Penataan Pasar Era Tri Adhianto Lanjut, Kadis Dagperin Siapkan Konsep "Klewer Bekasi" di Pasar Baru Pondokgede
Penertiban ratusan pedagang di kawasan Pasar Baru Durenjaya bukanlah akhir dari aktivitas perdagangan rakyat. Justru dari langkah itulah Pemerintah Kota Bekasi mulai menyusun fondasi pasar tradisional masa depan. Tri Adhianto memimpin penataan kawasan, sementara Ika Indah Yarti menyiapkan konsep agar pasar-pasar di Bekasi kelak mampu menjadi ikon daerah layaknya Pasar Klewer di Solo maupun Malioboro di Yogyakarta.
— KOTA BEKASI | Pemerintah Kota Bekasi terus mempercepat pembenahan kawasan perdagangan yang selama bertahun-tahun menjadi sumber kemacetan, kesemrawutan, hingga persoalan lingkungan.
Setelah memulai penataan kawasan Pasar Pondok Gede, lalu berikutnya Pemkot fokusnya bergeser ke kawasan Pasar Baru Durenjaya Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur.
Langkah tersebut tidak hanya menjadi program penertiban pedagang kaki lima (PKL), tetapi juga bagian dari visi besar Walikota Bekasi Tri Adhianto bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi Dra. Hj. Ika Indah Yarti, M.Si. dalam menghadirkan wajah baru pasar tradisional yang lebih modern, tertata, bersih, dan memiliki identitas budaya sebagai ikon Kota Bekasi.
Lihat juga: Video Situasi dan Kondisi Pondokgede sang adik dari Kakak Kandung Kota Bekasi yang mencoba bersolek demi Citra Kota Bekasi
Walikota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa penataan kawasan pasar bukan pekerjaan instan, melainkan proses panjang yang membutuhkan pendataan pedagang, dialog, penyediaan lokasi usaha, pembangunan infrastruktur hingga koordinasi lintas instansi agar hasilnya benar-benar berkelanjutan.
Setelah memulai penataan kawasan Pasar Pondok Gede, lalu berikutnya Pemkot fokusnya bergeser ke kawasan Pasar Baru Durenjaya Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur.
Langkah tersebut tidak hanya menjadi program penertiban pedagang kaki lima (PKL), tetapi juga bagian dari visi besar Walikota Bekasi Tri Adhianto bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi Dra. Hj. Ika Indah Yarti, M.Si. dalam menghadirkan wajah baru pasar tradisional yang lebih modern, tertata, bersih, dan memiliki identitas budaya sebagai ikon Kota Bekasi.
Lihat juga: Video Situasi dan Kondisi Pondokgede sang adik dari Kakak Kandung Kota Bekasi yang mencoba bersolek demi Citra Kota Bekasi
Walikota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa penataan kawasan pasar bukan pekerjaan instan, melainkan proses panjang yang membutuhkan pendataan pedagang, dialog, penyediaan lokasi usaha, pembangunan infrastruktur hingga koordinasi lintas instansi agar hasilnya benar-benar berkelanjutan.
"Kita tidak ingin hanya melakukan penertiban sesaat. Yang kita lakukan adalah penataan menyeluruh agar persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun bisa diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan," ujar Tri Adhianto.
Menurut Tri, Pemerintah Kota Bekasi saat ini fokus menyelesaikan berbagai persoalan dasar perkotaan seperti kemacetan, trotoar yang tidak berfungsi, drainase yang buruk, hingga aktivitas perdagangan yang menggunakan badan jalan.
"Masalah yang sudah puluhan tahun tentu tidak bisa selesai dalam hitungan hari. Tetapi yang terpenting adalah hari ini kita mulai menyelesaikannya satu per satu. Pemerintah hadir, bekerja, dan memastikan perubahan itu benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. Tujuan utama penataan ini bukan memindahkan masalah dari satu tempat ke tempat lain, melainkan menghadirkan solusi yang bisa bertahan dalam jangka panjang," tegasnya.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, Kepala Disdagperin Kota Bekasi Ika Indah Yarti tengah menyiapkan konsep besar pengembangan pasar tradisional yang tidak hanya menjadi pusat perdagangan rakyat, tetapi juga memiliki nilai wisata belanja dan budaya.
Konsep tersebut disampaikan Ika kepada para pengurus Rukun Warga Pasar (RWP) sebagai arah pembangunan Pasar Baru Durenjaya setelah proses penataan kawasan selesai dilakukan."Ke depan kami ingin menghadirkan pasar tradisional yang menjadi ikon Kota Bekasi. Pasar yang bersih, tertata, nyaman, memiliki identitas budaya, sekaligus mampu meningkatkan daya saing pedagang. Kami ingin belajar dari keberhasilan Pasar Klewer di Solo, Malioboro di Yogyakarta maupun Pasar Baru di Kota Malang sebagai inspirasi pengembangan pasar rakyat di Kota Bekasi," ujar Ika Indah Yarti.
Menurutnya, konsep tersebut tidak mungkin terwujud apabila aktivitas perdagangan masih memanfaatkan bahu maupun badan jalan. Karena itu, para pedagang diarahkan menempati kios dan lapak yang telah disiapkan agar fungsi jalan, trotoar, serta ruang publik dapat dikembalikan kepada masyarakat.
Dukungan terhadap langkah Pemerintah Kota Bekasi juga disampaikan Ketua Rukun Warga Pasar (RWP) Pasar Baru Durenjaya, Ustadz H. Muhammad Wanda.
Menurutnya, keberanian Tri Adhianto melakukan penataan kawasan Jalan Ir. H. Juanda merupakan titik awal perubahan besar bagi wajah Kota Bekasi.
"Kota harus ditata. Lingkungan harus bersih. Lalu lintas harus lancar. Penataan kawasan bukan untuk mematikan ekonomi rakyat, tetapi justru menciptakan lingkungan yang lebih manusiawi dan sehat," ujarnya.
Wanda mengungkapkan bahwa Ika Indah Yarti telah menyampaikan kepadanya mengenai konsep pembangunan pasar tradisional yang nantinya diharapkan menjadi ikon Kota Bekasi.
"Ibu Kadis Perdagangan dan Industri Pemkot Bekasi menyampaikan kepada kami bahwa ke depan akan dibuat konsep pasar tradisional yang bisa menjadi ikon daerah. Seperti Pasar Klewer di Solo, Malioboro di Yogyakarta, atau Pasar Baru di Kota Malang. Ini tentu cita-cita yang sangat baik dan perlu kita dukung bersama," ungkapnya.
Ia optimistis, apabila penataan kawasan dilakukan secara konsisten, Pasar Baru Durenjaya bukan hanya akan menjadi kawasan perdagangan yang lebih tertib dan nyaman, tetapi juga berpotensi tumbuh menjadi destinasi wisata belanja berbasis ekonomi kerakyatan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bekasi.
Dengan kolaborasi antara kepemimpinan Walikota Tri Adhianto dan konsep penataan yang disiapkan Kadis Dagperin Ika Indah Yarti, Pemerintah Kota Bekasi berharap pembenahan Pasar Pondok Gede maupun Pasar Baru Durenjaya menjadi awal lahirnya wajah baru pasar tradisional yang modern, tertib, berbudaya, dan mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. [■]
"Kita tidak ingin hanya melakukan penertiban sesaat. Yang kita lakukan adalah penataan menyeluruh agar persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun bisa diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan," ujar Tri Adhianto.
Tags
Dinas
Dinas Dagperin
Disdagperin
Disdagperin Kota Bekasi
Ika Indah Yarti
Kabid Pasar
Pasar
Pemkot Bekasi
Tri Adhianto

