Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Ketika Ulama, Politisi, dan Cendekiawan Bukber di Bekasi Jadi Gagasan Dakwah

iklan banner AlQuran 30 Juz

Bukber YNI KHNA: Antara Zakat Maal, Silaturahmi Ulama & Konsolidasi Umat di Kota yang Sibuk Mengejar Takjil


Di Kota Bekasi, buka puasa bersama biasanya identik dengan dua hal: antre takjil dan foto rame-rame sebelum azan. Tapi Senin (9/3) sore di Islamic Center, bukber berubah sedikit lebih serius. Para ulama, tokoh politik, hingga cendekiawan muslim duduk satu meja membahas zakat maal, dakwah generasi digital, hingga masa depan umat—sebuah topik yang jelas lebih berat dari sekadar memilih antara kolak pisang atau es buah.
 
 — KOTA BEKASI| Di tengah hiruk pikuk Kota Bekasi yang setiap sore Ramadhan selalu berubah menjadi “arena balap mencari takjil”, para tokoh agama, pejabat, dan cendekiawan muslim memilih cara yang sedikit lebih tenang: duduk bersama, berbuka puasa, sambil membicarakan masa depan umat.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan penyaluran zakat maal di kawasan Islamic Center Kota Bekasi, Senin (9/3).

Acara ini memang tampak seperti bukber pada umumnya—ada kurma, air mineral, dan obrolan sebelum azan Maghrib. Namun di balik menu pembuka yang sederhana itu, terselip agenda yang tidak sederhana: konsolidasi dakwah dan diskusi berbagai persoalan umat di kota yang semakin modern, sekaligus semakin riuh oleh notifikasi ponsel.


Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MUI Kota Bekasi KH Saifuddin Siroj, Wakil Walikota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, tokoh politik sekaligus Ketua Pembina Yayasan Nurul Islam KH Noer Ali (YNI KHNA) Ustadz KH Ahmad Syaikhu.

Ketua TNI KHNA Dr Heri Suko Martono, serta Ketua ICMI Kota Bekasi Baba Inay alias Dr. H. Inayatullah yang juga menjabat sebagai Asda II Pemkot Bekasi.

Turut hadir pula Ketua Panitia Buka Puasa Bersama Yayasan Nurul Islam KH Noer Ali, Hans Muntahar, bersama sejumlah tokoh masyarakat, ulama, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Ketua Panitia Buka Puasa Bersama Yayasan Nurul Islam KH Noer Ali, Islamic Center H. Hans Muntahar, Senin 9/3/2026.

Singkatnya, jika seluruh tokoh yang hadir itu dikumpulkan dalam satu meja, maka obrolan yang terjadi tidak hanya soal “es buah atau kolak mana yang lebih segar”, tetapi juga tentang masa depan dakwah dan umat Islam di Kota Bekasi.

Bukber yang Bukan Sekadar Bukber
Ketua MUI Kota Bekasi KH Saifuddin Siroj menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda rutin Ramadhan yang biasanya identik dengan foto bersama sebelum makanan datang.

Menurutnya, momentum buka puasa bersama juga menjadi sarana memperkuat komunikasi antar tokoh, menyatukan pandangan, serta membangun sinergi untuk kepentingan umat.

Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat—mulai dari budaya digital hingga pola hidup masyarakat perkotaan—peran ulama dan tokoh masyarakat dinilai semakin penting sebagai penunjuk arah moral sekaligus teladan sosial.

Karena itu, forum silaturahmi seperti ini tidak sekadar penting, tetapi juga strategis.

Dakwah di Era Scroll dan Swipe
Dalam wawancaranya, KH Saifuddin Siroj juga menyoroti tantangan dakwah di kalangan generasi muda yang kini hidup di tengah perkembangan teknologi digital yang serba cepat.

Di era ketika ceramah bisa kalah viral dibanding video kucing lucu atau konten prank, metode dakwah konvensional dinilai tidak lagi cukup.

Menurutnya, pendekatan dakwah harus lebih kontekstual dan menyentuh realitas kehidupan masyarakat, salah satunya melalui metode dakwah bil hal.


Ketua ICMI Orda Kota Bekasi, Dr. H Inayatullah dan Ketum MUI Kota Bekasi, Drs KH. Saifuddin Siroj

Dakwah tidak selalu harus di mimbar atau podium. Keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, kepedulian terhadap sesama, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial juga merupakan bagian penting dari dakwah bil hal yang sangat relevan bagi generasi muda saat ini,” ujar KH Saifuddin Siroj.

Generasi muda, kata dia, kini cenderung lebih kritis dan rasional dalam menerima pesan keagamaan. Mereka tidak hanya mendengar apa yang disampaikan, tetapi juga melihat apakah pesan tersebut benar-benar tercermin dalam perilaku sehari-hari para tokohnya.

Dengan kata lain, anak muda hari ini bukan hanya mendengar ceramah—mereka juga “menonton” kehidupan para penceramahnya.

Zakat Maal: Dakwah yang Langsung Terasa

Selain diskusi dan silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran zakat maal kepada masyarakat yang membutuhkan.

Jika dakwah di mimbar sering kali menyentuh hati, maka zakat adalah bentuk dakwah yang langsung menyentuh kehidupan.

Penyaluran zakat ini menjadi implementasi nyata dari nilai solidaritas dan kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam—terutama di bulan Ramadhan yang selalu mengingatkan umat bahwa rezeki tidak hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk dibagikan.

Zakat yang disalurkan diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran kolektif umat tentang pentingnya berbagi.

Kota Bekasi, Umat, dan Harapan
Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana kebersamaan terlihat cukup hangat. Para tokoh memanfaatkan momen tersebut untuk bertukar gagasan, berdiskusi santai, sekaligus memperkuat sinergi menghadapi berbagai persoalan sosial keagamaan yang berkembang di masyarakat.

Bagi MUI Kota Bekasi, kegiatan seperti ini bukan sekadar pertemuan musiman Ramadhan.

Ia diharapkan menjadi ruang komunikasi yang lebih erat antara ulama, pemerintah, dan masyarakat, agar berbagai program pembinaan umat dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Karena pada akhirnya, dakwah tidak hanya hadir dalam bentuk kata-kata, tetapi juga dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dan di tengah kota yang semakin modern seperti Bekasi, barangkali kombinasi antara dakwah, zakat, dan sepiring kurma saat berbuka adalah cara paling sederhana untuk mengingatkan bahwa solidaritas sosial masih tetap hidup.

Bahkan di kota yang setiap sore Ramadhan macetnya sering terasa lebih panjang daripada khutbah Jumat. [■]

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama