Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Siswa SMA/SMK, Mahasiswa & KaTar Kota Bekasi Diajak Diklat Jadi Jurnalis Pro

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Siswa SMA/SMK, Mahasiswa & KaTar Kota Bekasi Diajak Diklat Jadi Jurnalis Pro
Pelatihan Jurnalis Muda 2026 di Bekasi Mengusung Kecerdasan Buatan, dari Produksi Berita hingga Cegah Hoaks

kandidat-kandidat.com | Rabu, 30 Sep 2026, 14:14 WIB | NMR/DR

Berangkat dari kebutuhan banyaknya kaum muda dari milenial maupun gen-Z yakni para siswa, mahasiswa dan anggota karang taruna tertarik dengan fenomena media sosial sekaligus keinginan kuat menjadi jurnalis warga (journalist wannabe citizen), maka hadirlah Pelatihan Jurnalis Muda 2026 di Kota Bekasi mengangkat relevansi pengembangan keterampilan jurnalistik berbasis AI sebagai pendekatan untuk menjawab kebutuhan generasi digital.
 
 — KOTA BEKASI| Di era ketika sebuah video dapat viral dalam hitungan menit, kamera profesional tidak lagi menjadi satu-satunya perangkat untuk menghasilkan karya jurnalistik.

Bermodalkan telepon pintar, koneksi internet, kreativitas, dan kemampuan mengolah informasi, siapa pun kini dapat mendokumentasikan peristiwa dan menyampaikannya kepada publik.

Terlebih dengan hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), proses produksi konten digital semakin terbuka bagi generasi muda.

Fenomena ini melahirkan peluang baru bagi kalangan milenial dan Generasi Z, termasuk siswa SMA/SMK, mahasiswa, serta anggota karang taruna.

Mereka yang selama ini akrab dengan TikTok, Instagram, YouTube, dan berbagai platform digital lainnya mulai memiliki ruang untuk mengembangkan keterampilan dari sekadar kreator konten menjadi citizen journalist atau jurnalis warga.

Namun perubahan tersebut juga munculkan pertanyaan mendasar: ketika semua orang bisa membuat dan menyebarkan berita, siapa yang memastikan bahwa informasi tersebut benar?

Di tengah budaya digital yang serba cepat, personal, dan instan, konten unik serta sensasional memang berpotensi menarik perhatian besar. Akan tetapi, viralitas tidak selalu sejalan dengan kebenaran.

Video yang dipotong tanpa konteks, foto lama yang diklaim sebagai kejadian baru, narasi manipulatif, hingga konten buatan AI yang menyerupai kenyataan dapat memperkeruh arus informasi.

Karena itu, tantangan jurnalisme masa kini bukan hanya bagaimana menghasilkan konten yang menarik, tetapi juga bagaimana menjaga akurasi, melakukan verifikasi, memahami etika, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Pelatihan Jurnalis Muda 2026 di Kota Bekasi mengangkat relevansi pengembangan keterampilan jurnalistik berbasis AI sebagai pendekatan untuk menjawab kebutuhan generasi digital.

Teknologi kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk membantu riset, pengolahan data, transkripsi wawancara, penyusunan naskah, penyuntingan, produksi konten multimedia, hingga pemeriksaan awal terhadap informasi yang beredar.

Pendekatan ini menempatkan AI sebagai alat bantu dalam proses kerja jurnalistik, bukan sebagai pengganti daya kritis, verifikasi manusia, maupun tanggung jawab atas berita yang dipublikasikan.

Berdasarkan brosur, pelatihan dijadwalkan pada 12–22 Oktober 2026, bertempat di Balai RW 016, Bukit Kencana, Jatimekar, Kota Bekasi, dengan kuota maksimal 30 peserta.


Ketika kreator konten ingin menjadi jurnalis warga

Kebiasaan generasi muda dalam membuat konten sesungguhnya memiliki sejumlah modal awal yang relevan dengan kerja jurnalistik.

Mereka terbiasa merekam gambar, mengedit video, menyusun narasi, memilih judul, membaca respons audiens, dan menyebarkan informasi melalui berbagai kanal digital.

Kemampuan tersebut dapat dikembangkan menjadi keterampilan peliputan yang lebih sistematis.

Seorang siswa yang terbiasa membuat video kegiatan sekolah, misalnya, dapat belajar menyusun laporan kegiatan berdasarkan wawancara dengan panitia dan peserta.

Mahasiswa yang aktif mengelola media sosial organisasi dapat mengembangkan kemampuannya untuk meliput kegiatan kampus, mengolah data, serta menulis berita dengan struktur yang benar.

Anggota Katar (karang taruna) dapat memanfaatkan keterampilan dokumentasi untuk mengangkat persoalan lingkungan, pelayanan publik, kegiatan sosial, dan perkembangan masyarakat di wilayahnya.

Di sinilah jurnalisme warga memiliki relevansi yang semakin kuat.

Masyarakat yang menyaksikan langsung suatu peristiwa dapat menjadi sumber dokumentasi awal. Informasi mengenai kegiatan lingkungan, persoalan fasilitas umum, bencana, aktivitas pendidikan, atau dinamika sosial dapat menjangkau publik dengan cepat melalui perangkat digital.

Meski demikian, menjadi jurnalis warga bukan sekadar mengunggah apa yang dilihat, melainkan memastikan apa yang disampaikan sesuai dengan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kamera ponsel dapat merekam kejadian, tetapi tidak otomatis menjelaskan sebab dan akibatnya. Media sosial dapat mempercepat distribusi informasi, tetapi tidak menjamin kebenaran isi unggahan.

AI dapat membantu menyusun narasi, tetapi tidak selalu mampu membedakan informasi yang benar dari klaim yang keliru.

Karena itulah, pelatihan jurnalistik yang memadukan kompetensi dasar jurnalistik dengan pemanfaatan AI menjadi relevan bagi generasi muda yang ingin melangkah dari dunia konten menuju dunia pemberitaan.

Seluruh materi terintegrasi AI: dari mencari ide hingga menerbitkan berita



Hal yang menjadi penekanan utama dalam konsep pelatihan ini adalah pemanfaatan AI secara lintas materi. Artinya, kecerdasan buatan tidak ditempatkan sebagai satu pelajaran tambahan yang berdiri sendiri, melainkan sebagai alat bantu yang diperkenalkan dalam setiap tahapan kerja jurnalistik.

Berikut penerapan AI yang relevan dengan lima materi dalam brosur.

1. Peliputan berita berbasis AI

AI dapat membantu mencari ide liputan, menyusun daftar pertanyaan awal, merancang rencana peliputan, dan mengelompokkan catatan lapangan. Peserta tetap harus melakukan observasi langsung, mencari bukti, dan memastikan informasi dari sumber yang kompeten.

2. Wawancara jurnalistik dengan bantuan AI
AI dapat membantu menyusun pertanyaan berdasarkan topik, mentranskripsikan rekaman wawancara, dan merangkum jawaban narasumber. Hasil transkripsi dan ringkasan harus dicocokkan dengan rekaman asli agar kutipan tidak berubah atau kehilangan konteks.

3. Penulisan berita dengan AI
AI dapat membantu menyusun kerangka berita, mengembangkan struktur 5W+1H, memperbaiki tata bahasa, serta membuat alternatif judul. Peserta perlu memeriksa setiap fakta, nama, tanggal, angka, dan kutipan sebelum naskah diterbitkan.

4. Etika jurnalistik di era AI
Peserta mempelajari risiko penggunaan AI, perlindungan data pribadi, hak cipta, privasi narasumber, manipulasi gambar dan suara, serta transparansi penggunaan konten sintetis. AI tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan etika atau tanggung jawab atas publikasi.

5. Verifikasi fakta dan deteksi hoaks
AI dapat membantu mengidentifikasi klaim yang perlu diperiksa, membandingkan isi dokumen, dan menyusun langkah pemeriksaan. Namun, AI bukan alat penentu kebenaran yang mutlak. Peserta harus menelusuri sumber asli, memeriksa tanggal dan konteks, serta melakukan konfirmasi apabila diperlukan.

Pendekatan tersebut membuat pembelajaran AI lebih dekat dengan kebutuhan nyata calon jurnalis muda.

Mereka tidak hanya mengenal teknologi, tetapi juga belajar kapan AI dapat digunakan, bagaimana memeriksa hasilnya, dan kapan keputusan harus didasarkan pada bukti serta penilaian manusia.

Prinsip ini sejalan dengan Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/I/2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik.

Pedoman tersebut menegaskan bahwa AI membantu dan mempermudah proses jurnalistik, bukan menggantikan peran manusia, serta menempatkan penggunaan AI dalam kerangka Kode Etik Jurnalistik.

Dari konten viral menuju konten yang terverifikasi

Bayangkan seorang siswa menemukan video yang ramai beredar di media sosial, dengan narasi bahwa telah terjadi suatu insiden di lingkungan sekolahnya.

Dengan bantuan AI, ia dapat membuat daftar hal yang perlu diperiksa, menyusun pertanyaan untuk saksi, dan menyiapkan kerangka laporan. Namun, ia tidak boleh langsung menganggap narasi pada video tersebut benar.

Ia perlu memastikan kapan dan di mana peristiwa terjadi, mencari sumber video asli, menghubungi pihak terkait, memeriksa keterangan saksi, dan memastikan bahwa rekaman tidak digunakan di luar konteks.

Setelah fakta terkumpul, AI dapat membantu merapikan transkripsi wawancara, menyusun draf berita, dan menyiapkan versi ringkas untuk media sosial. Sebelum diterbitkan, seluruh informasi tetap harus diperiksa oleh manusia.

Setelah fakta terkumpul, AI dapat membantu merapikan transkripsi wawancara, menyusun draf berita, dan menyiapkan versi ringkas untuk media sosial. Sebelum diterbitkan, seluruh informasi tetap harus diperiksa oleh manusia.

Simulasi semacam ini menggambarkan perbedaan antara sekadar meneruskan konten viral dan melakukan kerja jurnalistik yang bertanggung jawab.

AI membantu mempercepat proses; verifikasi memastikan informasi layak dipercaya.

Bekal penting untuk masa depan jurnalisme digital

Pelatihan Jurnalis Muda 2026 menyediakan fasilitas yang tercantum dalam brosur berupa modul pelatihan, sertifikat, praktik lapangan, narasumber berpengalaman, serta jaringan komunitas jurnalis.

Dengan kuota maksimal 30 peserta, program ini menyasar pemuda dan masyarakat umum, termasuk pelajar, mahasiswa, anggota komunitas, karang taruna, dan pegiat informasi.

Bagi generasi muda yang ingin memasuki dunia media, kemampuan jurnalistik berbasis AI dapat menjadi bekal untuk mengembangkan portofolio karya, mengelola kanal informasi komunitas, membuat konten edukatif, serta memahami proses produksi berita digital.

Namun, pelatihan dasar tetap merupakan langkah awal. Kompetensi profesional membutuhkan latihan berkelanjutan, pengalaman lapangan, dan pemahaman yang memadai mengenai standar jurnalistik.


Informasi pendaftaran

Pelatihan Jurnalis Muda 2026
Tanggal: 12–22 Oktober 2026

Lokasi: Balai RW 016, Bukit Kencana, Jatimekar, Kota Bekasi

Sasaran: Pemuda, siswa SMA/SMK, mahasiswa, anggota karang taruna, komunitas, dan masyarakat umum.

Fasilitas: Modul pelatihan, sertifikat, praktik lapangan, narasumber berpengalaman, dan jaringan komunitas jurnalis.

Kuota: Maksimal 30 peserta.

Kontak pendaftaran
WhatsApp/telepon sesuai brosur

Hubungi narahubung untuk memastikan rincian penerapan AI dalam pelatihan, jadwal, persyaratan peserta, dan biaya apabila ada.

Penutup: AI boleh cerdas, jurnalis harus tetap berintegritas

Perkembangan teknologi telah membuka pintu bagi generasi muda untuk berpartisipasi lebih aktif dalam ekosistem informasi. Siswa, mahasiswa, anggota karang taruna, dan kreator konten memiliki kesempatan untuk mengembangkan kreativitas menjadi keterampilan jurnalistik yang bermanfaat.

AI dapat membantu mereka bekerja lebih efisien, mengolah informasi, dan mengembangkan karya multimedia. Namun, teknologi tersebut tidak dapat menggantikan kepekaan terhadap persoalan masyarakat, keberanian melakukan konfirmasi, pertimbangan etis, serta tanggung jawab atas dampak sebuah berita.

Pelatihan Jurnalis Muda 2026 di Bekasi relevan sebagai ruang pengenalan untuk memadukan kemampuan digital dengan dasar-dasar jurnalistik.

Dengan pembelajaran berbasis AI yang tetap menempatkan manusia sebagai pengendali, generasi muda dapat belajar menghasilkan konten yang bukan hanya menarik, tetapi juga faktual dan bermanfaat.

Sebab, di tengah persaingan mengejar viralitas, kepercayaan publik merupakan hal yang tidak bisa dibangun hanya dengan algoritma.

Menulis. Merekam. Menyuarakan perubahan. Dengan AI sebagai alat bantu, fakta sebagai pijakan, dan integritas sebagai pegangan. [■]

Catatan redaksi: Jadwal, lokasi, materi dasar, sasaran peserta, fasilitas, kuota, dan kontak mengacu pada brosur yang diberikan. Integrasi AI dalam setiap materi merupakan penekanan konsep advertorial sesuai arahan pemesan; rincian aplikasi AI dan metode praktiknya perlu diselaraskan dengan kurikulum resmi penyelenggara. Nama penyelenggara dan biaya tidak dicantumkan karena tidak tersedia dalam brosur.

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
banner kontak BekasiOL Kejagung Geledah Pemkot Bekasi iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama