatsApp keluarga itu isinya cuma dua: Hoax… sama doa berantai.
Kadang gue bingung…
Ini keluarga gue… apa adminnya Kementerian Mistis?”
03. Ernest Prakasa (Indonesia)
B. Premis: Grup WhatsApp keluarga
B. Premis: Grup WhatsApp keluarga
“Grup WhatsApp keluarga itu isinya cuma dua:
Hoax… sama doa berantai.
Dan dua-duanya bikin takut kalau gak dibalas.”
Observasi: Budaya digital keluarga Indonesia.
04. Dodit Mulyanto
Premis: Anak Sekolah
“Zaman sekolah gue rajin nabung…
Nabung kertas ulangan jelek.
Soalnya kalau dibuang… takut dilihat orang tua.”
05. Arie Kriting
Premis: Orang Timur di Jakarta
“Orang Jakarta kalau tanya alamat:
‘Dekat kok… tinggal lurus.’
Lurusnya 7 flyover, 3 tol, 2 kehidupan baru.”
06. Boris Bokir
Premis: Nongkrong Pria
“Cowok nongkrong itu lucu…
Ngopi 3 jam… yang diminum cuma es teh gratisan.”
07. Cak Lontong
Premis: Logika Indonesia
“Kenapa helm wajib dipakai?
Karena kepala itu penting.
Makanya… banyak yang pakai helm… tapi gak dipakai mikir.”
08. Kemal Palevi
Premis: Media Sosial
“Orang kalau foto makanan sebelum makan…
Itu bukan pamer…
Itu bukti ke Tuhan… kalau dia pernah bahagia.”
09. Fico Fachriza
Premis: Anak Kos
“Anak kos itu hemat banget…
Indomie 1 bungkus bisa buat 2 kali makan…
Yang kedua makan kuahnya doang.”
Ini contoh dari komika internasional:
10. Jerry Seinfeld (USA)
Premis: Alarm pagi
Premis: Alarm pagi
“I don’t understand alarm clocks…
They wake you up at the exact moment
you’re sleeping the best.”
Observasi: Ironi manusia vs jam alarm.
Observational comedy memang menertawakan rutinitas normal yang dialami semua orang.
11. Brian Regan (USA)
Premis: Pergi ke dokter mata
“Eye doctors always say:
‘Read the smallest line you can.’
I’m like…
‘If I could read that… I wouldn’t be here.’”
Regan dikenal memakai observasi keseharian seperti kunjungan dokter atau kirim paket.
12. Jim Gaffigan
Premis: Makanan diet
“I tried eating healthy…
But salads are just food
that makes you hungry while eating.”
Observasi: Pengalaman universal soal diet & lapar.
13. Ryan Hamilton
Premis: Senyum berlebihan
“People say I smile too much…
I’m not happy…
My face just has good customer service.”
Hamilton dikenal dengan humor observasional tentang pengalaman pribadinya.
14. Jerry Seinfeld
Premis: Laundry
“Laundry is the only thing
that shrinks… while you grow.”
(Observasi soal baju yang mengecil, bukan badan yang membesar.)
15. Kevin Hart
Premis: Alarm Pagi
“The alarm clock is disrespectful.
It screams at you…
like you owe it money.”
16. Jim Gaffigan
Premis: Donat
“Donuts are proof that God loves us…
but also wants us fat.”
17. Brian Regan
Premis: Bandara
“Airports are the only place
where people clap…
because a bus landed.”
18. Nate Bargatze
Premis: Pesan Kopi
“Ordering coffee is stressful.
I just want coffee…
not a personality test.”
19. George Carlin
Premis: Barang Rumah
“Your stuff is stuff.
Other people’s stuff… is junk.”
20. Ellen DeGeneres
Premis: Gym
“I joined a gym…
So I could drive past it.”
21. Steven Wright
Premis: Tidur
“I went to bed…
and forgot to wake up.”
Pola Struktur yang Bisa Dipelajari
Dari 21 contoh di atas, terlihat pola Observational Comedy:
1. Ambil hal biasa
Alarm
Grup WA
Lampu merah
Dokter
2. Cari ironi / kejanggalan
Alarm bangunin saat tidur enak
Diet bikin lapar
Grup keluarga bikin takut
3. Putar logika (Punchline)
“Kalau bisa baca, gue gak ke dokter”
“Salad bikin gue makin lapar saat dimakan”
“Alarm nya teriak ke gue, kayak gue punya utang sama dia”
Kesimpulan Teknik
Observational Comedy bekerja karena:
Penonton merasa: “Itu gue banget!”
