Transformasi Mizuda Jadi Inspirasi Tri Adhianto Kembangkan Bantargebang Sebagai Kawasan Ekonomi Sirkular
kandidat-kandidat.com | Selasa, 29 Juni 2026, 19:36 WIB | NMR/DR
— HUZHOU, ZHEJIANG | Kunjungan kerja Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD Kota Bekasi ke Provinsi Zhejiang, Republik Rakyat Tiongkok, tidak hanya difokuskan pada pembahasan pembangunan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang.
Siapa bilang kunjungan ke luar negeri cuma urusan foto-foto? Dari Zhejiang, China, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto justru membawa "PR" besar untuk masa depan Bantargebang. Terinspirasi transformasi Mizuda Group yang sukses berkembang dari pabrik tekstil menjadi raksasa industri pengolahan sampah menjadi energi, Tri ingin Bantargebang tak lagi identik dengan gunungan sampah, melainkan berubah menjadi kawasan ekonomi hijau dan pusat inovasi lingkungan.
— HUZHOU, ZHEJIANG | Kunjungan kerja Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD Kota Bekasi ke Provinsi Zhejiang, Republik Rakyat Tiongkok, tidak hanya difokuskan pada pembahasan pembangunan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang.Rombongan juga mempelajari langsung model transformasi industri yang dinilai berhasil menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan.
Salah satu agenda penting dalam rangkaian kunjungan tersebut adalah mengunjungi Mizuda Group, perusahaan tekstil berskala besar yang berhasil berevolusi menjadi kelompok usaha modern dengan diversifikasi bisnis di sektor energi dan lingkungan.
Dari transformasi korporasi inilah kemudian lahir Wangneng Environment, perusahaan waste to energy terkemuka di Tiongkok yang dipercaya menjadi mitra pembangunan PSEL Bantargebang, Kota Bekasi.
Bagi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, pengalaman Mizuda memberikan gambaran nyata bahwa sebuah perusahaan mampu melakukan lompatan besar melalui inovasi tanpa meninggalkan akar bisnis utamanya.
"Yang kami pelajari bukan hanya proses produksinya. Yang menarik adalah bagaimana Mizuda mampu terus berinovasi hingga melahirkan Wangneng sebagai perusahaan di bidang lingkungan hidup. Ini membuktikan bahwa inovasi dapat menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus menjawab persoalan lingkungan," ujar Tri.
Dari Gunungan Sampah Menuju Kawasan Ekonomi Hijau
Menurut Tri, keberhasilan Mizuda menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kota Bekasi dalam menyusun arah pengembangan kawasan Bantargebang setelah PSEL mulai beroperasi.
Ia menilai, pembangunan PSEL tidak boleh dipahami sekadar sebagai proyek pengolahan sampah atau pembangkit listrik.
Lebih dari itu, fasilitas tersebut harus menjadi pemicu lahirnya ekosistem industri baru berbasis ekonomi sirkular (circular economy).
Dalam konsep tersebut, limbah bukan lagi dipandang sebagai beban lingkungan, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus memperkuat investasi hijau di Kota Bekasi.
"PSEL harus menjadi titik awal. Setelah itu tumbuh industri-industri turunannya sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," jelasnya.
Peluang Kolaborasi Industri Kreatif
Selain mempelajari transformasi industri, Pemerintah Kota Bekasi juga membuka pembicaraan mengenai peluang kerja sama antara Mizuda Group dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bekasi.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif, khususnya industri fesyen, melalui peningkatan kapasitas desainer muda, pengembangan kualitas produk UMKM, pertukaran pengetahuan, hingga pembukaan akses pasar internasional.
Tri mengatakan Kota Bekasi memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif yang perlu didukung melalui kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan global yang telah memiliki pengalaman dan jaringan internasional.
"Kota Bekasi memiliki banyak talenta kreatif yang perlu didukung agar mampu bersaing di pasar global. Kami ingin kolaborasi ini menjadi ruang belajar bagi desainer dan pelaku UMKM, sekaligus membuka peluang lahirnya produk-produk fesyen asal Bekasi yang memiliki daya saing internasional," katanya.
Bantargebang Diproyeksikan Menjadi Magnet Investasi
Dalam kesempatan tersebut, Tri juga mengundang Mizuda Group untuk mempertimbangkan investasi lanjutan di Kota Bekasi, khususnya di kawasan Bantargebang.
Menurutnya, kawasan yang selama puluhan tahun dikenal sebagai lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) harus mulai diarahkan menjadi pusat pertumbuhan industri hijau yang mampu menarik investasi baru.
"Kami berharap ke depan mereka dapat mempertimbangkan Bantargebang sebagai lokasi pengembangan industri. Visi kami adalah mengubah kawasan ini menjadi pusat inovasi lingkungan dan kawasan ekonomi hijau," ujarnya.
Tri menegaskan bahwa transformasi Bantargebang tidak berhenti pada pembangunan fasilitas PSEL semata. Pemerintah Kota Bekasi menargetkan hadirnya industri-industri pendukung seperti pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA), pusat inovasi teknologi lingkungan, industri manufaktur hijau, hingga sektor ekonomi kreatif yang saling terintegrasi.
Dengan demikian, kawasan tersebut tidak hanya menghasilkan energi listrik dari sampah, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, transfer teknologi, serta peluang usaha bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
"Saya ingin lima sampai sepuluh tahun ke depan, ketika orang mendengar nama Bantargebang, yang terbayang bukan lagi gunungan sampah. Yang terbayang adalah kawasan yang berhasil bertransformasi menjadi pusat inovasi lingkungan, pusat pertumbuhan ekonomi hijau, dan tempat lahirnya peluang-peluang baru bagi masyarakat Kota Bekasi," tutup Tri.
Transformasi yang dilakukan Mizuda dan Wangneng dinilai menjadi contoh bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya sebuah fasilitas industri, tetapi juga dari kemampuan menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya. [■]
Tags
Dinas
Dinas Lingkungan Hidup
Kunjungan Kerja
Limbah
Limbah Domestik
Pemkot Bekasi
PSEL
Tri Adhianto
Walikota
Walikota Bekasi


