Ketua RWP Pasarbaru Durenjaya Telusuri Kios-Kios, Nilai Penataan Jangan Berhenti pada Penggusuran Pedagang Kaki Lima
kandidat-kandidat.com | Selasa, 7 Juli 2026, 21:32 WIB | NMR/DRl
— KOTA BEKASI | Polemik penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Baru Durenjaya, Bekasi Timur, belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Baru Durenjaya ternyata belum mengakhiri polemik. Di tengah tudingan bahwa dirinya tidak mewakili pedagang, Ketua Dewan Pembina RWP Pasar Baru Durenjaya, M. Wanda S., justru mengajak publik melihat langsung kondisi di dalam pasar. Hasil penelusurannya memunculkan pertanyaan baru: jika penataan sudah berjalan, mengapa menurutnya masih banyak kios di Blok 1 yang kosong dan sejumlah fungsi pasar belum kembali normal?
— KOTA BEKASI | Polemik penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Baru Durenjaya, Bekasi Timur, belum menunjukkan tanda-tanda mereda.Setelah muncul anggapan dari sejumlah pihak bahwa Ketua Dewan Pembina Rukun Warga Pedagang (RWP) Pasar Baru Durenjaya, M. Wanda S., tidak mewakili aspirasi para pedagang, Wanda justru memilih membuktikan pendapatnya dengan turun langsung menelusuri kondisi pasar.
Dalam penelusuran yang dilakukan hingga ke bagian dalam kompleks Pasar Baru Durenjaya, Wanda memperlihatkan satu per satu kondisi kios dan los yang menurutnya masih jauh dari kata optimal.
Ia menyebut persoalan utama pasar bukan semata keberadaan PKL di luar gedung, melainkan banyaknya ruang dagang resmi yang hingga kini belum kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
Menurut Wanda, berdasarkan pengamatannya, Blok 1 masih dipenuhi kios yang tutup dan diperkirakan lebih dari 50 persen belum aktif digunakan.
Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa persoalan pasar jauh lebih kompleks daripada sekadar menertibkan pedagang yang berjualan di badan jalan.
"Kalau memang ingin menata pasar, ya tata semuanya. Jangan hanya PKL di luar yang ditertibkan, sementara di dalam masih banyak kios kosong dan fungsi bangunan yang belum dinormalisasi," ujarnya.
Surat Perintah Sudah Ada, Implementasi Dipertanyakan
Dalam keterangannya, Wanda juga mengaku mempertanyakan implementasi kebijakan Disdagperin Kota Bekasi.
Ia menyebut telah ada surat perintah dari Kepala Dinas mengenai normalisasi fungsi los dan kios, namun menurut pengamatannya di lapangan, pelaksanaan kebijakan tersebut belum terlihat signifikan.
Ia menilai perubahan fungsi los menjadi kios, maupun kios yang tidak lagi dimanfaatkan sesuai hak guna pakai, masih banyak ditemukan.
Bagi Wanda, apabila pemerintah ingin menegakkan aturan, maka seluruh ketentuan tersebut harus dijalankan secara konsisten tanpa tebang pilih.
Penataan Tidak Boleh Berhenti di Jalan Raya
Wanda menilai penertiban PKL seharusnya menjadi bagian kecil dari agenda besar revitalisasi Pasar Baru Durenjaya.
Menurutnya, sejumlah pekerjaan rumah justru berada di dalam kawasan pasar sendiri.
Di antaranya:
- banyak kios yang masih kosong;
- fungsi los dan kios yang berubah tidak sesuai perizinan;
- penataan area parkir;
- normalisasi jalur bongkar muat;
- hingga pengaturan zonasi komoditas basah.
Ia mengingatkan bahwa selama persoalan-persoalan tersebut belum diselesaikan, relokasi PKL hanya berpotensi memindahkan persoalan, bukan menyelesaikannya.
Soroti Kondisi Basement
Dalam peninjauannya, Wanda juga menyoroti kondisi basement pasar.
Ia mengatakan area tersebut sejatinya telah memiliki pembagian zonasi yang jelas untuk komoditas ikan basah, ayam, serta sayur-mayur.
Namun menurutnya, pelaksanaan di lapangan masih belum sepenuhnya sesuai.
Ia mengklaim masih terdapat aktivitas ayam hidup di dalam area pasar yang dinilai menimbulkan bau, mengganggu sanitasi, serta mengurangi kenyamanan pengunjung.
Karena itu, ia mendorong agar seluruh aktivitas yang tidak sesuai zonasi segera dipindahkan ke lokasi yang telah ditentukan sesuai ketentuan perizinan.
Blok 2 Diproyeksikan Menjadi Area Bongkar Muat
Selain kondisi Blok 1, Wanda juga menilai rencana Pemerintah Kota Bekasi menjadikan Blok 2 sebagai kawasan parkir dan bongkar muat merupakan langkah yang tepat.
Namun ia mengingatkan agar pelaksanaannya dilakukan melalui komunikasi intensif dengan para pedagang.
Menurutnya, pembongkaran rolling door maupun bangunan tambahan yang menyalahi fungsi berpotensi memunculkan resistensi apabila tidak diawali dialog yang terbuka.
Tata Ruang Harus Menyeluruh
Wanda juga menilai pembenahan akses kendaraan menjadi pekerjaan penting.
Ia mengusulkan pengukuran ulang garis sempadan bangunan (GSB) sehingga terdapat ruang mundur sekitar tujuh meter guna memperbaiki sirkulasi kendaraan maupun aktivitas bongkar muat.
Menurutnya, apabila konsep tersebut dijalankan secara konsisten, Pasar Baru Durenjaya berpotensi berkembang menjadi pasar rakyat modern yang lebih tertata.
Kritik: Jangan Hanya Menggusur PKL
Di akhir peninjauannya, Wanda kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menolak penataan kota.
Sebaliknya, ia mendukung Pemerintah Kota Bekasi mewujudkan pasar yang bersih, tertib, dan nyaman.
Namun ia berharap kebijakan tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari normalisasi fungsi bangunan, penataan parkir, perbaikan sanitasi, hingga optimalisasi kios-kios yang kosong.
Menurutnya, keberhasilan revitalisasi pasar tidak dapat diukur hanya dari banyaknya PKL yang dipindahkan dari badan jalan, tetapi juga dari sejauh mana ruang-ruang dagang resmi kembali hidup dan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Catatan Redaksi: Seluruh pernyataan mengenai kondisi pasar, persentase kios kosong, pelaksanaan surat perintah, serta usulan penataan dalam artikel ini merupakan pandangan dan hasil penelusuran yang disampaikan oleh M. Wanda S. sebagai narasumber.
Untuk memenuhi prinsip keberimbangan (cover both sides), Pemerintah Kota Bekasi, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), maupun instansi terkait memiliki hak memberikan klarifikasi atau tanggapan atas seluruh poin yang disampaikan. [■]
Tags
Basar Baru Durenjaya
Disdagperin
Disdagperin Kota Bekasi
Kabid Pasar
Kecamatan Bekasi Timur
Kelurahan Durenjaya
Kepala Disdagperin
Kepala Dishub
Pasar
Pasar Baru
Pasar Baru Bekasi Timur

