PWI Bekasi Raya Rajut Komunikasi dengan Subkogartap 0507, Dari Disinformasi ke Plakat Persahabatan
Kasubkogartap 0507 Kota Bekasi, Mayor CPM Nur Yadin & Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, SH.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya memilih duduk bersama Subkogartap 0507 Kota Bekasi untuk membicarakan isu yang kerap bikin gaduh ruang publik: disinformasi. Dalam suasana santai namun serius, kedua pihak menegaskan pentingnya komunikasi agar berita tak salah tafsir dan keamanan tak salah alamat.
— KOTA BEKASI | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya kembali merajut komunikasi lintas sektor.Kali ini, organisasi wartawan tersebut bersilaturahmi dengan Subkogartap 0507 (Sub Komando Garnisun Tetap I Jakarta) Kota Bekasi guna membahas satu hal yang kerap rapuh di ruang publik: stabilitas informasi.
Pertemuan berlangsung pada Senin, 26 Januari 2026, di markas Subkogartap 0507 Kota Bekasi, Jalan Mekarsari Gang Manggis Nomor 8, Bekasi Timur.
Lokasinya sederhana, namun topik diskusi cukup serius—mulai dari peran media, aparat keamanan, hingga cara bersama menangkal disinformasi yang kian lincah beredar di media sosial.
Suasana pertemuan berlangsung cair. Dialog berjalan terbuka, tanpa sekat formal berlebihan. Sejumlah isu dibahas, termasuk pentingnya komunikasi yang sehat antara insan pers dan aparat dalam menjaga ketertiban umum serta memastikan informasi yang sampai ke publik tidak “tersesat di tengah jalan”.
Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, SH. menegaskan bahwa sinergi antara pers dan TNI bukanlah soal saling mengawasi, melainkan saling memahami peran masing-masing.
“Pers dan aparat harus berjalan beriringan dalam koridor profesionalitas. Media bekerja dengan independensi dan kode etik, sementara aparat menjalankan tugas menjaga keamanan. Jika komunikasi terbangun dengan baik, potensi kesalahpahaman di lapangan bisa ditekan,” kata Ade.
Menurut Ade, ruang dialog semacam ini penting agar kerja jurnalistik tetap kritis tanpa kehilangan konteks, dan aparat tetap tegas tanpa kehilangan sentuhan komunikasi publik.
“Kami terbuka untuk komunikasi dan koordinasi dengan rekan-rekan wartawan. Media berperan besar dalam menjaga stabilitas sosial melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang,” ujar Nur Yadin.
Silaturahmi tersebut ditutup dengan penyerahan plakat dari Subkogartap 0507 kepada Ketua PWI Bekasi Raya.
Simbol sederhana, namun sarat makna—bahwa komunikasi tak selalu harus dimulai dari konferensi pers resmi, kadang cukup dari duduk bersama dan berbagi cerita.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama. Di meja makan, topik obrolan tak lagi seberat disinformasi dan stabilitas wilayah—setidaknya sampai kopi disajikan.
Pertemuan ini menjadi salah satu langkah konkret mempererat hubungan kelembagaan antara PWI Bekasi Raya dan Subkogartap 0507 Kota Bekasi, dengan satu tujuan bersama: menjaga ruang publik tetap kondusif, profesional, dan waras di tengah riuhnya arus informasi di Bekasi. [■]


