Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Menko Pangan Zulhas ke Pondok Gede Didampingi Wawali Bekasi, Ini Kata Ahli

iklan banner AlQuran 30 Juz

Coach Arsyam & Dr Rita Patriasih Dari Dapur ke Perut Warga: Jangan Sampai Program Bagus, Tapi Bikin Deg-degan

kandidat-kandidat.com | Senin,13 April 2026, 09:45 WIB | Nilam/DR


Kunjungan Menko Pangan jadi alarm halus pentingnya standar SOP dan sertifikasi dapur. Ketika pejabat pusat turun langsung ke Bekasi, para ahli justru menyoroti hal yang tak terlihat: kualitas dapur dan kompetensi SDM yang menjadi penentu sukses program MBG.

KOTA BEKASI| Kalau pejabat pusat datang ke daerah, biasanya warga sudah hafal polanya: jalanan rapi mendadak, acara tertata, dan semua terlihat “baik-baik saja.

Tapi kali ini, kunjungan Menko Pangan Zulkifli Hasan ke Dapur dan SMA di Pondok Gede seharusnya bukan cuma soal seremonial yang rapi di depan kamera.

Buat warga Bekasi, yang lebih penting justru sederhana: yang dimakan aman atau nggak?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang terdengar menjanjikan.

Siapa sih yang nggak mau makan bergizi tanpa bayar? Tapi di balik itu, ada satu pertanyaan yang mungkin nggak masuk rundown acara: dapurnya sudah benar-benar layak belum?

Dalam kunjungan yang juga didampingi Wakil Walikota Bekasi Abdul Harris Bobihoe ini, berbagai kegiatan digelar—dari sosialisasi sampai peninjauan pasar murah

Lengkap, meriah, dan pastinya informatif. Tapi warga mungkin berpikir: “Oke, acaranya bagus. Terus, besok-besok makanannya aman nggak?


Dari Sosialisasi ke Realita Dapur
Menurut para ahli, keberhasilan program seperti MBG bukan cuma soal distribusi makanan. Soalnya, makanan itu bukan brosur—kalau salah kelola, dampaknya langsung terasa.

Coach Arsyam, yang bergerak di bidang sertifikasi dan kompetensi, menyampaikan hal yang cukup “nusuk tapi jujur”: kalau programnya sudah skala nasional, masa dapurnya masih pakai standar “yang penting jadi”?

Coach Arsyam Dwi Samto, Dirut Pasatama Institute 

Ia mendorong agar semua pengelola dapur—bukan cuma chef, tapi sampai manajemennyawajib punya sertifikasi.

Karena jujur saja, mengandalkan “feeling enak” itu cocoknya buat masak di rumah, bukan untuk ribuan porsi masyarakat.

Sedikit satire yang relate sama kehidupan sehari-hari: kalau porsinya sudah naik kelas, masa higienitasnya masih kelas coba-coba?
 
Warga Nggak Butuh Ribet, Tapi Butuh Aman
Dari sisi masyarakat, sebenarnya harapannya nggak macam-macam. Bukan minta menu fancy, bukan juga plating ala restoran. Yang penting satu: makanannya aman.

Kepala Prodi Tata Boga Kampus UPI Bandung, Dr. Rita Patriasih

Dr. Rita dari UPI juga mengingatkan bahwa kehati-hatian bagi para pengelola dapur SPPG seperti kewajiban mengikuti SOP, HACCP, sampai ISO skala internasional itu bukan sekadar istilah keren buat presentasi.

Itu sistem yang memastikan dari bahan mentah sampai makanan disajikan, semuanya terkontrol.

Karena jujur saja, warga nggak akan ngecek sertifikat dapur. Tapi kalau ada yang salah, dampaknya langsung terasa di badan.
Program Bagus, Jangan Sampai Jadi Bumerang

Pemerintah Kota Bekasi sendiri sudah menyatakan komitmennya untuk mendukung program ini. Dan tentu saja, niatnya baik: meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan.

Tapi di lapangan, tantangannya bukan di niat—melainkan di eksekusi.

Karena buat warga, keberhasilan program ini bukan diukur dari berapa banyak yang dibagikan.

Tapi dari satu hal yang sangat sederhana dan sangat krusial: apakah makanan itu benar-benar aman dimakan, tanpa drama setelahnya?

Catatan Warga (yang Mungkin Nggak Masuk Sambutan)
Kunjungan pejabat itu penting, simbol komitmen juga penting. Tapi yang lebih penting lagi adalah apa yang terjadi setelah rombongan pulang.

Standarisasi dapur, sertifikasi, dan SOP itu bukan tambahan—itu fondasi.

Karena pada akhirnya, warga Kota Bekasi tidak butuh program yang sekadar terlihat bagus.

Warga butuh program yang benar-benar kerasa manfaatnya… tanpa harus khawatir, “habis makan ini, aman kan ya?”

Reporter: Nilam - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama