contoh iklan header
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Wawancara Ekslusif Capres 2009 dengan Sidik Rizal

Jangan Harap Mereka Bisa Terbuka
Tapi di Sini Mereka Blak-Blakan!


Ide gila? Nggaaaak juga. Mencari dan mengejar tokoh-tokoh capres ini memang susah bukan main, tapi tidak mustahil. Mau nggak mau saya harus bergerilya dan mencari akses baik via protokoler atau tidak resmi, saya harus bisa menembus langsung dan mewawancarai mereka dengan gaya pendekatan saya. (Sidik... nggak usah terlalu unik, cukup fakta aja dan nggak usah banyakin ngarang? Itu kata mas Dian ke saya... Ya iya lah... saya juga nggak bodoh-bodoh amat kok... walau kadang iya sih! Bahkan very stupid lah!)





Sebenarnya pertanyaan saya hanyalah sederhana saja... siapa seh calon wakil presiden pilihan mereka? Itu saja... titik!



Yang paling saya usahakan untuk dapat komentar langsung pertama adalah SBY. Presiden berkarakter kalem tapi tampak tegas walau banyak yang berkomentar dia seperti YOYO dan PERAGU. Saya berusaha menemui beliau saat saya sudah menguntitnya selama lebih dari 3 hari terakhir ini di Cikeas.

-----------------------------
Oke sekarang gue coba wawancara dengan Incumbent dulu. Biar bagaimanapun dia adalah yang paling harus kita hormati. Kebetulan juga dia punya wajah mirip bapak mertua gue, Bpk. Sumantri Rahayu (swear gue gak bohong, cuma bedanya bapak mertua yang juga paman gue itu tubuhnya lebih kecil dari SBY yang memang berukuran agak besar dan masih gagah aja!). Berikut petikan wawancara imajinernya!



Sidik Rizal (SR): "Maaf neh pak SBY, gimana kabar terakhir Bapak... kok kayaknya lelah banget? Memang jadi presiden dan capres sampe segitunya ya pak?"



SBY: "Jadi pemimpin jangan setengah-setengah. Nggak apa-apa kurang tidur, paling-paling cuma bengkak matanya dan difoto nggak bagus,"



SR: "Ah bapak bisa aja...! Pantesan kalo saya lihat hasil foto Bapak, rata-rata kantung mata Bapak agak gelap... Emang sering begadangya Pak?"



SBY: "Yah begitulah konsekwensinya, kamu juga jadi blogger kan kerjanya sampe malam, karena kamu pake kacamata aja, jadi nggak keliatan tukang begadangnya kan?"



SR: (saya jadi malu, kok dia tahu saya wartawan blogger?) Sebenarnya gimana seh Pak SBY, hubungan Bapak dengan Pak JK menjelang masa-masa terakhir jabatan kepresidenan dan kampanye capres ini?"



SBY: "Halah kamu wartawan kok nggak tahu, kemarin ini kan saya dan pak JK masih tetap kok menjalankan tugas kepresiden sebagai RI1 dan RI2. Kamu aja yang kebanyakan tidur siang, kerja malam...! Kan waktu itu saya dan Pak JK dalam acara rapat bersama para gubernur dan menteri diruang rapat kantor Sesneg, seperti yang diberitakan media massa, kami diberi tepukan tangan yang meriah..."



SR: "Terus Bapak bilang apa waktu itu?" (saya memang nggak bisa hadir, karena lagi sibuk nyari telponnya Presiden AS, Barack Obama di internet seharian penuh...dan SUKSES nggak ketemu... hiks!)



SBY: "Ya saya tanya mereka yang tepuk tangan...'Kok ditepuktangani? Masuk siaran TV lho nanti.'... Hehehe... serius saya nggak bermaksud ngelucu, tapi mereka aja yang pada tertawa."



SR: "Oh yang itu... iya saya baca di koran dan internet... Kalo nggak salah itu sebelumnya sudah ada sas-sus Bapak mau cerai dengan JK kan?"



SBY: "Ya itu tadi, makanya saya kan mencoba nyindir mereka yang tepuk tangan... eh malah mereka tertawa.... Ya sudah! Pada kenyataanya kan SBY-JK resmi 'bercerai'. Namun itu bukan penghalang bagi kami berdua untuk tampil akrab sebagai RI-1 dan RI-2. Alhasil saat memasuki ruang rapat bersama-sama, tepuk tangan pun menggema karena mereka menganggap kami adalah dua orang yang akan berduel di Pilpres 2009 ini"



SR: (saya pun berhenti tertawa dan serius dengan penjelasan sang presiden. Bukan SBY kalo nggak bisa bercanda di tengah garingnya suasana!) Maaf pak SBY, dulu sewaktu kecil nama panggilannya Bapak itu apa sih? Mas Susilo? Mas Bambang? Mas Yud, atau Mas Dono?"



SBY: (dan kali ini SBY yang nggak bisa nahan tawanya cekikikan mendengar pertanyaan lugu saya) Kamu ini lucu juga ya... Coba kamu jadi Host Program Acara di TV, pasti cepet ngetop. Pertanyaan kamu biasa tapi nyeleneh! Hehehehe... (Sejenak dia terdiam, mengambil nafas dan kelihatan deh sifat kebapakannya di mata gue) Sewaktu kecil di SD saya sering dipanggil sama guru saya dengan sebutan 'Mas Sus'... Kata dia saya memang dari kecil sudah ada bakat jadi pemimpin untuk memberikan hormat kepada guru... (katanya ekspresif dengan gerakan tangannya yang khas)



SR: (Saya pun cuma bisa mengangguk-ngangguk kayak orang bego terpana... Sedetik kemudian saya sadar) "Sewaktu Bapak pernah membuka secara simbolik dengan memukul Gong yang ditabuh sebagai pertanda Musyawarah Nasional Forum Komunikasi Putra-putri TNI Polri yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat. Kok sampe disebut sebagai 'gong politik', memangnya kenapa?"



SBY: "Hahahaha...! Waktu itu saya cuma bercanda, sesaat hendak memukul berapa jumlah pukulan ke gongnya. Jadi saya bilang, 'Berapa kali ya nabuhnya? Kalau sekali nanti Hanura, kalau lima kali nanti Gerindra, kalau 31 kali (nomor urut Partai Demokrat) nanti kebanyakan, Golkar nomornya berapa ya?' Eh semua yang hadir pada ketawa... Padahal saya bener-bener nggak ingat waktu itu, Golkar itu nomor berapa yah?"



SR: (Saya pun geli dan terkikik-kikik menahan air mata serta perut yang sakit sambil menahan kentut... Kan nggak sopan dong, masak di depan presiden saya nggak bisa nahan kentut... apa kata infotainment nanti?)



SBY: "Sudah jangan terlalu lama Nak Sidik, ketawanya... Nanti kamu nggak selesai-selesai wawancaranya... Entar orang lain bilang, saya nggak bisa lebih cepat... dan nggak bisa lebih baik!" (diapun tersenyum), "Lanjutkan...!"



SR: "Baik pak! Akhirnya berapa kali Bapak tabuh gongnya?"



SBY: "Ya lima kali lah... kan lambang pancasila!"



SR: (dan saya pun tertawa lagi...) "Wah jawaban yang pinter neh...!"


Tulisan berlanjut nanti...! (sekarang saya ngantuk!)



Sidik Rizal
Kandidat Calon Walikota Bekasi Heri Koswara

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Kandidat Calon Walikota Bekasi, Heri Koswara