Pasang Iklan Running Text Anda di sini atau bisa juga sebagai iklan headliner di atas (600x100)px

Kajian Perdana Keluarga Besar Mahasiswa Adonara: Bedah Seni Public Speaking

iklan banner AlQuran 30 Juz

Dari Adonara ke Podium Bekasi: Mahasiswa Perantauan Belajar Taklukkan Rasa Gugup di Depan Publik

kandidat-kandidat.com | Senin, 16 Maret 2026, 14:45 WIBNMR/DR

Kajian perdana Keluarga Besar Mahasiswa Adonara membedah seni berbicara di depan publik—dari teknik retorika hingga cara mengelola rasa takut saat berdiri di podium

 — KOTA BEKASI| Suasana sebuah ruang pertemuan mahasiswa di Kota Bekasi, Senin (16/3/2026), terasa berbeda. Bukan diskusi politik atau debat organisasi yang biasanya menghangatkan forum mahasiswa.

Kali ini, yang dibedah adalah rasa gugup—dan bagaimana menaklukkannya lewat seni berbicara di depan umum.

Di tengah kehidupan perantauan yang sering menuntut kemandirian, Keluarga Besar Mahasiswa Adonara memulai langkah kecil yang mereka sebut sebagai “kajian perdana”.

Tema yang diangkat terdengar sederhana: Bangun Kepercayaan Dirimu dengan Meningkatnya Kemampuan Public Speaking.

Namun bagi mahasiswa yang sedang menempa diri jauh dari kampung halaman, kemampuan berbicara di depan orang banyak adalah modal sosial yang tak kecil nilainya.


Forum itu diikuti mahasiswa asal Pulau Adonara yang sedang menempuh pendidikan tinggi di berbagai kampus di Bekasi dan sekitarnya.

Mereka duduk melingkar, sebagian dengan catatan kecil di tangan, sebagian lagi bersiap menjadi “kelinci percobaan” saat sesi praktik dimulai.

Di balik kegiatan yang tampak santai itu, ada kegelisahan yang cukup serius. Banyak mahasiswa mengaku mampu menulis gagasan dengan baik, tetapi kehilangan kata-kata ketika harus menyampaikannya di depan forum.

Public speaking bukan sekadar pandai bicara,” ujar Nona Asfitati, narasumber dalam kajian tersebut.

Ini soal bagaimana menyampaikan gagasan dengan berani, runtut, dan sistematis. Kepercayaan diri adalah aset utama bagi mahasiswa.” imbuhnya lagi.

Ia kemudian mengurai satu per satu teknik dasar berbicara di depan publik: bagaimana membuka pidato, menyusun alur argumen, hingga mengendalikan bahasa tubuh. 

Bagian yang paling menyita perhatian peserta adalah pembahasan tentang rasa gugup—musuh lama hampir semua orang yang pertama kali berdiri di depan audiens.

Diskusi pun berkembang menjadi lebih hidup.

Beberapa peserta berbagi pengalaman saat harus presentasi di kelas, mengikuti lomba debat, atau berbicara dalam forum organisasi.

Cerita mereka hampir seragam: tangan dingin, suara bergetar, dan pikiran tiba-tiba kosong.

Pada sesi simulasi, suasana berubah lebih riuh. Satu per satu mahasiswa diminta maju menyampaikan pendapat tentang isu sederhana.

Tepuk tangan spontan kerap muncul setiap kali ada peserta yang berhasil menyelesaikan kalimatnya tanpa terhenti terlalu lama.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini menjadi semacam laboratorium kecil bagi mahasiswa perantauan untuk menguji keberanian mereka. Bagi sebagian peserta, berdiri di depan teman sendiri saja sudah menjadi tantangan tersendiri.

Panitia menyebut kajian ini sebagai langkah awal. Ke depan, mereka berencana menjadikan forum serupa sebagai agenda rutin untuk memperkuat kapasitas anggota organisasi.

Harapannya sederhana, namun ambisius: melahirkan mahasiswa asal Adonara yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga percaya diri menyampaikan gagasan—di ruang kelas, forum organisasi, hingga panggung yang lebih luas.

Bagi Keluarga Besar Mahasiswa Adonara, organisasi daerah ini bukan sekadar tempat berkumpul sesama perantau.

Ia juga menjadi ruang belajar bersama—tempat mahasiswa membangun identitas, memperluas jaringan, dan menyiapkan diri sebagai agen perubahan.

Dan dari sebuah kajian kecil tentang public speaking itu, mereka memulai satu latihan penting: belajar berbicara, agar suatu hari nanti mampu didengar. [■]

Reporter: NMR - Redaksi - Editor: DikRizal/BekasiOL
iklan banner Kemitraan Waralaba Pers iklan header banner iklan header banner

ChiefEditor

Jurnalis yang suka standup comedy

Posting Komentar

Silakan beri komentar yang baik dan sopan

Lebih baru Lebih lama