iklan banner gratis
iklan header
iklan header banner
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Wartawan Bekasi "Naik Kelas", Pejabat Sampai Dewan Pers Turun Gunung!

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

HPN Bekasi Raya 2026 Jadi Arena Upgrade Kompetensi, Dari Hukum Pers, Etika Jurnalistik sampai dengan KIP

kandidat-kandidat.com | Kamis, 11 Juni 2026, 21:35 WIBNMR/DR

Ratusan wartawan dari Kota dan Kabupaten Bekasi memadati Gedung Creative Center (GCC), Bekasi Timur, Kamis (11/6/2026). Bukan untuk berburu berita sensasional, melainkan "mengasah senjata" profesionalisme melalui HPN Bekasi Raya 2026. Bahkan narasumber dari Dewan Pers dan kalangan akademisi ikut turun tangan membedah hukum pers, etika jurnalistik, hingga keterbukaan informasi publik yang menjadi amunisi utama wartawan di era digital.

 — KOTA BEKASI | Di tengah tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks, mulai dari derasnya arus informasi digital, meningkatnya tuntutan profesionalisme, hingga pentingnya menjaga independensi dan etika pers, peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tingkat Bekasi Raya 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia hadir sebagai momentum strategis bagi insan media untuk melakukan konsolidasi sekaligus peningkatan kualitas diri.


Mengusung tema “Pers Bersatu, Bekasi Raya Maju”, kegiatan yang resmi dibuka di Gedung Creative Center (GCC) Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (11/6/2026), tidak sekadar menjadi seremoni tahunan.


Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang bersama bagi ratusan wartawan dari berbagai media, organisasi profesi, kelompok kerja (pokja), komunitas, dan paguyuban wartawan se-Bekasi Raya untuk memperkuat komitmen terhadap etika jurnalistik, kompetensi profesi, serta sinergi yang sehat dengan para pemangku kepentingan daerah.


Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi, Jaya Eko Setiawan, S.H., M.H., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya HPN Bekasi Raya 2026 sebagai wadah mempererat hubungan konstruktif antara pemerintah daerah dan insan pers.


Menurut Jaya Eko Setiawan, pak Kadis yang pernah menjabat jadi Camat Mustikajaya ini, pers memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.


Dukungan serupa disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, yang menegaskan pentingnya peran strategis pers dalam memperkuat demokrasi sekaligus mengawal jalannya pembangunan daerah melalui fungsi kontrol sosial yang profesional.


Namun demikian, substansi utama kegiatan ini sesungguhnya terletak pada upaya membangun kualitas dan kapasitas wartawan Bekasi Raya agar mampu menjawab tantangan profesi yang semakin dinamis, pungkas bang Yan Yan, Kepala Dinas Kominfosantik Kabupaten Bekasi ini.


Ketua Panitia Pelaksana HPN Bekasi Raya 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia, Ade Muksin, S.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas organisasi kewartawanan yang ada di Kota dan Kabupaten Bekasi.


Menurutnya, semangat yang dibangun bukan hanya soal perayaan, melainkan memperkuat persatuan insan pers tanpa sekat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya wartawan agar tetap profesional, kritis, independen, dan bermartabat dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Melalui HPN Bekasi Raya 2026 ini, kami ingin memperkuat silaturahmi tanpa sekat di antara insan pers sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya wartawan agar tetap profesional, kritis, independen, dan bermartabat dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujar Ade Muksin.


Semangat peningkatan kompetensi tersebut kemudian diwujudkan melalui rangkaian seminar yang menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman di bidang pers, hukum, komunikasi, dan keterbukaan informasi publik.

Pada sesi pertama, peserta mengikuti Seminar Jurnalistik bertema “Hukum Pers” yang menghadirkan narasumber dari Dewan Pers, Hendrayana, S.H., M.H.


Seminar yang dimoderatori M. Lengkong dan didampingi Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfostandi Kota Bekasi, Fitrianti Ningsih, mengupas berbagai aspek hukum yang menjadi fondasi kerja jurnalistik.

Dalam paparannya, Hendrayana menjelaskan mengenai perlindungan hukum bagi wartawan, implementasi Undang-Undang Pers, penerapan Kode Etik Jurnalistik, hingga mekanisme penyelesaian sengketa pers melalui Dewan Pers.

Materi tersebut dinilai relevan bagi wartawan yang sehari-hari berhadapan dengan berbagai persoalan di lapangan, mulai dari akses informasi hingga potensi sengketa pemberitaan.


Pada sesi kedua, perhatian peserta diarahkan pada isu yang tak kalah penting, yakni keterbukaan informasi publik dan etika jurnalistik.

Prof. Dr. Anton Minardi, S.I.P., M.Ag. memaparkan pentingnya implementasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sebagai instrumen utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Bagi wartawan, keterbukaan informasi menjadi salah satu prasyarat penting dalam menghasilkan karya jurnalistik yang akurat dan berbasis data.

Sementara itu, Drs. Aat Surya Safaat, M.Si. menyoroti aspek etika jurnalistik yang menjadi fondasi utama kepercayaan publik terhadap media.

Ia mengulas pentingnya menjaga independensi, akurasi, verifikasi informasi, serta tanggung jawab sosial media dalam setiap proses pemberitaan.

Dicky Machruzar Siregar, MC Diskusi Jurnalistik HPN Bekasi Raya GCC Kamis, (11/6/2026) dan Pemred Bekasi-OL, Dik Rizal.

Diskusi yang dipandu moderator Dicky Mahruzar berlangsung interaktif. Ratusan wartawan yang hadir terlihat aktif menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman lapangan, serta mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan profesi jurnalistik di era keterbukaan informasi dan transformasi digital.

Antusiasme peserta sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa kebutuhan akan peningkatan kapasitas, pemahaman regulasi, serta penguatan etika profesi masih menjadi perhatian utama kalangan wartawan Bekasi Raya.

Hari pertama pelaksanaan HPN Bekasi Raya 2026 dan Hari Kebebasan Pers Sedunia berlangsung tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara panitia, narasumber, perwakilan pemerintah daerah, serta peserta sebagai simbol kolaborasi dan sinergi yang terus dibangun antara insan pers dan para pemangku kepentingan daerah.

Rangkaian kegiatan HPN Bekasi Raya 2026 selanjutnya berlanjut pada Jumat (12/6/2026) melalui kegiatan sosial berupa donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, dan santunan bagi anak yatim.


Adapun puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (13/6/2026) melalui Malam Anugerah Pers Bekasi Raya 2026 yang akan memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, serta tokoh masyarakat yang dinilai memiliki kontribusi nyata terhadap kemajuan daerah dan kemerdekaan pers.

Lebih dari sekadar agenda seremonial, HPN Bekasi Raya 2026 menjadi refleksi bahwa pers yang kuat lahir dari wartawan yang terus belajar, menjunjung etika, memahami hukum, menjaga independensi, serta mampu membangun komunikasi profesional dengan seluruh pemangku kepentingan tanpa kehilangan fungsi kritisnya.

Soliditas yang ditunjukkan melalui kolaborasi lintas organisasi, komunitas, dan paguyuban wartawan di Kota dan Kabupaten Bekasi menjadi modal penting untuk mewujudkan ekosistem pers yang semakin profesional, berintegritas, dan dipercaya publik.


Dari ruang seminar hingga forum-forum diskusi, pesan yang mengemuka tampak jelas: pers yang bersatu bukan hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memperkuat kualitas jurnalisme sebagai pilar demokrasi dan pembangunan Bekasi Raya yang transparan, akuntabel, serta berpihak pada kepentingan masyarakat. [■]

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama