Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Dulu Macet Bikin Emosi, Kini Pondokgede Mau Jadi Wajah Baru Kota Bekasi!

iklan banner AlQuran 30 Juz banner #1 AlQuran 30 Juz

Tri Adhianto Benahi Simpul Kemacetan Pondokgede, Kadis Ika Indah Siapkan Konsep Pasar Tradisional Ikon Kota


Selama bertahun-tahun Pasar Pondok Gede lebih dikenal karena kemacetannya dibanding daya tariknya. Pemerintah Kota Bekasi kini ingin membalik cerita tersebut. Penataan kawasan pasar menjadi langkah awal menghadirkan ruang publik yang lebih tertib sekaligus menyiapkan pasar tradisional yang layak menjadi kebanggaan warga.

 — KOTA BEKASI | Pemerintah Kota Bekasi terus mengakselerasi pembenahan kawasan perdagangan yang selama puluhan tahun dikenal sebagai titik kemacetan sekaligus kawasan yang semrawut.

Setelah memulai penataan di Pasar Pondok Gede, pemerintah kini melanjutkan langkah serupa di Pasar Baru Durenjaya dan kawasan Jalan Ir. H. Juanda sebagai bagian dari program penataan terpadu ruang publik di era kepemimpinan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Penataan tersebut tidak hanya berorientasi pada penertiban pedagang kaki lima (PKL), tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun kawasan perdagangan yang tertata, nyaman, aman, sehat, sekaligus mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.



Dalam kegiatan peninjauan di lapangan, Walikota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa pembenahan kawasan pasar tidak bisa dilakukan secara instan.

Menurutnya, pemerintah harus terlebih dahulu melalui proses pendataan pedagang, dialog, penyediaan lokasi usaha yang layak, koordinasi lintas perangkat daerah, hingga pembangunan infrastruktur pendukung agar perubahan yang dilakukan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

"Kita tidak ingin hanya melakukan penertiban sesaat. Yang kita lakukan adalah penataan menyeluruh agar persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun bisa diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan," ujar Tri Adhianto.

Ia mengatakan, Pasar Pondok Gede menjadi salah satu prioritas karena selama bertahun-tahun kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu simpul kemacetan utama di Kota Bekasi.

Aktivitas perdagangan yang meluas hingga trotoar dan badan jalan, ditambah sistem drainase yang kurang optimal serta parkir yang tidak tertata, menyebabkan arus kendaraan di sejumlah persimpangan sekitar pasar kerap mengalami kepadatan, terutama pada jam-jam sibuk.

Karena itu, selain melakukan penataan aktivitas perdagangan, Pemerintah Kota Bekasi juga membenahi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari normalisasi drainase, pembangunan trotoar, peningkatan penerangan jalan, penataan akses keluar-masuk pasar hingga pengaturan lalu lintas agar fungsi ruang publik dapat kembali dinikmati masyarakat.

"
Masalah yang sudah puluhan tahun tentu tidak bisa selesai dalam hitungan hari. Tetapi yang terpenting adalah hari ini kita mulai menyelesaikannya satu per satu. Pemerintah hadir, bekerja, dan memastikan perubahan itu benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. Tujuan utama penataan ini bukan memindahkan masalah dari satu tempat ke tempat lain, melainkan menghadirkan solusi yang dapat bertahan dalam jangka panjang," tegasnya.

Sejalan dengan arah kebijakan Wali Kota, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi Dra. Hj. Ika Indah Yarti, M.Si. ungkapkan bahwa pihaknya tengah menyusun konsep baru pengembangan pasar tradisional yang lebih modern, tertata, dan memiliki identitas khas Kota Bekasi.

Menurut Ika, Pasar Pondok Gede dan Pasar Baru Durenjaya diprioritaskan menjadi proyek percontohan karena keduanya berada di kawasan strategis yang merupakan simpul mobilitas masyarakat sekaligus pintu aktivitas ekonomi Kota Bekasi.

"Visi kami bukan hanya menata pasar agar lebih bersih dan tertib, tetapi menghadirkan pasar tradisional yang memiliki karakter, nyaman dikunjungi, ramah bagi pedagang maupun pembeli, serta mampu menjadi ikon kebanggaan Kota Bekasi. Pasar Pondok Gede dan Pasar Baru Durenjaya kami prioritaskan karena keduanya berada di kawasan strategis yang menjadi wajah sekaligus jantung aktivitas perdagangan Kota Bekasi," ujar Ika Indah Yarti.

Ia menjelaskan, konsep tersebut mengacu pada keberhasilan sejumlah pasar tradisional yang telah berkembang menjadi destinasi wisata belanja di berbagai daerah, seperti Pasar Klewer di Solo, Malioboro di Yogyakarta, maupun Pasar Baru di Kota Malang.

Menurutnya, keberhasilan konsep tersebut tidak hanya ditentukan oleh bangunan pasar, tetapi juga ditopang oleh lingkungan yang bersih, trotoar yang nyaman, sistem drainase yang baik, akses kendaraan yang tertata, area parkir yang memadai, penataan PKL, serta ruang publik yang ramah bagi masyarakat.

Karena itu, proses penataan yang saat ini dilakukan menjadi fondasi penting untuk mewujudkan wajah baru pasar tradisional Kota Bekasi yang lebih modern tanpa meninggalkan karakter ekonomi kerakyatan.

Pemerintah Kota Bekasi optimistis, apabila pembenahan Pasar Pondok Gede dan Pasar Baru Durenjaya dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan, kedua kawasan tersebut tidak hanya mampu mengurai kemacetan dan memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga berpotensi tumbuh menjadi ikon perdagangan rakyat yang membanggakan sekaligus destinasi wisata belanja khas Kota Bekasi di masa mendatang. [■]

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama