Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Warga Bekasi Punya Tempat Curhat: Bukan ke Status WA, Tapi ke Psikolog!

iklan banner AlQuran 30 Juz

Dari Kampus buat Warga: “Tenda Curhat” Muhammadiyah Day Bekasi Jadi Ruang Aman Konsultasi Keluarga & Mental


Program “Tenda Curhat” di Muhammadiyah Day 2026 diserbu warga sekitar kampus, dari remaja galau sampai emak-emak yang capek mikirin cicilan dan anak rebahan.

 — KOTA BEKASI | PUSPAGA Kota Bekasi menghadirkan suasana berbeda dalam gelaran Muhammadiyah Day 2026.

Sebagai catatan redaksi PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) adalah unit layanan terpadu satu pintu (one-stop service) berbasis hak anak untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga melalui peningkatan kapasitas orang tua/wali dalam mengasuh dan melindungi anak.

PUSPAGA memberikan layanan pencegahan (preventif) dan promotif secara gratis.

Bukan sekadar kegiatan seremonial kampus atau bazaar komunitas, acara yang berlangsung di kawasan Universitas Muhammadiyah Indonesia (eks UNISMA),  Jalan Ki Mangunsarkoro, Bekasi Timur, itu justru menghadirkan sesuatu yang belakangan makin dibutuhkan warga perkotaan: ruang untuk didengar.


Melalui program bertajuk “Tenda Curhat”, masyarakat sekitar kampus mendapat kesempatan berkonsultasi langsung dengan konselor dan psikolog secara gratis dalam suasana santai, ramah, dan jauh dari kesan formal yang sering membuat orang enggan bercerita.

Bagi warga yang tinggal di sekitar lingkungan komplek kampus Universitas Muhammadiyah Indonesia Bekasi, kehadiran layanan ini terasa seperti angin segar di tengah kehidupan kota yang makin padat dan penuh tekanan.

Mulai dari persoalan anak, komunikasi keluarga, tekanan ekonomi, pendidikan remaja, hingga kesehatan mental sehari-hari, semuanya bisa disampaikan tanpa rasa takut dihakimi.


Biasanya kalau dengar konsultasi psikologi itu kesannya mahal dan bikin canggung. Tapi di sini suasananya lebih santai, seperti ngobrol dengan keluarga sendiri,” ujar salah seorang warga Bekasi Timur yang mengikuti layanan tersebut.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026 itu melibatkan kolaborasi berbagai unsur pendidikan dan sosial, mulai dari Dikdasmen PDM Muhammadiyah Kota Bekasi, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Indonesia, hingga Satgas MRBS OPSM MAN 03 Bekasi.

Selama kegiatan berlangsung, tercatat sekitar 50 warga dari berbagai usia memanfaatkan layanan konsultasi tersebut.

Menariknya, peserta yang datang bukan hanya kalangan remaja atau mahasiswa, tetapi juga orang tua, anak-anak, hingga lansia yang penasaran ingin mengetahui cara menjaga kesehatan mental dan keharmonisan keluarga.

Panitia sengaja mengemas layanan dengan pendekatan yang lebih membumi.


Pengunjung terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan assesmen singkat sebelum diarahkan ke sesi konsultasi di ruang kelas TK Aisyiyah yang disulap menjadi ruang konsultasi privat dan nyaman.

Di luar area konsultasi, suasana Muhammadiyah Day juga terasa hidup lewat keberadaan booth partisipatif bertema “Stop Normalisasi” dan “Ayo Normalisasi”.

Pengunjung diajak menuliskan pesan sosial mengenai perilaku positif, perlindungan anak, hingga pentingnya membangun lingkungan yang suportif bagi kesehatan mental masyarakat.

Bagi warga sekitar kampus, kegiatan seperti ini dinilai membawa warna baru dalam hubungan antara lingkungan pendidikan dan masyarakat.


Kampus tidak lagi dipandang sekadar tempat kuliah, melainkan juga ruang sosial yang aktif hadir menjawab kebutuhan warga sekitar.

Apalagi di tengah kehidupan perkotaan seperti Bekasi yang bergerak cepat, keberadaan ruang konsultasi yang mudah diakses menjadi kebutuhan penting.

Tidak sedikit warga yang sebenarnya membutuhkan tempat bercerita, tetapi bingung harus datang ke mana atau khawatir dengan stigma sosial.

Melalui “Tenda Curhat”, pendekatan itu perlahan diubah. Konsultasi psikologis dibuat lebih dekat, lebih manusiawi, dan lebih mudah dijangkau masyarakat umum.


Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi bersama seluruh pihak yang terlibat guna memperkuat tindak lanjut layanan edukasi keluarga dan konsultasi psikologis di lingkungan masyarakat.

Bagi banyak warga sekitar kampus Muhammadiyah Bekasi, kegiatan ini bukan hanya acara satu hari.

Lebih dari itu, ia menjadi tanda bahwa perhatian terhadap kesehatan mental kini mulai hadir lebih dekat — bahkan dari tenda sederhana di halaman kampus. [■]

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama