Tiga Pilar Kota Bekasi Berencana Mengawal Warga Bekasi Pulkam
Apel Gabungan Tiga Pilar di Pendopo: Ketika Negara Bersiap Mengawal Warga Bekasi Pulang Kampungkandidat-kandidat.com | Kamis, 12 Maret 2026, 15:37 WIB | NMR/DR
— KOTA BEKASI | Menjelang musim tahunan yang paling dinanti sekaligus paling menguji kesabaran umat manusia—alias arus mudik Lebaran—Pemerintah Kota Bekasi bersama unsur Tiga Pilar menggelar apel gabungan gelar pasukan.
Tiga unsur pimpinan ini berdiri bersama, seolah mengingatkan bahwa mudik bukan sekadar tradisi tahunan, tapi juga operasi besar yang melibatkan negara, aparat, dan tentu saja… kesabaran warga yang berlapis-lapis seperti antrean di rest area
— KOTA BEKASI | Menjelang musim tahunan yang paling dinanti sekaligus paling menguji kesabaran umat manusia—alias arus mudik Lebaran—Pemerintah Kota Bekasi bersama unsur Tiga Pilar menggelar apel gabungan gelar pasukan.Lokasinya di Pendopo Wali Kota Bekasi, Kamis (12/3). Sebuah ritual resmi yang bagi warga Bekasi sering dimaknai sederhana: negara sedang bersiap memastikan perjalanan pulang kampung tidak berubah menjadi kisah epik penuh drama di jalan tol.
Apel gabungan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto, didampingi Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro serta Komandan Kodim 0507/Bekasi Kolonel Arm Krisrantau Hermawan.
Tiga unsur pimpinan ini berdiri bersama, seolah mengingatkan bahwa mudik bukan sekadar tradisi tahunan, tapi juga operasi besar yang melibatkan negara, aparat, dan tentu saja… kesabaran warga yang berlapis-lapis seperti antrean di rest area.
Bagi warga Bekasi, apel gabungan seperti ini biasanya menjadi pertanda satu hal: jalanan sebentar lagi akan berubah menjadi sungai kendaraan yang mengalir ke segala arah. Dari motor berboncengan tiga, mobil penuh kardus oleh-oleh, sampai bus yang penumpangnya sudah mulai lelah sebelum perjalanan benar-benar dimulai.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bekasi menyampaikan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo kepada seluruh peserta apel.
Amanat itu, seperti lazimnya pesan menjelang mudik, mengingatkan bahwa menjaga keamanan perjalanan warga bukan sekadar tugas administratif, tetapi juga bagian dari pengabdian.
“Sebagai abdi masyarakat, kita harus menumbuhkan semangat pengabdian. Jadikan tugas dan tanggung jawab ini sebagai ladang ibadah serta kesempatan untuk meraih nilai-nilai kebaikan di bulan suci Ramadan,” ujar Tri Adhianto saat memimpin apel.
Bagi warga Bekasi yang setiap tahun menyaksikan iring-iringan kendaraan keluar kota, pesan itu terdengar cukup menenangkan.
Sebab di balik kemacetan yang kadang membuat orang hafal setiap lubang jalan, selalu ada petugas yang berdiri di persimpangan, berjaga di posko, atau mengatur lalu lintas dengan ekspresi serius yang kadang kalah serius dari pengemudi yang sudah kehabisan bensin kesabaran.
Selain itu, dalam rangka meningkatkan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat, Wali Kota juga mengimbau warga yang membutuhkan bantuan atau informasi terkait situasi arus mudik untuk memanfaatkan layanan kepolisian melalui call center 110.
“Polri telah menyiapkan layanan call center 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama periode arus mudik berlangsung. Layanan yang sigap dan responsif menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” jelasnya.
Bagi warga Bekasi, nomor ini mungkin akan tersimpan di ponsel bersama daftar penting lain: nomor bengkel darurat, nomor saudara di kampung, dan tentu saja nomor tetangga yang dititipi rumah selama mudik.
Apel gabungan ini juga menjadi pengingat bahwa arus mudik bukan sekadar perpindahan manusia dari kota ke kampung halaman.
Ia adalah peristiwa sosial besar yang melibatkan emosi, nostalgia, serta harapan untuk tiba di rumah orang tua dengan selamat—meskipun perjalanan ditemani macet, gerimis, dan suara klakson yang kadang terdengar seperti orkestra jalanan.
Walikota Bekasi pun menekankan kepada seluruh personel yang terlibat agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
“Berikan pelayanan prima kepada masyarakat. Kehadiran kita di tengah masyarakat sangat berarti dalam mewujudkan mudik yang aman dan nyaman, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan bahagia bersama keluarga,” pungkasnya.
Bagi warga Bekasi, harapan itu sederhana: semoga perjalanan mudik tahun ini lebih lancar dari cerita-cerita tahun lalu.
