contoh iklan header
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Bang Dibul: Sate Kambing Muda Spesial

Makannya Sate Kambing Muda
Minumnya Gelas Bengkak


Kalimalang, Pondok Kelapa, kelanakuliner.com
Mencari warung dengan sajian unik dan cuma satu-satunya adalah pekerjaan gue saat kelana kuliner. Kali ini akhirnya ketemu juga pencarian panjang gue justru tepat di depan mata saat berkunjung ke Saung Blessing (kini berganti nama jadi Saung Kuliner). Sebenarnya udah bolak balik gue lihat warung berkonsep "apa adanya" ini, tapi baru bisa sekarang gue tulis tentang makanannya. Terus makanan apa yang berhasil jadi pilihan unik gue dari warung ini? Warung Sate Kambing Muda bermerk Bang Dibul ini yang menggelitik mata gue, mulai dari merknya yang mencolok banget terpasang di pinggiran jalan Kalimalang Plang Saung Blessing - ngeingetin gue sama satu logo merk bumbu masakan terkenal, entah apa -. Sajian Sate Kambing Muda, sudah banyak dijajakan di di daerah Cibubur dan kini mulai ramai di daerah lain khususnya Bekasi.

Namun Sate Bang Dibul milik Arif, lelaki kelahiran 1979 agak berbeda dari sate kiloan yang biasanya menggunakan daging kambing muda ini. Memang awalnya Arif, lelaki jebolan Universitas Trisakti ini mau meniru PSK (bukan arti sebenarnya... hehehehe! maksud gue Paket Sate Kiloan - atau Penggemar Sate Kiloan seh?) yang terkenal di daerah Cibubur. Namun dia mencoba melakukan penambahan atau modifikasi mesin (uups sori!) maksud gue bumbu. Dengan menambahkan madu dan jinten hitam (dikenal di negeri Arab sebagai Habbatussauda, atau Black Seed di Amrik sonoh), maka satenya mempunyai rasa sensasi baru namun tetap lezat. Manisnya madu yang menyehatkan membuat sate kambing mudanya lebih jusi (juicy) dan getirnya (pahitnya) jinten hitam yang mentralisir racun (toxic) serta asam urat yang ada di dalam daging kambing menambah sedap dan nikmat dari Sate Kambing Muda Bang Dibul.

Gue nggak mau berlebihan ngomongnya, tapi cobalah Lu pade bro and sis menikmati sendiri, sate olahan khas Bang Dibul yang cenderung empuk dan lunak, kemudian bumbu-bumbunya yang merupakan campuran Kecap Bango (ya ampun... yang kayak gene ini, termasuk iklan atau promosi nggak seh? Awas aja tuh Unilever kalau nggak ngerespon positif tulisan gue ini gue ganti kecapnya pake merek "A") dan campuran minyak jinten hitam atau yang lebih dikenal dengan nama habbatussauda.

Tapi yang bikin gue makin sebel (hehehehe "seneng betul" coy!) adalah minumannya yang benar-benar "hiperbolic marketing promo" (bukan bold marketing loh! itu tuh, teori marketing "jor-joran"nya si Rhenald Kasali) dengan istilah "GB" alias Gajah Gelas Bengkak. Sekali minum, puas dan mantab (inget pake "b" bukan pake "p" jadi nilainya benar-benar lebih!).


Konsep minuman Gelas Bengkaknya si cowok lumayan ganteng (jangan ah nanti do'i ge-er, disangkain gue suka mau jadiin dia saudara ipar atau mantu lagi, hehe!) botak dan berjenggot ini diambil dari pengalamannya selama ini saat jajan dan minum di tempat favoritnya. "Gue itu kan orangnya suka minum-minum (sekali lagi dalam artian mpo'siti positif), jadi suka nggak puas minum apa gitu tapi gelasnya kurang gede. Padahal gue masih haus," akunya tentang asal usul gelas bengkak di Warung Bang Dibulnya itu. "dan lagi gue kepengen supaya orang yang makan dan minum di tempat gue mendapatkan manfaat dengan berkunjung ke sini. Gue punya moto, 'Minum Jus Buah Gelas Bengkak, Puas, Sehat, Awet Muda' Hehehehe!" ungkapnya cengengesan tapi gue anggap serius aja! Rupanya dia menginginkan bisa memberi manfaat buat para pelanggannya yang dianggapnya sebagai saudara. Kalau mereka puas dan gak perlu harus tambah beli lagi, cukup dengan 1 porsi minum gelas bengkak mereka puas dan "gak perlu tambah" lagi.

Gue sendiri lebih setuju kalau makan Sate Kambing Muda Madunya (bikin gairah muda gue naik bro!) terus dihajar lagi sama Jus Mangga Gelas Bengkak. Bukan cuma puas dan badan jadi panas, tapi kepala mulut serta kerongkongan tetap adem. Harga yang dibandrol sama si cowok berpenampilan apa adanya ini relatif gak mahal, sate kambing mudanya yang berbumbu madu dan habbatussauda cuma Rp.2.500,- per tusuk. Jadi kalau pesan sepuluh tusuk hanya Rp.25.000,- dan minumannya Jus Aneka Buah Gelas Bengkak cuma Rp.6.000,- (gue bilang seh murah banget bro and sis!).

Menu andalan lainnya di tempat yang berlabel "Jajan Nikmat" - Jaminan Makan Enak ini adalah Sate Ayam, Tongseng Kambing Madu, Tongseng Sari Kurma, Nasi Goreng Kambing Jinten Hitam (Si Gobing Jin Item), Nasi Goreng Ayam (Si Goyam Jin Item), Sop Kambing Sari Kurma, Gula Kambing.
Sedangkan minuman khasnya adalah Es Buah, Sop Buah,Es Kelapa, Es Jeruk, Jus Jeruk Sunkist, Jus Alpukat, Jus Mangga, Jus Markissa, Jus Melon, Jus Wortel, Jus Pear, Jus APel, Jus Tomat, Jus Strawberry, Jus Pisang (Sun Pride), Jus Pelangi, Cappucino Mangga, Cappucino Pisang semuanya tersaji dalam ukuran gelas bengkak.

Satu hal lagi yang bakalan bikin elo-elo pade terhibur tapi masih dalam batasan gaya sopannya Arif sang pemilik Bang Dibul, di dinding warung sederhana nya banyak tertempel tulisan-tulisan lucu yang bisa bikin kita tersenyum. Lihat saja motto nya yang unik, Sate Khas Solo (padahal awalnya dia meniru konsep sate kiloan Cibubur, hehehe?) Rasa Tradisional, Kwalitet Internasional, Makanan Juara Indonesia. Belum lagi kutipan-kutipan lucu lainnya yang ada di sana, dan bikin kita geli... makanya cari tahu aja sendiri... Dijamin Kenyang!

Penasaran pengen nyoba? Buruan kunjungi
Pondok Sate Bang dibul Kalimalang
Saung Kuliner (Blessing) Kalimalang
Telp (021) 9305.3505

Jangan salah tafsir membaca judul tulisan ini, maksud kata “kiloan” di sini bukan berarti makan sate berkilo-kilo banyaknya, tapi makan sate dengan terlebih dahulu dagingnya ditimbang sebelum ditusuk-tusuk kemudian dibakar dan disajikan.

Mungkin bagi sebagian besar orang kenyataan itu merupakan hal yang aneh, pada umumnya orang membeli sate ya dalam hitungan tusuk, apa satu kodi, setengah kodi atau berapa sesuai dengan keinginan. Si penjual sate juga menyediakan barang daganganya sudah dalam keadaan siap bakar, artinya daging kambing atau ayam sudah dalam keadaan tertusuk sehingga begitu ada pesanan langsung saja dibakar dan disajikan .

Barangkali satu-satunya menu Sate “kiloan” hanya terdapat di desa Gumelar Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Kecamatan ini merupakan wilayan Kabupaten Banyumas paling barat, dapat dijangkau melalui Paguyangan di sebelah utara, jika anda dari arah selatan datanglah ke Gumelar melalui Lumbir, jika dari arah timur, bisa melalui Ajibarang Kracak, atau Karang Bawang- Gumelar, bisa juga melalui Pekuncen – Gancang- Gumelar. Semua jalur transportasi itu cukup bagus kecuali yang dari Paguyangan-gumelar, jalur transportasi ini dari dulu hingga sekarang kondisinya parah terus, maklum mungkin karena diperbatasan antara Kabupaten Banyumas dengan dengan Kabupaten Brebes terdapat perkebunan coklat milik PT RUMPUN ANTA”, sehingga Pemda enggan membangun ruas jalan ini .

Siapapun yang datang ke Gumelar belum lengkap jika belum menikmati sate “Kiloan” ini. Para pejabat di Kabupaten Banyumas yang melakukan kunjungan kerja dari dulu pasti selalu disuguhi menu ini oleh pejabat di tingkat kecamatan. Oleh karenanya maka menu sate “kiloan” sangat dikenal oleh para pejabat di jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas.

Pada dasarnya bumbu sate ini tidak jauh berbeda dengan bumbu sate-sate di daerah lain, tapi karena daging kambing yang dijadikan sate berasal dari kambing muda yang benar-benar sehat dan cara memotongnya juga menggunakan teknik tertentu yang dapat menghilangkan bau khas Kambing serta membuat daging menjadi empuk, makanya sate kambing “kiloan” ala Gumelar memiliki rasa yang khas.

Ingin mencoba ?
Silahkan datang ke Gumelar, silahkan mampir di Warung sate kemudian pesan 2 Ons, setengah  kilo, apa satu kilo. Setelah daging ditimbang sesuai pesanan, tunggu sampai selesai dibakar kemudian disajikan. Sambil menunggu pesanan datang silahkan nikmati Calung Banyumasan

Kandidat Calon Walikota Bekasi Heri Koswara

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Kandidat Calon Walikota Bekasi, Heri Koswara