Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Rudin Wawali Bekasi Resmi Dibuka: Warga Senang, Sekarang Bisa “Curhat Langsung”

iklan banner AlQuran 30 Juz

Harris Bobihoe Sebut Rudin Villa Meutia Kirana Jadi Ruang Silaturahmi Warga: Dari Keluhan ke Santunan Anak Yatim


Di tangan Harris Bobihoe, rumah dinas justru dibuka sebagai “open house harian”, tempat warga bisa mampir menyampaikan keluhan, ngobrol santai, bahkan sekadar memastikan pejabatnya masih manusia biasa yang bisa diajak ngopi.

KOTA BEKASI | Wakil Walikota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, meresmikan penggunaan rudin (rumah dinas) barunya yang berlokasi di kawasan perumahan Villa Meutia Kirana Bekasi, Rabu (11/3/2026).

Namun berbeda dengan bayangan warga tentang rumah pejabat yang biasanya sepi, berpagar tinggi, dan hanya ramai saat ada mobil dinas keluar masuk, Harris justru menegaskan bahwa rudin tersebut akan difungsikan sebagai ruang terbuka untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat.

Komentar SidikWarkop:
Sebagai warga yang pernah tiga kali bolak-balik kantor kelurahan cuma buat nanya status surat, saya cukup terharu mendengar konsep ini.

Rudin pejabat biasanya memang terbuka… tapi terbuka cuma buat rombongan pejabat lain.

Kalau sekarang warga juga boleh mampir, ini sudah seperti upgrade layanan publik dari versi “Windows 95” ke “WiFi gratis”.

Langkah membuka rudin itu diambil untuk memperpendek jarak antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan cara ini, koordinasi kewilayahan dan penyampaian keluhan warga bisa dilakukan lebih luwes, bahkan di luar jam kantor formal.

Bagi sebagian warga Bekasi yang terbiasa menghadapi birokrasi penuh formulir, tanda tangan, dan “silakan kembali minggu depan”, konsep ini terasa seperti menemukan loket pelayanan yang tiba-tiba punya senyum.

Komentar SidikWarkop:
Jujur saja, warga Bekasi kadang kalau dengar kata “koordinasi” langsung merinding. Biasanya artinya rapat lagi, rapat lagi, lalu rapat lagi sampai masalahnya lupa apa.

Tapi kalau koordinasinya pindah ke rumah dinas sambil minum teh hangat, mungkin masalah banjir, jalan rusak, sampai lampu mati bisa dibahas sambil ketawa. Minimal kalau belum selesai, warga pulangnya tidak tegang.

Dalam sambutannya, Harris menyampaikan bahwa keberadaan rudin tersebut harus memberikan nilai tambah bagi peningkatan kinerja pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Rumah dinas ini bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan koordinasi. Saya berharap tempat ini bisa dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” ujar Harris.


Komentar SidikWarkop:
Kalimat ini penting. Karena selama ini banyak warga yang mengira rumah dinas itu seperti museum pemerintahan: megah, resmi, tapi kita cuma bisa lihat dari luar pagar.

Kalau sekarang jadi ruang silaturahmi, siapa tahu nanti warga bisa curhat soal jalan rusak, dan pulangnya malah dapat solusi… bukan cuma foto selfie di depan gerbang.

Ia menambahkan, keterbukaan akses tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari tingkat dinas hingga lurah, dalam merespons dinamika yang terjadi di lapangan.

Dengan kata lain, rudin ini diharapkan bisa menjadi titik temu yang lebih santai namun tetap produktif antara pemerintah dan masyarakat.

Komentar SidikWarkop:
Kalau benar begitu, rumah dinas ini bisa jadi tempat paling sibuk di Bekasi setelah warung kopi dan bengkel motor.

Bedanya, di sini yang dibetulkan bukan cuma rantai motor, tapi juga rantai komunikasi antara warga dan pemerintah.

Peresmian rumah dinas tersebut juga diisi dengan kegiatan sosial berupa pemberian santunan kepada puluhan anak yatim.

Suasana yang semula formal berubah menjadi lebih hangat ketika kegiatan berbagi dimulai.

Bagi Harris, kepedulian sosial harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap langkah pembangunan kota.

Momentum peresmian ini kami isi dengan kegiatan berbagi kepada anak-anak yatim. Semoga ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa dalam setiap langkah pembangunan harus tetap ada kepedulian sosial,” kata Harris.

Komentar SidikWarkop:
Ini juga pengingat penting. Karena di kota yang sibuk membangun jalan, gedung, dan flyover, kadang kita lupa bahwa yang paling penting tetap manusia yang hidup di dalamnya.

Kalau rumah dinas pejabat bisa jadi tempat berbagi, minimal anak-anak yatim tahu bahwa pintu pemerintah tidak selalu tertutup rapat.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran pejabat teras Pemerintah Kota Bekasi, para camat, lurah se-Kota Bekasi, serta sejumlah anggota DPRD Kota Bekasi.

Prosesi peresmian kemudian ditutup dengan doa dan buka puasa bersama, sebagai simbol dimulainya pemanfaatan rumah dinas tersebut untuk kepentingan dinas sekaligus kemasyarakatan.

Komentar SidikWarkop (penutup):
Sebagai warga Bekasi, saya hanya punya satu harapan sederhana. Kalau rumah dinas ini benar-benar jadi tempat open house setiap hari, semoga nanti warga yang datang tidak cuma disuguhi teh manis… tapi juga solusi manis untuk masalah kota yang selama ini pahit rasanya.

Karena kalau pejabatnya sudah membuka pintu rumah, tinggal kita lihat: apakah pintu solusi juga ikut terbuka. [■]

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama