contoh iklan header
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Antara Pendaftaran PSB Online Jakarta dan Bekasi

PERNAK PERNIK PSB Online Jakarta-Bekasi

Jakarta, dobeldobel.com
Mendaftarkan anak saya, Nur Muhammad ke SMA negeri di Jakarta ternyata benar-benar menguras keringat dan air mata. Rizal, panggilan sayang anak lelaki saya ini, memang hanya mendapat nilai yang pas-pasan. Jadi saat menerima hasil pendaftaran pada hari pertama, karena berdasarkan keinginan pribadi saya, saya masukkan ia ke sekolah favorit, dan urutan pertama adalah SMA saya dulu, SMA Negeri 44, tanpa memikirkan berapa sebenarnya NUN (Nilai Ujian Nasional). Untungnya pada pilihan kedua saya memasukkan sekolah favorit kedua, yang sekali lagi saya tidak memperhatikan berapa grade batas nilai terendah dan tertinggi di sekolah tersebut. Pilihan kedua itu jatuh pada SMA N 102.

Pagi harinya sebelum Shubuh, saya sudah bangun dan melanjutkan bicara saya pada hari sebelumnya dengan anak saya tentang perolehan nilainya terakhir, membuat saya sedikit emosional. Tak lepas, istri saya sendiri, Iin, tak lepas dari semprotan kekecewaan saya kepada Rizal. Namun biar bagaimanapun saya tetap sayang dengan jagoan saya satu-satunya itu. Untungnya istri saya bisa mengerti kalau saya sedang benar-benar sedih dan kecew2a dengan hasil nilai NUN (dulu disebut NEM=Nilai EBTA Murni).

Kekecewaan saya akhirnya mulai mereda, apalagi saya akhirnya hanya bisa meminta Rizal untuk kini gilirannya tak boleh berhenti berdoa setelah sholat Shubuh. Selesai Shubuh, saya hanya bisa duduk lemas, dan sedikit menangis sampai tak sadar saya mengeluarkan air mata, serta meratap, Ya Tuhanku, berilah kesempatan anakku, Nur Muhammad Rizal untuk bisa masuk sekolah negeri. Berilah kesempatan sekali saja, biar saya berjanji Ya Allah, untuk membiasakan dia berdisiplin waktu dan menggiatkan dirinya dan diri hamba untuk maju dan meningkatkan prestasi. Tolong Ya Allah...!" dengan sedikit menggigil saya memelas kepada Allah.

Dua jam kemudian, saya mencoba mengirimkan sms seperti yang tertera di bagian bawah dalam kertas pendaftaran, dengan memasukkan nomor pendaftaran dan mengirimkan ke nomor 9388. Kurang dari 20 menit, sms dari PSB Online pun datang. Alhamdulillah anak saya Rizal berhasil sementara waktu mendapatkan posisi ke 147 dari 311 siswa pendaftar di SM N 102. Saya pun segera kemudian siang harinya meluncur ke SMA N 102 untuk mencari tahu lokasi dan informasi lebih rinci.

Tiba di sana saya disambut ramah oleh seorang guru yang jadi panitia PSB SMAN 102, Ibu Melti. Darinya saya mendapatkan segala informasi dan akhirnya saya tahu, bahwa kemungkinan siswa peserta pendaftaran akan selalu bisa tergeser oleh siswa lainnya yang tentunya mempunyai NUN lebih tinggi. Hal ini pun tidak terlalu menggembirakan saya. Tapi saya tetap berharap dengan doa. Tak kurang puluhan kali saya menelpon anak saya, agar dia tetap berdoa, karena bagi saya, Nasib (prestasi) hanya bisa dirubah dengan usaha (belajar), sedangkan takdir (penerimaan SMA Negeri) hanya bsia dirubah dengan do'a. Saya yakinkan hal itu kepada anak saya.

Sorenya saya lanjutkan pekerjaan saya untuk mewawancarai seorang klien saya agar usaha kulinernya dipublikasikan di website saya. Namun ternyata sore itu menghasilkan kesepakatan baru, karena anaknya yang lulusan SD mau masuk SMP Negeri mendapatkan kesulitan dengan aturan main di SMP Negeri di wilayah Kota Bekasi. Dokumen-dokumennya tak bisa ditarik, padahal dia ingin mendaftarkan kembali anaknya saat setelah diinformasikan sang anak gagal di terima di setiap sekolah pilihan. Sang klien pengusaha makanan khas Itali itu, minta bantuan saya selaku wartawan barangkali bisa menanyakan lebih lanjut tentang kebijakan penahanan dokumen asli seperti ijazah kelulusan SDnya agar bisa ditarik untuk mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri lain. Karena sejatinya, bila sudah tidak diterima di SMP Negeri pilihan bisa memilih untuk melanjutkan ke pilihan sekolah lainnya. Saya pun trenyuh, dan mau tak mau saya ingin menolong mereka. Saya janjikan bertemu keesokan harinya untuk menuju SMP Negeri 29 Bekasi yang berlokasi di Jatiasih itu.

Keesokan pagi, setelah saya menaikkan berita tentang kuliner makanan khas Itali itu, saya segera menemui klien yang ternyata telah menunggu cukup lama bersama keluarga. Menghilangkan kekecewaan mereka menunggu saya datang terlambat, saya mencoba menerangkan apa yang bakalan mereka terima dari pihak sekolahan. kemungkinan besar, pihak sekolahan memang menerapkan aturan yang hanya berlaku di sekolah tersebut atau bisa jadi untuk semua sekolah di wilayah Bekasi.

Memang disinyalir, untuk sekolahan-sekolahan di wilayah Kota Bekasi baik yang SMP dan SMA, beberapa orang mengatakan kepada saya bahwa umumnya sering terjadi permainan uang di sana. Seorang ibu, yang mempunyai anak berprestasi di SMP Negeri di Bekasi, terpaksa mendaftarkan anaknya kembali ke SMA Negeri 110 di Jakarta melalui tempat pendaftaran di SMA N 103. Akhirnya anaknya masuk sementara waktu di urutan 1, karena nilai NUN nya yang sangat tinggi, namun di PSB online Jakarta, di belakang namanya ditandai bulatan merah, yang artinya dia adalah peserta pendaftaran dari luar Jakarta. Sekalipun demikian ia masuk dalam urutan 1. Luar biasa. Menurut orang tuanya, mengapa ia mendaftarkan anaknya bersekolah di Jakarta, karena masalah kualitas pendidikan di Jakarta yang jauh lebih baik, kemudian sering terjadinya kolusi dan permainan uang yang tidak fair baginya saat mendaftarkan anaknya di SMA di Bekasi.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 29, Toto mengatakan kepada dobeldobel.com, bahwa sistem penerimaan siswa baru secara online justru meminimalisir peluang untuk melakukan kecurangan dan justru menghindari fitnah seperti yang dikuatirkan banyak orang. Lalu saat ia ditanya, pak Toto' yang kali itu tidak mengenakan batik sementara panitia lainnya berbatik ria di hari Jum'at seperti biasanya, mengungkapkan, bahwa permintaan pihak sekolah atas dokumen asli sebenarnya demi menghindari pemalasuan fotokopi dokument yang marak terjadi di kota Bekasi. Padahal seperti yang dikatakannya sendiri, bahwa sistemnya adalah online real time. Lalu mengapa harus dengan dokumen asli sebagai pertinggal? Kan bisa saja saat orang tua siswa atau walinya memberikan fotokopi dokumen tinggal mencocokkan via komputer, tanpa repot-repot. Pak Toto yang murah senyum ini menjawab sambil mengepulkan asap rokoknya, "Daripada repot-repot beradu argumen dan ngomong ke sana-kemari karena berdebat, yah pihak manajemen sekolah menetapkan agar orang tua atau wali siswa membawa aslinya dan kami selanjutnya akan mempersiapkan sisanya secara online".

Hari sebelumnya saat saya menemui, Kepala sekolah SMA Negeri 44, Bpk Yatim, menjelaskan bahwa sistem penerimaan siswa baru secara online memang memudahkan baik para orangtua siswa maupun pihak sekolah penyelenggara. Itulah sebabnya selama beberapa hari masa PSB ini, seluruh staf guru dan TU yang terlibat dalam kepanitiaan benar-benar disibukkan dengan proses ini. Sambil menunjukkan kepada saya seseorang dari pengawas Dinas Pendidika Kota DKI Jakarta yang hadir tutur mengawasi jalanya proses PSB. Dan beberapa menit sebelum saya bertemu dengan Kepsek SMA N 44, saya melihat seorang Ibu yang tampaknya hendak meminta bantuan kepadanya agar anaknya bisa dibantu masuk ke sekolah pilihan favorit. Namun sang Kepsek berusaha menjelaskan sebisa mungkin, bahwa semua proses pendaftaran dilakukan secara komputerisasi dan nasional, jadi semua tergantung dengan pasar siswa pendaftar dan NUN yang dimiliki oleh sang siswa sendiri. Artinya, jika satu sekolah dipenuhi oleh apara siswa pendaftar yang memiliki nilai hasil ujian nasional rata-rata tinggi misalnya 7,5 dan modusnya siswa dengan nilai juga 7,5 maka bisa dipastikan siswa yang bernilai di atas angka tersebut saja yang bisa berebut masuk ke sekolah pilihan itu. Sedangkan buat para siswa yang bernilai di bawah itu, jangan harap bisa terpilih, sekalipun bisa masuk pada kali atau hari pertama, bisa jadi dalam hitungan jam, dia bisa tergeser oleh siswa pendaftar belakangan dengan nilai yang lebih tinggi atau minimal sama.

Sungguh sistem yang bisa dibilang cukup fair. Artinya, semuanya kini tergantung dari hasil Nilai Ujian Nasional) yang diperoleh setelah UAN (Uajian Akhir Nasional) beberapa bulan yang lalu.

Dan akhirnya, pada hari ketiga yang juga hari terakhir pendaftaran PSB, saya mendaftarkan ulang anak saya Rizal, yang kali ini saya sesuaikan pilihan SMAN nya dengan NUN yang dia miliki, yakni 6,6645 (hehehe... pasti dia kesel kalau tahu nilainya saya beberkan di sini...Maaf ya nak! I still love you, Tiger), saya pun daftarkan dia di SMA favorit tapi untuk wilayah Jakarta Utara, dengan pertimbangan terdekat dari rumah kami di jakarta Timur. Kini namanya masuk dalam urutan ke 235 dari 311 siswa yang diterima di SMA N 45. Dan beberapa puluh menit kemudian bergeser jadi urutan ke 242... menjelang akhir jam pendaftara, tepatnya 15.00 saya periksa lagi di internet, kini ia masuk urutan ke 253 dari 311 di SMA 45. Alhamdulillah.
Sidik Rizal

PSB Online Jakarta - Pendaftaran Siswa Baru (PSB) Online untuk peserta didik baru SMA dan SMK Negeri Jakarta akan dibuka lewat situs online yang beralamat di jakarta.psb-online.or.id. Kendalanya sistem ini tidak memberikan kelonggaran kepada siswa yang terlambat mendaftar.

Pendaftaran akan dilangsungkan pada tanggal 1-3 Juli 2009. "Jika masih ada bangku kosong kami akan buka lagi tahap ke dua pada 9-10 Juli," Ujar Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kamalludin, seperti yang dikutip dari situs vivanews.com, Senin (29/06/09).

Pengumuman hasil seleksi pendaftaran tahap pertama akan diumumkan pada tanggal 4 Juli 2009, dan untuk pengumuman tahap ke dua, dilaksanakan pada 10 Juli 2009.

Laporan untuk pendaftaran tahap pertama bisa dilakukan pada 6-7 Juli. Tahan ke dua 11 Juli 2009. Kegiatan belajar akan dijadwalkan mulai 13 Juli 2009. "Siswa yang sudah diterima harus segera lapor diri, bila tidak lapor sesuai jadwal dianggap mengundurkan diri."

Mulai tahun ini, setiap calon siswa SMA diberi kesempatan untuk memilih sedikitnya lima sekolah sasaran. Tahun sebelumnya calon siswa SMA hanya diberi kesempatan memilih tiga sekolah. Sedangkan untuk calon siswa SMK mendapat tiga pilihan sekolah sesuai nilai ujian nasional.

Bagi siswa dari luar Jakarta yang belum memiliki dokumen kelulusan lengkap, diperkenankan mendaftar dengan menyertakan Surat Keterangan Hasil Ujian Negara (SKHUN) yang dilegalisir. "Dengan itu mereka tidak akan telat daftar,” katanya.

Kamalludin mengatakan, sistem online memperkecil peluang kecurangan dalam pendaftaran siswa baru. Pendaftar dibatasi dengan peringkat dan daya tampung sekolah. "Jadi kalau satu sekolah hanya menampung 300 maka hanya 300 siswa yang diterima berdasarkan peringkat hasil ujian yang diminta, tidak lebih," ujarnya.

Sidik Rizal (disarikan dari berbagai sumber)

-----------------------------------------------------------------------

Surat Edaran PPDB Tahun Pelajaran 2009/2010

SURAT EDARAN

No : 100/SE/2009
Sifat : Penting
Lampiran : -
Hal : Penerimaan Peserta Didik Baru
Tahun Pelajaran 2009/2010

Sehubungan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada semua jenis, jalur dan jenjang pendidikan di Provinsi DKI Jakarta Tahun Pelajaran 2009/2010, dengan hormat saya minta perhatian Saudara akan hal-hal sebagai berikut:

1. Kegiatan PPDB di Provinsi DKI Jakarta Tahun Pelajaran 2009/2010 agar mengacu pada Peraturan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nomor 327 dan 328 , tanggal 8 Mei Tahun 2009 masing - masing Tentang Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB SMA, SMALB dan SMK Negeri dan Juknis PPDB TK, TKLB, SD, SDLB, SMP, dan SMPLB Negeri.

2. Hal-hal yang belum jelas diatur atau perlu diralat dalam Juknis PPDB tersebut agar berpedoman pada Surat Edaran ini.

3. Adapun hal-hal dimaksud adalah sebagai berikut:
a. Bagi peserta didik berprestasi dalam bidang Akademik dan Non Akademik berlaku ketentuan kuota maksimal 5%.
b. Kuota maksimal 5 % bagi peserta didik yang berasal dari Luar Provinsi DKI Jakarta termasuk di dalamnya peserta didik berprestasi, berlaku baik untuk pendaftaran Tahap I maupun pendaftaran Tahap II
c. Terkait dengan Agenda Nasional tentang Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tanggal 8 Juli 2009, maka pengumuman tempat kosong diundur menjadi tanggal 9 Juli 2009, selanjutnya mengikuti jadual PPDB sebagai berikut:

SMP/SMA/SMK
No Kegiatan Tanggal
1 pengumuman tempat kosong dan pendaftaran 9-10 Juli
2 pengumuman tahap II 10 Juli
3 lapordiri tahap II 11 Juli


d. Bagi calon peserta didik berkebutuhan khusus yang mendaftar pada sekolah penyelenggara inklusi pada SMP/SMA/SMK Negeri, agar membawa rekomendasi dari sekolah asal yang menyatakan bahwa yang bersangkutan dapat mengikuti pembelajaran pada sekolah penyelenggara inklusi.
e. Prestasi Akademik maupun Non Akademik yang menjadi acuan dalam PPDB Tahun Pelajaran 2009/2010 adalah prestasi perorangan yang diperoleh peserta didik sampai dengan 2 Tahun terakhir, berlaku baik untuk peserta didik yang berasal dari SD maupun SMP.
f. Calon peserta didik yang berasal dari Sekolah luar negeri yang mengikuti kepindahan orang tua/wali harus memiliki surat keterangan tempat tinggal dari kelurahan setempat sebelum mendaftar sebagai calon peserta didik baru dan harus memperoleh penyetaraan dari Ditjen Mandikdasmen, dan mengikuti seleksi penyetaraan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 22 dan 23 Juni 2009 selanjutnya melakukan Pra Pendaftaran sesuai dengan tempat dan ketentuan yang berlaku.
g. Calon peserta didik yang telah diterima di SMA Negeri Unggulan Moh. Husni Thamrin, Kelas Internasional, SMP RSBI maupun yang diterima melalui jalur Peserta Didik Berprestasi tidak dapat lagi mengikuti seleksi PPDB Online Real Time Sistem. Sehubungan dengan hal tersebut, sekolah penerima segera melaporkan peserta didik yang telah diterima melalui program dimaksud ke Dinas Pendidikan.
h. Pelaksanaan PPDB Tahun Pelajaran 2009/2010 Gratis.

Demikian beberapa hal yang perlu menjadi acuan dalam PPDB Tahun Pelajaran 2009/2010, atas perhatian Saudara, saya ucapkan terima kasih.



KEPALA DINAS PENDIDIKAN
PROVINSI DKI JAKARTA,

Dr. H. TAUFIK YUDI MULYANTO, M. Pd
NIP 131679687
Kandidat Calon Walikota Bekasi Heri Koswara

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Kandidat Calon Walikota Bekasi, Heri Koswara