Temu Kangen Jadi Temu Strategis, Alumni At-Taqwa Diajak Mandiri di Tengah Dunia yang Lagi “Gak Santai-Santai Amat”
kandidat-kandidat.com | Ahad, 29 Maret 2026, 10:58 WIB | Feris/DR
— BEKASI | IKAA (Ikatan Keluarga Abiturien At-Taqwa) kembali menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-62 pada Ahad (29/3/2026) di Pesantren Putra At-Taqwa, Ujung Harapan, Kabupaten Bekasi.
Ia pun berharap, semangat kemandirian yang digaungkan dalam Silatnas ini tidak hanya berhenti di lingkup alumni, tetapi juga dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat, menuju kehidupan yang mandiri, madani, hingga paripurna.
Ratusan alumni Pondok Pesantren Attaqwa tumpah ruah dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-62. Bukan cuma nostalgia dan saling tanya “kamu sekarang kerja di mana?”, acara ini justru jadi panggung serius—membahas kemandirian alumni di tengah kondisi global yang makin bikin dahi berkerut.
— BEKASI | IKAA (Ikatan Keluarga Abiturien At-Taqwa) kembali menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-62 pada Ahad (29/3/2026) di Pesantren Putra At-Taqwa, Ujung Harapan, Kabupaten Bekasi.Agenda tahunan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan lintas generasi alumni Pondok Pesantren At-Taqwa, sekaligus mendorong kemandirian di tengah tantangan zaman.
Ketua Panitia, Hanan Mukaffa, M.Pd, menegaskan bahwa Silatnas merupakan tradisi yang terus dijaga oleh para alumni setiap tahunnya.
Ketua Panitia Silatnas IKAA At-Taqwa ke-62, Hanan Mukaffa, M.Pd,Menurutnya, pelaksanaan Silatnas ke-62 ini memiliki nilai historis sekaligus emosional yang kuat bagi keluarga besar At-Taqwa.
“Silaturahmi Nasional ini adalah kegiatan rutin tahunan yang mempertemukan seluruh alumni, baik putra maupun putri. Tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-62, yang tentu memiliki makna historis dan emosional yang sangat kuat,” ujar Hanan saat diwawancarai awak media di sela kegiatan yang masih berlangsung.
Ia menjelaskan, Silatnas bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi ruang memperkuat ikatan batin antar alumni yang berasal dari satu lembaga pendidikan yang sama.
“Momentum ini bukan hanya mempererat hubungan antar alumni, tetapi juga memperkuat ikatan ‘satu rahim’—karena kita dilahirkan, dibesarkan, dan dididik di lembaga yang sama. Ini menjadi kekuatan besar dalam membangun solidaritas,” tambahnya.
Lebih jauh, Hanan menyampaikan bahwa Silatnas juga menjadi jembatan strategis untuk mempererat hubungan antara ulama dan umaro.
Dalam kegiatan ini, panitia turut mengundang unsur pemerintahan sebagai bagian dari upaya kolaborasi dalam pembangunan umat.
“Kami ingin mempererat hubungan antara ulama dan umaro. Momentum ini strategis, karena tidak hanya mengundang para ulama, tetapi juga aparatur pemerintah untuk bersama-sama mengawal pembangunan dan merealisasikan visi yang berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.
Mengusung tema “Langkah Pasti Menuju Kemandirian Alumni”, Silatnas ke-62 turut menyoroti pentingnya kemandirian di tengah dinamika global.
Hanan menyinggung kondisi geopolitik dunia yang menuntut masyarakat untuk lebih siap dan mandiri dalam berbagai aspek.
“Kemandirian hari ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga bagaimana kita mampu bertahan di tengah situasi global yang tidak menentu. Program seperti ketahanan pangan menjadi bagian dari upaya menuju kemandirian tersebut,” ungkapnya.
Alumnus IKAA At-Taqwa, Ahmad Al Ghifari
Senada dengan itu, salah satu alumnus Pondok Pesantren Attaqwa, Ahmad Al Ghifari, menilai Silatnas menjadi ruang penting untuk menjaga koneksi dan kebersamaan antar alumni.
Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya mempertemukan kembali rekan lama, tetapi juga membuka peluang kolaborasi baru di berbagai bidang.
“Silatnas ini bukan sekadar temu kangen, tapi juga jadi ruang untuk saling menguatkan dan membangun jaringan. Harapannya ke depan, semakin banyak alumni yang terlibat aktif dan bisa berkontribusi nyata,” ujarnya lagi.
Di akhir kegiatan, Hanan menyampaikan harapan agar kebersamaan yang terjalin tidak hanya hadir dalam momentum tahunan, tetapi terus berlanjut dalam berbagai kesempatan.
“Semoga keluarga besar Attaqwa semakin solid dan erat hubungannya, bukan hanya bertemu di Silatnas, tetapi juga di momen lainnya. Karena kita berasal dari satu rahim pendidikan yang sama. Harapannya, tahun depan acara ini bisa lebih besar, lebih meriah, dan lebih berdampak,” tutupnya. [■]



