Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Priok Siap “Meledak” Lagi Setelah Lebaran, Polisi Pasang Jurus Anti-Macet

iklan banner AlQuran 30 Juz

Truk-truk Bakal Comeback Pasca 29/3, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin Biar Warga Nggak Ikut “Parkir Massal” di Jalan

kandidat-kandidat.com | Kamis, 26 Maret 2026, 13:42 WIBNMR/DR

Setelah suasana Lebaran yang sempat adem, kawasan Pelabuhan Tanjung Priok diprediksi kembali super sibuk. Polisi pun langsung gerak cepat menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas agar lonjakan kendaraan, terutama truk barang, tidak berubah jadi macet panjang yang bikin warga tepuk jidat.

 — KOTA BEKASI | Buat warga yang habis mudik dan mulai kembali ke rutinitas (termasuk rutinitas ketemu macet), ada kabar yang lumayan bikin napas lebih lega.

Kepolisian ternyata nggak tinggal diam—mereka sudah pasang kuda-kuda duluan buat mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju Pelabuhan Tanjung Priok pasca-Idul Fitri 2026.

Bayangin aja, setelah suasana Lebaran yang sempat “hening sejenak” dari hiruk pikuk truk besar, sebentar lagi Priok bakal kembali ke mode sibuk level dewa.

Nah, supaya nggak berubah jadi parkiran raksasa berjamaah, polisi langsung tancap gas bikin strategi.

Langkah ini dibahas serius (tapi semoga tetap sambil ngopi) dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Ruang VVIP Terminal Penumpang Nusantara Pura, Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (26/3/2026).

Hadir juga unsur Pemprov DKI Jakarta, PT Pelindo, dan stakeholder lainnya—alias tim Avengers versi lalu lintas.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Komarudin pun sudah kasih sinyal waspada.

Setelah tanggal 29, mobilitas angkutan barang akan meningkat sangat signifikan. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” ujarnya.

Artinya apa? Ya, truk-truk yang sebelumnya “libur Lebaran” bakal comeback. Dan kalau nggak diatur, bisa-bisa jalanan berubah jadi ajang saling tatap antar sopir karena nggak bisa maju.


Tapi tenang, polisi sudah menyiapkan jurus andalan.

Kami sudah siapkan pola rekayasa dan kebijakan diskresi. Nanti akan diterapkan sesuai dinamika di lapangan,” jelasnya.

Dalam bahasa sederhana: polisi siap fleksibel. Kalau jalanan mulai padat, mereka bakal langsung improvisasi—ibarat DJ yang tahu kapan harus ganti lagu biar suasana tetap enak.

Langkah ini jelas bukan sekadar formalitas. Tujuannya satu: biar distribusi logistik tetap lancar dan warga nggak ikut “terjebak drama jalanan” berjam-jam.

Makanya, masyarakat juga diajak ikut kerja sama. Bukan cuma mengandalkan petugas, tapi juga pintar mengatur waktu perjalanan. Hindari jam padat, patuhi arahan petugas, dan kalau perlu ambil jalur alternatif—yang penting jangan maksa kalau sudah kelihatan lampu rem berjajar kayak lampion.

Kami harap masyarakat bisa menyesuaikan waktu perjalanan dan mengikuti petunjuk petugas agar arus lalu lintas tetap lancar dan terkendali,” tutupnya.

Jadi, kalau nanti melintas ke arah Priok dan tiba-tiba diarahkan belok sana-sini, jangan langsung suudzon ya.

Bisa jadi itu bagian dari “orchestra” besar biar semua tetap bergerak. Karena pada akhirnya, macet itu bukan takdir—kadang cuma butuh sedikit strategi… dan kesabaran ekstra. [■]

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama