Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Naik IKT #5, Ketua FKUB Bersyukur Segenap Warga Kota Bekasi Mendukung

iklan banner AlQuran 30 Juz

Dari Ujian ke Kebangkitan: Didukung Warga, Pemkot & Sinergi FKUB–MUI, Fondasi Kota Bekasi Kian Toleran

kandidat-kandidat.com | Sabtu, 25 Apr 2026, 12:42 WIBWhy/DR

Ini bukan kerja satu dua pihak. Ini hasil gotong royong—pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Kami di FKUB termasuk MUI dan juga ormas plat merah lainnya serta dukungan ormas agama lainnya hanya menjadi jembatan, atas keberhasilan bersama yang diterima Walikota Bekasi beberapa hari lalu,” ungkap H. Abdul Manan, Ketua FKUB Kota Bekasi.

 — KOTA BEKASI | Di balik capaian Kota Bekasi yang kini menembus peringkat ke-5 nasional dalam Indeks Kota Toleran (IKT) 2025, tersimpan kisah kerja kolektif yang tidak ringan.

Dari sempat terpuruk di posisi ke-7 pada 2024 akibat riak konflik sosial yang melibatkan oknum ASN dan sejumlah elemen masyarakat, hingga akhirnya bangkit melalui kerja sunyi dan konsisten lintas lembaga.

Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Bekasi, purnawirawan TNI H. Abdul Manan, di acara Syukuran dua tahun MUI Kecamatan Bekasi Barat, secara terbuka menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya kepada Pemerintah Kota Bekasi—mulai dari Walikota, Sekda, Kesbangpol, hingga OPD terkait—yang dinilai solid dalam menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman warga.

Ini bukan kerja satu dua pihak. Ini hasil gotong royong—pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Kami di FKUB hanya menjadi jembatan,” ungkapnya.

Menurut Abdul Manan, tahun 2025 menjadi fase yang penuh tantangan. Berbagai persoalan perselisihan antar umat beragama yang muncul tidak bisa dianggap sepele.

Dibutuhkan pendekatan dialogis, kesabaran, serta kehadiran aktif di tengah masyarakat untuk meredam potensi konflik yang lebih besar.

Yang kami hadapi bukan persoalan kecil. Tapi dengan komunikasi yang terbuka dan dukungan semua pihak, kita bisa lewati. Dan hasilnya hari ini dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Momentum rasa syukur itu terasa semakin kuat saat dirinya menghadiri peringatan tahun kedua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bekasi Barat yang dipimpin KH Hasan Basri, Sabtu (25/4), di kawasan Bintara IX, Pondok Bekam Rumah Sehat Aal Hasany Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Acara tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi simbol nyata sinergi antara organisasi massa keagamaan “plat merah” seperti MUI dan FKUB dalam merawat harmoni kota.

Memasuki periode kedua tahun 2026, MUI Bekasi Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran ulama dalam pelayanan umat.

Dalam kegiatan silaturahmi ulama se-Kota Bekasi yang digelar di Rumah Sehat Al-Hasany, KH Hasan Basri menyampaikan bahwa tantangan ke depan menuntut peran ulama yang semakin adaptif, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga sosial dan kemasyarakatan.

Peran ulama hari ini bukan hanya membimbing secara spiritual, tetapi juga hadir menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk di bidang sosial seperti layanan kesehatan,” ujarnya.

Peresmian Rumah Sehat Al-Hasany dalam kesempatan tersebut menjadi bukti konkret bagaimana pendekatan keagamaan dapat bersinergi dengan pelayanan publik.

Fasilitas ini diharapkan menjadi penguat layanan kesehatan berbasis masyarakat, sekaligus mempertegas bahwa nilai religiusitas di Bekasi berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.

Kehadiran berbagai unsur, mulai dari MUI, Dewan Masjid Indonesia (DMI), hingga FKUB Kota Bekasi dalam satu forum yang sama, memperlihatkan wajah kolaborasi yang semakin matang.

Bagi warga, sinergi ini bukan sekadar simbolik, tetapi berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari—lingkungan yang lebih rukun, ruang dialog yang terbuka, serta rasa aman yang kian terjaga.

Dari sudut pandang masyarakat, capaian naiknya peringkat IKT bukan hanya prestasi administratif, melainkan refleksi dari kualitas hidup yang membaik.

Kota Bekasi perlahan menunjukkan bahwa harmoni sosial bisa dibangun, bahkan setelah melalui fase ujian yang tidak mudah.

Kini, dengan fondasi kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, FKUB, dan MUI, Bekasi tidak hanya berbicara tentang toleransi sebagai konsep, tetapi sebagai praktik hidup yang dirasakan nyata oleh warganya—hari demi hari. [■]

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama