iklan banner gratis
iklan header
iklan header banner
Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Syukuran Ulang Tahun Dirut PTMP David Hendradjid Rahardja Digelar Terbuka

iklan banner AlQuran 30 Juz

Di Usia ke-45 Dirut PTMP, Warga Bekasi Menitipkan Harapan: PAD Rp2 Miliar Harus Terasa ke Setiap Pelosok Kota

kandidat-kandidat.com | Senin, 4 Januari 2026, 13:05 WIBNMR/DR

Ulang tahun ke-45 Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi (PTMP), David Rahardja, tak hanya menjadi momen syukuran personal, tetapi juga ruang lahirnya harapan publik. Di tengah optimisme setoran PAD Rp2 miliar pada 2026, warga Kota Bekasi menunggu satu hal yang lebih penting dari angka: manfaat nyata yang bisa dirasakan dari jalan lingkungan hingga ruang publik kota.

 — KOTA BEKASI | Di sebuah malam yang berlangsung sederhana namun penuh makna, ulang tahun ke-45 Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi (PTMP), David Rahardja, menjadi lebih dari sekadar perayaan pribadi.

Bagi banyak warga Kota Bekasi, momentum ini dibaca sebagai simbol harapan baru: semoga bertambahnya usia juga berbanding lurus dengan bertambahnya kontribusi nyata untuk kota yang setiap hari mereka tinggali, rasakan, dan perjuangkan.

Di tengah suasana syukuran yang hangat pada Sabtu malam (4/1/2026), David menyampaikan optimisme bahwa PT Mitra Patriot mampu menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2 miliar pada tahun 2026.

Sebuah angka yang bagi warga bukan hanya nominal dalam laporan keuangan, melainkan potensi jalan yang lebih mulus, ruang publik yang lebih tertata, serta pelayanan kota yang terasa manfaatnya sampai ke tingkat lingkungan.

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah unsur Forkopimda, termasuk Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro dan Dandim 0507/Kota Bekasi Letkol Arm Krisrantau Hermawan.

Kehadiran para pejabat ini menambah nuansa bahwa malam itu bukan sekadar seremoni ulang tahun, melainkan juga ruang silaturahmi antara pemangku kepentingan kota.

Namun yang paling menyentuh perhatian warga justru bukan lilin ulang tahun atau ucapan selamat, melainkan kegiatan sosial yang menyertai acara tersebut: santunan bagi anak-anak panti asuhan dan para pengamen jalanan di wilayah Kota Bekasi.

Bagi masyarakat, langkah itu menjadi pesan simbolik yang penting—bahwa bisnis daerah seharusnya tidak hanya bicara neraca laba rugi, tetapi juga menyentuh denyut sosial kota.

Kalau ulang tahun pejabat bisa sekaligus jadi momen berbagi, warga tentu berharap setiap pertambahan usia kepemimpinan juga berarti pertambahan manfaat untuk masyarakat,” begitu kira-kira suara hati publik yang kerap berharap banyak pada BUMD milik kota Bekasi ini.

David menegaskan komitmennya untuk menjadikan PTMP sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Bekasi dalam mendukung arah pembangunan yang digaungkan Walikota Bekasi, Tri Adhianto.

Ia berharap tahun 2026 menjadi tahun kemajuan bagi Kota Bekasi—lebih nyaman, lebih sejahtera, dan semakin mendekati jargon “Bekasi Keren”.

Dari perspektif warga, kalimat itu terdengar seperti doa yang sah-sah saja untuk diaminkan bersama.

Sebab bagi masyarakat, kota yang keren bukan hanya slogan di baliho, tetapi kota yang kemacetannya berkurang, parkirnya tertib, reklamenya tidak semrawut, dan ruang publiknya terasa hidup.

Di titik inilah harapan terhadap PTMP menjadi sangat relevan.

BUMD ini mengelola sejumlah sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga, mulai dari parkir, reklame, hingga skema profit sharing wisata air Kalimalang dan ducting.

Warga tentu berharap target PAD Rp2miliar tidak berhenti sebagai headline yang enak dibaca, tetapi benar-benar terasa di lapangan.

Sedikit satire halus yang mungkin beredar di warung kopi warga adalah: semoga setoran PAD-nya tidak hanya lebih cepat dari ucapan selamat ulang tahun di grup WhatsApp keluarga, tetapi juga lebih cepat terasa manfaatnya di jalan-jalan kota.

Pernyataan David bahwa dirinya memulai kepemimpinan PTMP dari kondisi “minus” juga menjadi catatan penting.

Alih-alih menutupinya, ia justru menjadikan kondisi tersebut sebagai titik tolak optimisme.

Kita semua tahu, saya duduk di PTMP ini dimulai dari kondisi minus. Tapi saya optimistis di tahun 2026 bisa memberikan dividen PAD untuk Kota Bekasi, kurang lebih Rp2miliar,” ujarnya.

Bagi warga, pernyataan ini mengandung dua lapis makna: pengakuan atas tantangan masa lalu, sekaligus janji atas masa depan yang lebih produktif.

Dan seperti lazimnya warga Bekasi yang terkenal realistis sekaligus penuh humor, mereka tentu berharap kata “minus” itu benar-benar tinggal kenangan—cukup jadi bagian dari sejarah laporan keuangan, bukan kondisi pelayanan yang masih terasa di lapangan.

Pada akhirnya, ulang tahun seorang direktur utama memang adalah momen personal. Namun ketika yang berulang tahun adalah pucuk pimpinan BUMD, warga tak bisa disalahkan jika ikut meniupkan satu doa kolektif:

Semoga usia yang bertambah membawa keberkahan, kinerja yang makin matang, dan manfaat yang makin nyata untuk Kota Bekasi.

Sebab bagi masyarakat, hadiah ulang tahun terbaik bukanlah kue atau karangan bunga, melainkan ketika angka Rp2 miliar itu benar-benar menjelma jadi kesejahteraan yang bisa dirasakan bersama.

Kalau itu tercapai, warga mungkin akan berkata dengan senyum tipis khas Bekasi:
Ini baru hadiah ulang tahun yang tidak cuma manis di malam acara, tapi juga terasa sampai akhir tahun anggaran.” [■]

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama