contoh iklan header
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Kecelakaan Maut Karena Narkoba




Xenia maut yang merenggut 9 nyawa 4 luka - (courtesy Tempo.com)
Bekasi - webrizal.com

JIKA kita membicarakan kecelakaan maut yang terjadi di Patung Tugu Tani dengan mobil Daihatsu Xenia yang dikendarai Afriani sehingga menewaskan 9 orang dan 4 orang luka itu, saya mau menceritakan musibah kecelakaan lebih ringan yang menimpa saya beberapa hari sebelumnya.



Ini bukan cerita karangan fiksi, hanya satu kejadian musibah biasa dimana pada hari Rabu tanggal 18 Januari 2012, saat sore hari jam 15:30 wib saya sedang melintasi jalan raya Kartini menuju jalan Juanda. Dengan motor tua butut saya Honda CB 125 tahun 1972 melaju hendak mengambil belokan ke kanan di pertigaan jalan raya depan futsal Juanda.





Tepat di sebelah kiri motor saya sebelum mengambil arah kanan, adalah mobil kijang yang berjalan lambat, dan saya berada tepat di belakang sebelah kanannya. Karena itu saya tak bisa melihat lalu lintas yang ada di sebelah kiri mobil kijang tersebut.



Tak disangka dari sebelah kiri mobil Kijang yang melambat berhenti itu ada Avanza yang melaju melewatinya, sedangkan saya sudah terlalu santai mengambil arah ke sebelah kanan. Dan selanjutnya, motor tua saya tersenggol dan oleng, sehingga terjatuh menimpa kaki sebelah kiri yang hanya menggunakan sendal karet Crocs (memang bukan sepatu yang mendahulukan safety dalam berkendaraan motor). Beruntung mobil Avanza yang belakangan diketahui dikendarai oleh Jon Rico, salah seorang pegawai di Perusahaan Jasa Tirta Bekasi, tidak sedang dalam kecepatan tinggi. Namun begitu, kepala saya sempat terbentur dengan bagian depan mobil Jon Rico, sehingga helm saya terlepas. Sebuah luka lecet dan benjolan jadi bukti benturan tersebut.



Selanjutnya semua berjalan sangat cepat, saya yang emosi tak bisa menahan rasa sakit yang luar biasa di kaki sebelah kiri, terutama bagian pnggung kaki. Ternyata kaki tertusuk besi injakan motor yang tak berkaret sedalam 3 cm sekaligus mematahkan 3 ruas jari kaki, yakni jari tengah patah, jari telunjuk dan ruas jempol retak. Selanjutnya saya hanya ingat dipapah dan dibawa masuk ke dalam mobil Jon Rico, sambil saya perbanyak dzikir, sehingga wajar saja Jon Rico menganggap dia telah menyerempet orang tua yang mau mati. Hehehehe, saya sendiri sedang berusaha menahan rasa sakit dan emosi agar tidak terjadi pendarahan yang lebih parah. Sumpah, rasa sakit di kaki campur gondok di dada adalah kombinasi yang tidak menyenangkan.



Akhirnya setelah berpanik-panik ria, Jon Rico membawa saya ke rumah sakit Bella yang terdekat dari kantornya Perusahaan Jasa Tirta. Meski sempat mampir dan membawa beberapa rekan serta minta bantuan beberapa tukang ojek, akhirnya saya dibawa langsung ke UGD RS Bella. Alhamdulillah saya pun mendapat perawatan langsung dari paramedik dengan 3 jahitan dan beberapa injeksi anti-tetanus serta tindakan medik yang lumayan perih dilalui.



Permasalahannya timbul setelah dilakukan foto rongent. Rupanya saya mengalami patah 3 ruas jari mulai dari jempol, telunjuk dan jari tengah kaki kiri saya. Inilah yang menjadi rundingan antara saya dan Jon Rico. Akhirnya kami sepakat menunggu kehadiran keluarga saya dan keluarga Jon Rico, karena kebetulan dirinya mengaku tak banyak membawa uang. Saya pun menyetujui, saya minta tolong satpam rumah sakit untuk menelepon istri dan ibu saya.



Antara saya dan Jon Rico sepakat tak melibatkan polisi, meskipun ini adalah inisiatif Jon Rico. Buat saya, yah ini sih memang bukan urusan polisi, selama Jon Rico masih menunjukkan niat baiknya untuk bertanggung jawab.



Kejadian ini pun jadi pelajaran berharga buat saya dan tentu juga buat dirinya, agar saya lebih berhati-hati dalam mengendarai kendaraan motor, apalagi motor saya sudah tak layak jalan.



(tulisan berlanjut....)
Kandidat Calon Walikota Bekasi Heri Koswara

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Kandidat Calon Walikota Bekasi, Heri Koswara