Menko Pangan Tutup 2.162 Dapur SPPG, Ketua Assesor Kompetensi & Sertifikasi Coach Arsyam Desak Pemda Hal Ini
Ada 2.162 Dapur MBG Ditutup: Alarm Kualitas Berbunyi, Saatnya Pemda dan Sertifikasi Bergerak Bareng. Menko Pangan Zulkifli Hasan umumkan 2.162 dapur MBG dihentikan sementara karena belum memenuhi standar. Di tengah situasi ini, pelatihan HACCP dan sertifikasi ala Pasatama Institute mulai dilirik sebagai “vitamin wajib”—biar dapur gak cuma ngebul, tapi juga lolos aturan.
— KOTA BEKASI| Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan. Bukan karena menu baru, melainkan karena “menu evaluasi” yang mendadak tersaji di tingkat nasional.Sebanyak 2.162 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan ditutup sementara—sebuah angka yang bukan kecil, tapi juga bukan tanpa alasan.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, menyebut langkah ini sebagai bagian dari penertiban terhadap dapur-dapur yang belum memenuhi standar.
Dari total 26.066 dapur yang telah beroperasi dan melayani lebih dari 61 juta penerima manfaat di 38 provinsi, terdapat 1.789 dapur berstatus suspend, 368 mendapat SP1, dan 5 lainnya SP2.
Bahasanya memang administratif. Tapi kalau diterjemahkan ke bahasa dapur: masih ada yang “belum matang standar”.
Penutupan ini bukan tanpa sebab. Masalah klasik kembali muncul—mulai dari belum adanya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), hingga belum tersedianya instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Bahkan, temuan menu yang tidak sesuai standar sempat viral di media sosial dan ikut mempercepat langkah “rem darurat” ini.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa sebagian dapur sebenarnya sudah baik secara operasional, namun tersandung aspek administratif yang belum rampung. Ibarat meskipun sudah jago masak, tapi lupa urus izin dapur.
Di tengah kondisi ini, muncul satu benang merah yang semakin jelas: program sebesar MBG tidak cukup hanya dijalankan—ia harus distandarkan.
Dan di sinilah peran pelatihan serta sertifikasi mulai terasa bukan lagi sebagai pelengkap, tapi kebutuhan mendesak.
Ketua Assesor Kompetensi dan Sertifikasi, Coach Arsyam Dwi, yang juga Direktur Utama Pasatama Institute, melihat situasi ini sebagai momentum penting untuk “naik kelas bersama”.
Menurutnya, perbaikan Dapur SPPG tidak bisa hanya fokus pada fasilitas, tapi juga harus menyentuh kualitas sumber daya manusia dan sistem manajemen kerja.
Mulai dari food handler, pengelola dapur, hingga sistem operasional—semuanya perlu diuji kompetensi dan disertifikasi.
“Kalau dapurnya sudah jalan, sekarang saatnya standarnya yang dikejar,” kira-kira begitu pesan yang ingin disampaikan.
Melalui program pelatihan dan sertifikasi berbasis HACCP serta penguatan sistem manajemen sesuai standar nasional (BNSP) dan internasional seperti ISO 22000:2018 dan ISO 45001:2018, Pasatama Institute mencoba menjawab tantangan tersebut.
Bukan hanya untuk memperbaiki, tapi juga untuk mempersiapkan dapur SPPG menuju sertifikasi berstandar internasional.
Karena pada akhirnya, MBG bukan sekadar program nasional—ia adalah etalase kualitas layanan publik Indonesia.
Namun, ada satu “bumbu penting” yang tidak boleh terlupa: keterlibatan pemerintah daerah.
Dalam konteks ini, Pemda tidak bisa hanya berperan sebagai pengamat yang sesekali mengangguk.
Mereka perlu hadir sebagai fasilitator aktif—mendorong pelaku dapur ikut pelatihan, membantu proses sertifikasi, hingga memastikan setiap dapur memenuhi standar higiene, sanitasi, dan manajemen yang berlaku.
Tanpa itu, upaya perbaikan bisa berjalan… tapi jalannya sendiri-sendiri.
Program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto memang sudah menjangkau puluhan juta masyarakat. Tapi untuk menjaga kepercayaan publik, kualitas harus dijaga seketat mungkin.
Penutupan 2.162 dapur ini, jika dilihat dari sisi lain, bukan sekadar masalah—melainkan peluang untuk berbenah.
Dan mungkin, ini saat yang tepat bagi semua pihak—dari pusat hingga daerah—untuk menyadari satu hal sederhana: dapur boleh sederhana, tapi standar tidak boleh seadanya.
Karena di balik setiap wadah makan MBG, ada tanggung jawab besar yang tidak bisa ditunda—apalagi ditutup sementara. [■]
Tags
Coach
Dapur SPPG
Kemenko
Kemenko Pangan
Kuliner
MBG
Pasatama Institute
Sertifikasi
Sertifikasi Profesi
Sertifikasi Usaha
Zulhas


