Adzan Maghrib Belum Kumandang, Ulama Bekasi Sudah Lempar Wacana: Kongres Ummat Islam Jilid 2 Perlu Digelar Lagi?
kandidat-kandidat.com | Senin, 9 Maret 2026, 18:40 WIB | NMR/DRDiskusi santai saat Ifthor Jama’i Sahabat Majelis Ulama Indonesia Kota Bekasi di Islamic Center Kota Bekasi mendadak serius: umat dinilai butuh forum besar untuk cari solusi masalah kota.
— KOTA BEKASI | Di sebuah ruang kantor yang tidak terlalu besar di kompleks Islamic Center Kota Bekasi, Senin petang, 9 Maret 2026, sejumlah ulama, aktivis organisasi kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat duduk melingkar menunggu adzan magrib.Di meja sederhana tersaji kurma, teh hangat, dan takjil serta makanan berbuka. Namun yang paling hangat justru percakapan menjelang waktu berbuka: soal masa depan umat Islam di Kota Bekasi.
Acara yang digelar oleh S-MUI (SahabatMUI) Kota Bekasi itu diberi tajuk Ifthor Jama’i—buka puasa bersama yang sekaligus menjadi ruang diskusi kecil.
Dari forum santai itulah muncul kembali sebuah wacana lama: perlunya Kongres Ummat Islam Bekasi jilid kedua.
Ketua panitia kegiatan, Ustadz H. Verry Koestanto, menyebut pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi Ramadhan. Ia melihatnya sebagai ruang mengumpulkan energi umat.
“Banyak pemikiran, masukan, nasihat dan harapan dari para ulama, pimpinan ormas dan tokoh masyarakat yang hadir,” ujar Verry dalam rangkuman diskusi yang disampaikan usai acara.
Menurut dia, forum itu memunculkan harapan agar S-MUI dapat berperan lebih dari sekadar wadah silaturahmi. Organisasi ini didorong menjadi “problem solver” bagi berbagai persoalan umat Islam di Bekasi.
Gudang Cendekia, Menunggu Gerak Bersama
Bekasi selama ini dikenal sebagai kota dengan populasi muslim besar serta jaringan organisasi Islam yang aktif.
Dari pesantren, majelis taklim, hingga organisasi dakwah perkotaan, aktivitas keagamaan nyaris tidak pernah sepi.
Dalam diskusi itu, para tokoh menilai potensi tersebut belum sepenuhnya disinergikan.
“Bekasi gudangnya cendekia, pejuang dan patriot bangsa,” kata Verry. Ia menyebut semangat perjuangan ulama Betawi-Bekasi seperti masih menjadi inspirasi bagi gerakan umat hari ini.
Spirit tokoh yang juga Pahlawan Nasional itu, menurut beberapa peserta diskusi, semestinya menjadi energi moral bagi gerakan sosial umat—terutama di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, hingga moral yang dihadapi masyarakat perkotaan.
Wacana Kongres Ummat
Gagasan Kongres Ummat Islam Bekasi bukan barang baru. Forum semacam itu pernah digelar untuk menyatukan gagasan berbagai organisasi Islam di kota ini. Namun sejak beberapa tahun terakhir, gaungnya meredup.
Kini, sebagian tokoh melihat momentum Ramadhan sebagai waktu yang tepat untuk menghidupkan kembali ide tersebut.
Diskusi menjelang magrib itu bahkan menyimpulkan satu hal: umat memerlukan ruang konsolidasi yang lebih besar. Bukan hanya untuk membicarakan persoalan internal umat, tetapi juga memberikan masukan terhadap kebijakan publik.
Verry menyebut kolaborasi menjadi kunci.
Jika, berbagai organisasi Islam, jaringan Sahabat MUI, serta Pemerintah Kota Bekasi mampu berjalan bersama, ia yakin berbagai persoalan sosial bisa dicari solusinya.
“Jika MUI, S-MUI dan seluruh ormas yang ada berkolaborasi dengan pemerintah kota, insya Allah akan menghasilkan solusi bagi setiap permasalahan yang muncul,” katanya.
Menunggu Langkah Nyata
Pertemuan itu memang berakhir sederhana—ditutup azan magrib dan santapan berbuka.
Namun wacana yang muncul meninggalkan pertanyaan penting bagi umat Islam di Kota Bekasi: apakah Kongres Ummat Islam Bekasi benar-benar akan digelar kembali?
Di tengah dinamika sosial perkotaan yang semakin kompleks, sebagian tokoh menilai umat membutuhkan lebih dari sekadar forum seremonial. Mereka membutuhkan wadah konsolidasi gagasan—ruang untuk merumuskan peran umat dalam pembangunan kota.
Doa sudah dipanjatkan, niat telah diutarakan. Kini, seperti disampaikan Verry, tinggal satu pertanyaan yang menggantung di udara Ramadhan Bekasi: tunggu apa lagi? [■]
Tags
Aksi Sosial
Kongres Umat Islam
Ramadhan
Safari Ramadhan
Sahabat MUI
Syariat Islam
Ustadz Ismail Ibrahim
Ustadz Verry Koestanto


