Warga Bekasi: Akhirnya yang Ditunggu Datang Juga, Takjil Diborong, UMKM Disayang
kandidat-kandidat.com | Selasa, 04 Maret 2026, 14:04 WIB | NMR/DR
— KOTA BEKASI | Bagi warga Kota Bekasi, momen dua pekan Ramadan biasanya mulai terasa “realita”. Dompet menipis, kebutuhan naik, dan aroma gorengan di sore hari seperti ujian iman level dewa. Hehehe.
Tapi Senin (2/3/2026) kemarin, suasananya sedikit berbeda. Ada yang bikin hati hangat selain kolak dan es buah. Dan kegiatan Diskop UKM ini berlangsung hingga Selasa petang ini (3/2/2026).
Suasana Bazar UMKM Ramadan 1447 di Mustika Jaya mendadak ramai bukan cuma karena aroma gorengan, tapi karena Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, ikut memborong takjil. Bagi warga, aksi ini terasa lebih “mengenyangkan” dibanding sekadar pidato—karena transaksi nyata jauh lebih membahagiakan daripada janji manis jelang berbuka.
— KOTA BEKASI | Bagi warga Kota Bekasi, momen dua pekan Ramadan biasanya mulai terasa “realita”. Dompet menipis, kebutuhan naik, dan aroma gorengan di sore hari seperti ujian iman level dewa. Hehehe.Di Bazar UMKM Ramadhan 1447 yang digelar di Stadion Mini Mustika Jaya, warga menyaksikan langsung Wakil Walikota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, hadir bersama istri Wuri Handayani dan Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto alias ibu Dwi Setyowati
Bukan sekadar membuka acara, mereka juga ikut memborong jajanan takjil para pelaku UMKM.
Warga tentu tersenyum. Ini bukan sekadar seremoni potong pita lalu pulang. Ini aksi nyata yang, terus terang saja, sudah lama ditunggu warga. Karena yang dibutuhkan pelaku UMKM itu bukan hanya tepuk tangan, tapi transaksi.
Bazaar Ramadhan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, sekaligus memberi ruang promosi bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar lebih produktif dan berdaya saing.
Apalagi setelah dua pekan puasa berjalan, perputaran uang di sektor kuliner takjil memang sedang hangat-hangatnya seperti minyak goreng baru naik dari wajan.
Warga melihat, langkah memborong dagangan UMKM ini sederhana tapi mengena. Di tengah kebutuhan keluarga yang meningkat selama Ramadan, bazar seperti ini jelas membantu.
Harga terjangkau, pilihan banyak, dan yang paling penting: uangnya muter di Kota Bekasi juga.
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe menyampaikan:
“Dengan adanya bazar-bazar selama Ramadan, diharapkan UMKM kita semakin berkembang, perekonomian semakin kuat, serta masyarakat dapat menikmati bulan suci dengan kemudahan akses terhadap kebutuhan pokok.”
“Ini bukan hanya ajang belanja, tetapi juga bentuk dukungan terhadap UMKM lokal agar lebih maju,” lanjut Wawali Harris Bobihoe.
Bagi warga, kalimat itu terasa pas. Ramadhan memang bukan sekadar soal ibadah vertikal, tapi juga solidaritas sosial dan penguatan ekonomi warga.
Ketika pejabat hadir dan ikut belanja di lapak rakyat, setidaknya ada pesan moral yang kuat: pemerintah tidak hanya mengimbau, tapi juga memberi contoh.
Para pelaku UMKM pun terlihat sumringah
Dagangan cepat ludes, lapak ramai, dan semangat jualan naik kelas. Warga yang datang sebagai pembeli ikut merasakan dampaknya—pilihan takjil melimpah, harga bersahabat, dan suasana sore jadi lebih hidup.
Kalau boleh sedikit bercanda, mungkin beginilah bentuk “THR” versi awal Ramadan untuk pelaku UMKM: diborong langsung oleh orang nomor dua di kota.
Dan bagi kami warga, pemandangan seperti ini yang sebenarnya ditunggu-tunggu sejak lama—ketika kebijakan terasa sampai ke meja makan, bukan hanya berhenti di meja rapat.
Semoga langkah kecil yang terasa besar ini tidak berhenti di Ramadhan saja.
Karena bagi warga Kota Bekasi, ekonomi kerakyatan itu bukan jargon, tapi kebutuhan harian. Dan sore itu, di antara aroma pastel dan es timun suri, warga melihat harapan itu sedang digoreng hangat-hangat. [■]




