Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Level Up Grade Chef Medan Bikin Heboh: Dapur MBG Rasa Hotel Bintang 4?

iklan banner AlQuran 30 Juz

Pelatihan dan Sertifikasi Nasional Digelar di Medan, Relawan Dapur Program Gizi Ikut ‘Naik Kelas’ Jadi Profesional

kandidat-kandidat.com | Ahad, 26 Apr 2026, 15:05 WIBWahyu/DR

Siapa bilang dapur program makan gratis seadanya? Di Hotel Grand Dhika, Setiabudi Kota Medan, para chef dan relawan justru digembleng dengan standar hotel berbintang lewat pelatihan dari Pasatama Institute & BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

 — KOTA MEDAN | Untuk menguatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) disektor tata boga Pasatama Institute dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) adakan "Pelatihan dan Sertifikasi Chef De Partie dan Executive Chef" yang diadakan di Hotel Grand Dhika Setiabudi Medan, Jalan Dr. Mansyur 169 Medan, Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, pada Sabtu (25/04/2026).

Setelah sempat sukses diselenggarakan di berbagai kota besar seperti Bekasi, Bandung, Depok, Jakarta, Sidoarjo, dan Solo.

Kini giliran Kota Medan terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan 'Pelatihan dan Sertifikasi Chef de Partie serta Executive Chef (Batch 22)' yang dilaksanakan di hari Sabtu-Minggu dari tanggal 25-26 April 2026.


Assesor Kompetensi & Sertifikasi Industri Jasa Boga dan Direktur Utama Pasatama Institute Coach Arsyam dalam sambutannya mengatakan Program yang diadakan merupakan langkah strategis untuk memberikan pengalaman bagi para Chef di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) agar memiliki standar kualitas yang setara dengan profesional chef di hotel bintang 4.

Visi Transformasi dari Pasatama Institute

Direktur Utama Pasatama Institute, Coach Arsyam, yang menjadi motor penggerak utama program ini, menegaskan bahwa standarisasi ini adalah kunci keberhasilan program gizi nasional.


Menurutnya, pengalaman yang dibawa dari kota-kota sebelumnya menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan pengakuan kompetensi formal.

"Kehadiran kami di Medan adalah bagian dari komitmen berkelanjutan yang sebelumnya telah kita bangun di Jawa dan sekitarnya." ujar Coach Arsyam.

"Kami ingin memastikan setiap piring yang disajikan dalam program MBG bukan hanya sehat secara nutrisi, tapi juga diolah dengan standar manajerial dan sanitasi profesional setara hotel berbintang," imbuh Coach Arsyam.


Bukan Sekadar Chef: Sertifikasi Relawan SPPG

Berbeda dengan pelatihan kuliner pada umumnya, agenda kali ini juga memberikan atensi besar pada garda depan operasional, yakni para relawan SPPG.

Mereka akan dibekali pelatihan dan sertifikasi sebagai Food Handler (Penjamah Makanan) Profesional

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh rantai produksi makanan—mulai dari persiapan bahan hingga penyajian—dikelola oleh tangan-tangan yang tersertifikasi secara legal dan teknis.

Hal ini mencakup pemahaman mendalam mengenai higiene sanitasi, pencegahan kontaminasi silang, dan keamanan pangan.


Kolaborasi Strategis Lintas Lembaga

Penyelenggaraan ini didukung penuh oleh ekosistem profesional, antara lain:
  1. BNSP & LSP Jasaboga Nusantara: Penyedia legalitas sertifikasi kompetensi nasional.
  2. Pasatama Institute: Lembaga penggerak pelatihan dan pengembangan SDM.
  3. Indonesian Chef Association (ICA) BPD Medan & Chef Pro Indonesia Academy: Pendampingan teknis oleh praktisi industri tata boga. 
  4. ASPPMI & Hotel GranDhika: Mitra strategis dalam standarisasi operasional dan tempat uji kompetensi.

Membangun Daya Saing Global dari Dapur Lokal

Dengan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), para Chef dan relawan di Medan kini memiliki bukti autentik atas keahlian mereka. 

Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri para praktisi lokal serta menjamin keberlanjutan program gizi nasional dengan standar keamanan pangan tertinggi.

"Target kita jelas: Kompetensi, Legalitas, dan Daya Saing. Kita ingin relawan dan chef kita tidak hanya menjadi penonton, tapi pemain kunci yang profesional di bidangnya," tutup Coach Arsyam.


Sementara itu praktisi kuliner yang juga Ketua ICA BPD Sumatra Utara, Chef Hasan Basri menegaskan bahwa disiplin dan standar kebersihan menjadi hal mutlak dalam dunia dapur profesional.

Dia menekankan bahwa area dapur tidak boleh dimasuki sembarang orang demi menjaga keamanan pangan.

Kalau ada orang luar masuk dapur tanpa standar, itu berisiko. Bisa terjadi kontaminasi makanan, dan yang disalahkan tetap chef,” tegas Chef Hasan Basri.

Ditambahkan oleh Chef Hasan Basri setiap orang yang masuk ke dapur wajib menggunakan perlengkapan standar seperti penutup kepala, masker, dan sepatu khusus. 

Hal ini merupakan bagian dari penerapan food safety hygiene dan food handling yang menjadi dasar dalam industri kuliner.

Kegiatan pelatihan yang diadakan diikuti empat daerah, Padang Lawas 6 Orang, Dairi 1 Orang, Langkat 1 Orang dan Deli Serdang 2 Orang.

Sementara yang menjadi narasumber Chef Hasan Basri, Ketua ICA Sumatera Utara dan Chef Wira Head Chef dari Hotel Grand Dhika Setiabudi Medan. [■]

Reporter: Wahyu - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama