Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

DPP AWPI Menunjuk Yamarlin Hulu Jadi Plt Ketua DPD AWPI DKI Jakarta

iklan banner AlQuran 30 Juz

Tongkat Komando AWPI DKI Beralih ke Yamarlin Hulu, Ada Apa di Balik Penunjukan Plt DPD AWPI DKI Jakarta?

kandidat-kandidat.com | Jumat, 15 Mei 2026, 22:17 WIB | NMR/DR

Drama pergantian pucuk pimpinan di tubuh AWPI DKI Jakarta akhirnya menemui babak baru. Di tengah kekosongan komando usai mundurnya Abdul Haris, nama Yamarlin Hulu tiba-tiba muncul sebagai “sopir darurat” yang dipercaya langsung Ketua Umum Hengki Ahmat Jazuli untuk menjaga mesin organisasi tetap hidup. Pertanyaannya, kenapa justru Marlin yang dipilih?

 — JAKARTA | Penunjukan Yamarlin Hulu sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD AWPI Provinsi DKI Jakarta bukan sekadar agenda administratif organisasi.

Di balik keputusan yang diumumkan dalam rapat pleno daring pada Jumat malam, 15 Mei 2026 itu, tersimpan pesan penting tentang upaya penyelamatan konsolidasi organisasi di wilayah yang selama ini dianggap sebagai “etalase” utama dunia pers nasional.

Ketua Umum secara langsung memimpin rapat pleno yang dihadiri sejumlah pengurus inti, mulai dari Kabid Humas D.M. Pertiwi, Wakil Ketua I Suherman, Wakil Ketua III Sugianto, Abdul Basit, hingga anggota Marta Wijaya dan Iis Mawati.

Dalam forum tersebut, nama akhirnya diputuskan sebagai figur yang dipercaya mengisi kekosongan kepemimpinan pasca pengunduran diri Abdul Haris.

Namun, keputusan ini memunculkan pertanyaan menarik di internal organisasi maupun kalangan pemerhati komunitas pers: mengapa Yamarlin Hulu yang dipilih?

DKI Jakarta Dianggap “Jantung Organisasi”

Dalam arahannya, Hengki Ahmat Jazuli menegaskan bahwa DKI Jakarta memiliki posisi strategis dan tidak bisa dibiarkan mengalami kevakuman kepemimpinan terlalu lama.

DKI Jakarta merupakan barometer utama organisasi,” tegas Hengki dalam rapat pleno tersebut.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa DPP AWPI sedang berusaha menjaga stabilitas organisasi di tengah dinamika internal yang muncul akibat mundurnya ketua sebelumnya.

Sebagai pusat pemerintahan, politik, dan industri media nasional, DKI Jakarta memang memiliki pengaruh besar terhadap citra organisasi profesi wartawan di tingkat nasional.

Karena itu, penunjukan PLT dinilai bukan hanya soal mengisi jabatan kosong, melainkan langkah cepat untuk mengendalikan ritme organisasi agar tidak kehilangan arah konsolidasi.

Mengapa Yamarlin Hulu?

Secara organisatoris, Yamarlin Hulu dinilai memiliki modal komunikasi internal yang cukup kuat dan dianggap mampu diterima lintas kelompok di tubuh AWPI DKI Jakarta.

Di tengah kondisi transisi, figur yang mampu meredam gesekan internal biasanya lebih diprioritaskan dibanding sosok yang terlalu politis atau kontroversial.

Beberapa pengurus yang mengikuti pleno menyebut kebutuhan utama organisasi saat ini bukan sekadar mencari figur populer, melainkan sosok yang dapat menjaga stabilitas sambil mempersiapkan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub).

Penunjukan Yamarlin juga dipandang sebagai strategi “pendinginan organisasi”.

Artinya, DPP AWPI tampaknya ingin memastikan proses menuju kepengurusan definitif berjalan lebih kondusif tanpa memunculkan konflik baru di internal DPD DKI Jakarta.

Selain itu, Yamarlin dinilai memiliki kedekatan komunikasi dengan berbagai unsur pengurus sehingga dianggap lebih mudah membangun kembali soliditas organisasi pasca mundurnya Abdul Haris.

Tantangan Berat Menanti

Meski berstatus PLT, tugas yang dihadapi Yamarlin tidak ringan. Ia bukan hanya dituntut menjaga stabilitas organisasi, tetapi juga harus membangun kembali kepercayaan internal anggota yang sempat terguncang akibat perubahan kepemimpinan mendadak.

Di sisi lain, publik juga menanti bagaimana AWPI DKI Jakarta mampu menunjukkan peran strategisnya di tengah tantangan dunia pers saat ini — mulai dari isu profesionalisme wartawan, kompetensi media digital, hingga meningkatnya tekanan terhadap independensi organisasi pers.

Dalam pernyataannya, Yamarlin Hulu memilih merespons penunjukan tersebut dengan nada persuasif dan merangkul seluruh anggota.

Saya siap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Yamarlin.

Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk bersama-sama membangun DPD AWPI DKI Jakarta agar lebih solid dan adaptif menghadapi tantangan organisasi ke depan.

Musdalub Akan Jadi Penentu

Penunjukan PLT ini pada akhirnya hanya bersifat sementara. Fokus utama berikutnya adalah pelaksanaan Musdalub yang akan menentukan arah baru kepemimpinan AWPI DKI Jakarta secara definitif.

Musdalub tersebut diperkirakan menjadi arena penting untuk mengukur sejauh mana soliditas internal organisasi benar-benar terjaga setelah pergantian kepemimpinan mendadak.

Jika proses transisi berjalan mulus, penunjukan Yamarlin Hulu bisa dianggap berhasil sebagai “jembatan penyelamat” organisasi. Namun bila muncul dinamika baru, maka keputusan DPP menunjuk PLT akan ikut menjadi sorotan anggota.

Di tengah situasi itu, satu hal yang kini menjadi perhatian adalah bagaimana AWPI DKI Jakarta membuktikan bahwa organisasi profesi pers tidak hanya sibuk dengan pergantian jabatan, tetapi juga mampu menjaga marwah profesionalisme dan independensi wartawan di ibu kota. [■]

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama