contoh iklan header
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Kartu Multiakses Kota Bekasi

ANTARA/WIDODO S. JUSUF
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bekasi menerbitkan kartu sehat berbasis nomor induk kependudukan (NIK) yang multifungsi.
Selain untuk akses mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit-rumah sakit swasta, nantinya kartu itu akan bermanfaat sebagai identitas penerima dana bantuan pendidikan dan hal-hal sosial lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Kusnanto Saidi menerangkan program kartu sehat yang digulirkan Pemkot Bekasi merupakan layanan lintas kedinasan.
Karena itu, fungsinya tidak sebatas pada layanan kesehatan, tetapi juga akan mencakup berbagai fasilitas sosial lainnya.
"Bisa juga digunakan untuk akses penyaluran dana pendidikan dan sosial," terang Kusnanto di Kota Bekasi, kemarin.
Saat ini, lanjutnya, kartu tersebut sedang dalam proses pencetakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
Karena itu, untuk sementara peserta yang telah diverifikasi Dinas Sosial bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan menunjukkan kartu keluarga.
Pemkot selaku penyedia layanan itu berharap peserta pemegang kartu tidak menyalahgunakan fungsi kartu.
Kartu tersebut berguna sebagai rujukan tindakan medis lanjutan.
Warga pemegang kartu yang hanya menderita sakit ringan diharapkan berobat ke puskesmas terdekat.
"Di puskesmas sejak dulu (pelayanan kesehatan) sudah gratis. Kalau di 34 rumah sakit swasta yang menjadi tempat rujukan, hanya untuk tindakan medis lanjutan," terangnya.
Di masa depan, lanjut Kusnanto, pemerintah setempat berencana menjalin kerja sama dengan rumah sakit rujukan di daerah lain.
Tujuannya, bila tidak tertangani di Kota Bekasi, pasien pemegang kartu sehat bisa dirujuk dengan cepat ke rumah sakit di kota lain.
"Contohnya, kalau mau berobat jantung, bisa langsung ke RS Harapan Kita di Jakarta Barat," imbuhnya.
Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi Agus Enap menambahkan, nantinya Pemkot Bekasi juga bisa menyalurkan bantuan untuk siswa miskin melalui kartu itu.
Setiap siswa akan mendapatkan jatah sebesar Rp90 ribu per bulan. Dana tersebut disiapkan untuk siswa miskin yang belajar di sekolah swasta.
"Khusus siswa miskin yang masuk di sekolah swasta, dana bantuan akan disalurkan lewat kartu itu," kata Enap.
Tahun ini, pihaknya mengalokasikan dana sebesar Rp6 miliar untuk disalurkan lewat kartu sehat, program keluarga harapan, dan kartu Indonesia sehat.
Kepala Bidang Penanggulangan Fakir Miskin Tetty Handayani menuturkan, selain kartu itu dimanfaatkan untuk kesehatan dan pendidikan, penyaluran dana sosial pun akan menggunakan kartu kesehatan tersebut. Namun, sifatnya tentatif.
"Misalnya, ada bantuan sosial langsung bisa disalurkan lewat kartu ini, seperti bantuan untuk program keluarga miskin saat menjelang HUT Kota Bekasi," Tetty menegaskan. (Gan/J-4)
Kandidat Calon Walikota Bekasi Heri Koswara

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Kandidat Calon Walikota Bekasi, Heri Koswara