Fleksibilitas kerja Diberlakukan Tiga Hari, Walikota Bekasi Pastikan Layanan Publik Tetap Prima
kandidat-kandidat.com | Rabu, 25 Maret 2026, 12:27 WIB | NMR/DR
Di saat sebagian warga masih menyesuaikan diri dari ritme liburan, Pemerintah Kota Bekasi justru tancap gas dengan skema WFA bagi sebagian ASN. Sebanyak 37,4% aparatur bekerja fleksibel, namun pelayanan publik dipastikan tetap berjalan normal tanpa kendala.
— KOTA BEKASI | Buat warga Bekasi, fase setelah Lebaran itu bukan cuma soal kembali kerja. Ini fase berat: dari yang tadinya bangun sahur, sekarang harus bangun buat realita—termasuk realita saldo rekening.Di tengah suasana “masih pengen nambah cuti tapi cutinya udah habis”, Pemerintah Kota Bekasi hadir membawa kabar yang terdengar menenangkan: sebagian ASN boleh kerja dari mana saja alias Work From Anywhere (WFA).
Sebanyak 37,4% ASN menjalani skema ini selama tiga hari, dari 25 sampai 27 Maret 2026.
Sekilas terdengar seperti kabar bahagia—apalagi buat warga yang masih setengah jiwa di kampung halaman, setengahnya lagi nyangkut di Tol Japek.
Tapi sebagai warga Bekasi yang sudah kenyang pengalaman, kalimat “pelayanan tetap normal” itu biasanya langsung disambut dengan satu respon refleks: “InsyaAllah ya…”
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran resmi Pemerintah Kota Bekasi. Intinya, kerja boleh fleksibel, tapi pelayanan tetap harus jalan.
Jadi, kalau warga datang ke kantor pelayanan, harapannya sih bukan cuma ketemu kursi kosong plus tulisan “sedang WFA, kembali setelah hati tenang”.
Walikota Bekasi, Tri Adhianto, memastikan semuanya tetap terkendali.
“Penyesuaian sistem kerja ini tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Saya pastikan seluruh perangkat daerah tetap siaga, sehingga pelayanan publik di Kota Bekasi berjalan normal seperti biasa,” ujar Tri.
Menyikapi pernyataan walikota tersebut, ini komentar Sidik Warkop, “Kalimat ‘tetap normal’ ini di Bekasi tuh udah kayak janji mantan—indah diucapkan, tapi realisasinya tergantung kondisi lapangan. Kita sih percaya, Pak… tapi sambil bawa plan B, C, sampai Z kalau-kalau loketnya lagi ‘refleksi diri’.”
Secara konsep, WFA ini memang masuk akal. ASN yang habis mudik nggak harus langsung berjibaku dengan macet arus balik yang kadang lebih panjang dari obrolan keluarga soal ‘kapan nikah’.
Mereka tetap bisa kerja dari mana saja—asal sinyal aman, kuota cukup, dan godaan rebahan bisa dikendalikan.
Pemerintah juga menyebut kebijakan ini bagian dari tren kerja modern. Fleksibel, adaptif, dan mengikuti zaman. Istilah kerennya sih produktif tanpa harus selalu duduk di kantor. Istilah warga sih: “yang penting kerjaan kelar, bukan kelar lebaran baru lanjut kerjaan.”
Apalagi kalau bicara soal arus balik Lebaran—yang kadang lebih horor dari deadline mepet. WFA jadi solusi supaya ASN tetap bisa kerja tanpa harus ikut lomba sabar di jalan.
Namun lagi-lagi, sebagai warga Bekasi yang sudah terbiasa dengan dinamika pelayanan publik, optimisme itu selalu datang dengan bonus skeptis tipis-tipis. Bukan negatif, cuma… realistis.
Walikota Bekasi kembali menegaskan pentingnya momentum pasca liburan ini.
“Kita ingin memastikan setelah libur panjang, seluruh ASN dapat kembali fokus bekerja, memberikan pelayanan terbaik, serta menjaga kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah Kota Bekasi,” tambahnya.
Dan lagi-lagi Sidik Warkop menanggapinya sedikit skeptis, “Kalau ini sih bukan cuma ASN, warga juga lagi berusaha fokus, Pak. Fokus nyari sisa THR, fokus nerima kenyataan, dan fokus berharap pelayanan publik beneran sesuai harapan—bukan sekadar ‘coming soon’ kayak janji developer.”
Pada akhirnya, kebijakan ini memang terdengar ideal: ASN fleksibel, pelayanan tetap optimal. Ibarat habis makan ketupat, kerja tetap lanjut—meski sebagian sambil ngopi dari rumah, atau mungkin dari lokasi yang ‘dirahasiakan demi kenyamanan’.
Bagi warga, harapannya sederhana: mau ASN kerja dari kantor, dari rumah, atau dari warung kopi sekalipun, yang penting urusan tetap beres. Karena di Bekasi, yang bikin lelah itu bukan kerja keras—tapi bolak-balik karena urusan belum kelar.
Jadi, apakah pelayanan tetap normal?
Warga Bekasi kompak menjawab: “Semoga… dan kita doakan bersama.”. [■]
Tags
ASN
Hari Raya
Hari Raya Idul Fitri
Hari Raya Lebaran
lebaran
Liburan
Mudik
Pemkot
Pemkot Bekasi
PNS
