BEM PTUN Bekasi: Busnya Jalan, Macetnya Tetap Ada, PTMP Bikin Warga Kota Heran, Ini Solusi atau Sekadar Formalitas?
kandidat-kandidat.com | Senin, 20 April 2026, 16:07 WIB | FiqrSmile
— KOTA BEKASI | Bagi jutaan warga Kota Bekasi yang setiap hari berjibaku dengan kemacetan, kehadiran Perseroda PT Mitra Patriot (PTMP) semestinya menjadi angin segar.
Narsum: Fiqril Ismail BEM PTNU Bekasi Raya - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
Harapan warga terhadap transportasi massal lewat PTMP tampaknya belum sepenuhnya mendarat di jalanan. Bus Trans Patriot memang melaju, tapi kemacetan tetap setia menemani, membuat publik mulai mempertanyakan: ini terobosan atau cuma ganti tampilan?
— KOTA BEKASI | Bagi jutaan warga Kota Bekasi yang setiap hari berjibaku dengan kemacetan, kehadiran Perseroda PT Mitra Patriot (PTMP) semestinya menjadi angin segar.Program Transportasi Massal Publik (PTMP) yang digadang-gadang sebagai solusi modern ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, menekan penggunaan kendaraan pribadi, dan menghadirkan sistem mobilitas yang lebih manusiawi.
Namun di lapangan, harapan itu belum sepenuhnya terwujud.
Alih-alih menghadirkan perubahan signifikan, sebagian warga justru merasakan bahwa program PTMP masih berada di tahap “kosmetik kebijakan”—terlihat bergerak, tetapi belum menyentuh akar persoalan utama.
Antara Armada Baru dan Akses Lama
PTMP melalui layanan seperti Trans Patriot memang telah menambah armada dan membuka beberapa koridor. Secara kasat mata, ini menunjukkan progres.
Namun bagi warga di permukiman padat, persoalan mendasar justru belum tersentuh: akses menuju halte.
Banyak warga masih harus berjalan jauh tanpa jalur pedestrian yang layak, atau bergantung pada ojek dan angkutan informal untuk mencapai titik naik bus.
Dalam kondisi seperti ini, kendaraan pribadi tetap menjadi pilihan paling rasional.
“Kalau ke haltenya saja susah, ya orang tetap naik motor,” menjadi keluhan yang berulang dari warga komuter.
Waktu Tempuh: Tidak Lebih Cepat, Tidak Lebih Menarik
Harapan warga terhadap transportasi massal sederhana: Lebih Cepat, Lebih Pasti.
Namun tanpa jalur khusus (dedicated lane), bus PTMP kerap terjebak dalam kemacetan yang sama dengan kendaraan pribadi.
Akibatnya, keunggulan kompetitif yang seharusnya dimiliki transportasi publik ini menjadi hilang. Warga pun tidak melihat alasan kuat untuk beralih.
Dalam perbandingan sederhana:
Harapan warga: naik transportasi umum lebih cepat dari kendaraan pribadi
Realita saat ini: waktu tempuh relatif sama, bahkan kadang lebih lama
Di sinilah letak jurang antara desain kebijakan dan pengalaman pengguna.
Integrasi yang Belum Terasa
Masalah lain yang dirasakan warga adalah belum adanya integrasi utuh. Sistem transportasi masih berjalan parsial—bus hadir, tetapi tidak terhubung secara mulus dengan angkutan lingkungan.
Angkot yang seharusnya bisa menjadi feeder justru berjalan sendiri-sendiri, bahkan terkesan bersaing.
Ditambah lagi, koordinasi antara pengelola BUMD dan Dinas Perhubungan dinilai belum solid, yang berdampak pada ketidakpastian jadwal dan layanan.
Bagi warga, ini bukan soal struktur kelembagaan, tapi soal kepastian: “Busnya datang kapan?”
Anggaran Besar, Manfaat Belum Maksimal
Dari sisi kebijakan publik, PTMP juga disorot karena besarnya alokasi subsidi yang belum sebanding dengan tingkat keterisian penumpang. Warga tentu tidak menolak subsidi, selama manfaatnya terasa nyata.
Namun ketika bus sering terlihat lengang sementara jalan tetap macet, muncul pertanyaan yang wajar: apakah perencanaannya sudah tepat?
Suara Kritik dari Mahasiswa
Kritik ini juga disuarakan oleh kalangan mahasiswa. Fandhika Elang menilai bahwa tanpa jalur prioritas, kehadiran bus hanya menambah kepadatan di jalan.
Sementara itu, Fiqril Ismail menegaskan bahwa tanpa keunggulan waktu tempuh, masyarakat tidak akan berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan Warga?
Jika ditarik ke kepentingan publik, kebutuhan warga Kota Bekasi sebenarnya cukup jelas:
- Transportasi yang mudah dijangkau dari rumah (first-last mile jelas)
- Waktu tempuh yang lebih cepat dan pasti
- Sistem yang terintegrasi dari angkot hingga bus utama
- Layanan yang transparan dan digital (jadwal real-time, pembayaran mudah)
- Dengan kata lain, warga tidak hanya butuh bus baru, tetapi sistem yang utuh.
Momentum Evaluasi
PTMP masih memiliki peluang besar untuk menjadi solusi nyata, bukan sekadar simbol kebijakan. Namun itu hanya bisa tercapai jika ada evaluasi menyeluruh—bukan tambal sulam.
Transportasi publik yang berhasil bukan yang sekadar tersedia, tetapi yang dipilih secara sukarela oleh semua kalangan. Ketika warga kelas menengah pun merasa nyaman meninggalkan mobilnya, di situlah keberhasilan sesungguhnya.
Untuk saat ini, warga Bekasi masih menunggu: apakah PTMP akan bertransformasi menjadi solusi, atau tetap berhenti di level wacana. [■]
Narsum: Fiqril Ismail BEM PTNU Bekasi Raya - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
Tags
Aksi Damai
Aksi Demo
Aksi Mahasiswa
BEM PTNU
Demo Mahasiswa
Direktur Utama
Dirut PTMP
Mahasiswa
Moda Transportasi
Perseroda PTMP Mitra Patriot
PTMP
Tranportasi

