Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

QRS Bongkar Kiat Rahasia MBG, Dari Dapur SPPG Bisa Putar Ekonomi Rakyat

iklan banner AlQuran 30 Juz

Ketua KADIN Kota Bekasi Dorong MBG dan Koperasi Merah Putih Jadi Mesin Baru Ekonomi Kerakyatan di Bekasi

kandidat-kandidat.com | Senin, 25 Mei 2026, 08:53 WIBNMR/DR

Ketua KADIN Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar (QRS), punya mimpi besar di balik program MBG dan Koperasi Merah Putih. Baginya, program nasional ini jangan hanya berhenti di urusan distribusi makanan, tetapi harus menjadi gerakan ekonomi kerakyatan yang melibatkan UMKM, koperasi, hingga pelaku usaha kecil di setiap wilayah Kota Bekasi. “Kalau dikelola benar, yang kenyang bukan cuma siswa, tapi ekonomi rakyat juga,” ujarnya.

 — BEKASI | Ketua KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar (QRS), menilai program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Koperasi Merah Putih (KMP) dapat jadi momentum besar membangkitkan ekonomi kerakyatan di Kota Bekasi apabila dijalankan secara terintegrasi dengan seluruh potensi daerah, mulai dari UMKM, koperasi, petani urban, pelaku industri rumahan, hingga perangkat OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Menurut QRS, program nasional tersebut jangan hanya dipandang sebagai agenda distribusi bantuan makanan semata, tetapi harus menjadi ekosistem ekonomi baru yang mampu menghidupkan rantai usaha masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Kalau MBG ini dikelola dengan pola gotong royong ekonomi daerah, dampaknya luar biasa. Bukan hanya anak-anak dapat makanan bergizi, tapi UMKM bergerak, koperasi hidup, tenaga kerja terserap, bahkan ekonomi kelurahan bisa ikut tumbuh,” ujar QRS dalam wawancara bersama wartawan Kandidat2 daring DREWcorp.

Ia menilai gagasan ekonomi kerakyatan yang selama ini digaungkan dalam semangat Pasal 33 UUD 1945 dapat mulai diwujudkan secara konkret melalui sinergi program MBG dan Koperasi Merah Putih.

Menurutnya, Kota Bekasi memiliki sumber daya manusia, jaringan usaha, dan kekuatan komunitas yang cukup besar untuk membangun model ekonomi kolaboratif berbasis koperasi modern.

QRS bahkan memiliki sejumlah ide terobosan yang dinilai realistis diterapkan di Kota Bekasi.

Salah satunya adalah membangun sistem rantai pasok MBG berbasis wilayah, di mana setiap kecamatan dapat memberdayakan UMKM lokal dan koperasi setempat sebagai pemasok kebutuhan program makanan bergizi.

Mulai dari penyedia beras, telur, sayuran, bumbu dapur, jasa katering, hingga distribusi makanan, semuanya dapat melibatkan pelaku usaha lokal agar perputaran uang tetap berada di masyarakat Kota Bekasi.

Jangan sampai program besar tetapi bahan bakunya justru lari ke luar daerah atau dikuasai pemain besar saja. Kalau dikelola baik, MBG bisa jadi pasar baru bagi ribuan UMKM Bekasi,” katanya.

QRS juga mendorong agar seluruh OPD terkait di Pemkot Bekasi dapat terlibat sesuai fungsi masing-masing.

Seperti Dinas Koperasi & UKM memperkuat kelembagaan koperasi, membantu kurasi dan pelatihan pelaku usaha, Dinas Ketahanan Pangan mengawasi kualitas bahan baku, hingga Dinas Pendidikan yang memastikan distribusi program tepat sasaran.

Menurutnya, pola kerja lintas sektor seperti itu akan membuat program pemerintah lebih terasa manfaat ekonominya bagi masyarakat bawah.

Kita punya banyak potensi. Tinggal bagaimana disinergikan. Jangan jalan sendiri-sendiri. Kalau semua perangkat daerah bergerak bersama, ekonomi kerakyatan di Bekasi bisa naik kelas,” ujar QRS.

Ia juga melihat Koperasi Merah Putih dapat menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha kecil agar tidak terus kalah bersaing di tengah derasnya arus perdagangan digital dan produk impor murah di marketplace.

Dalam konsep yang ia dorong, koperasi bukan lagi sekadar tempat simpan pinjam konvensional, melainkan pusat distribusi, pusat produksi, hingga pusat pemasaran produk lokal berbasis teknologi digital.

Koperasi modern harus bisa jadi rumah besar UMKM. Jadi bukan hanya papan nama, tapi benar-benar menjadi kekuatan ekonomi rakyat,” tegasnya.

QRS optimistis apabila konsep sinergi tersebut dijalankan serius antara pemerintah pusat, Pemkot Bekasi, dunia usaha, dan masyarakat, maka MBG dan Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi program populis jangka pendek, tetapi dapat berkembang menjadi model pemberdayaan ekonomi daerah yang nyata, produktif, dan berkelanjutan.

Baginya, inti dari seluruh program pembangunan adalah memastikan masyarakat kecil ikut tumbuh bersama, bukan sekadar menjadi penonton di tengah besarnya perputaran ekonomi nasional. [■]

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama